: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT Kunjungi P2 Kimia LIPI dalam Persiapan Pelaksanaan Kerjasama


23 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI bersama dengan Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT melakukan kerjasama Pengembangan Teknologi Enkapsulasi Sel Punca dan Medium Terkondisi Sel Punca Berbasis Alginat-Nanoselulosa untuk Aplikasi Wound Dressing. Guna membahas persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut PTFM BPPT mengunjungi P2 Kimia pada Selasa (23/10). Rombongan dari PTFM BPPT disambut oleh Dr. Amanda Septevani selaku Koordinator Kegiatan kerjasama P2 Kimia LIPI – PTFM BPPT. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Hani Mulyani, Dr. Ahmad Randy, Melati Septiyanti, Yulianti Sampora, dan Yenni Apriliany dari P2 Kimia. Dalam kesempatan tersebut, Amanda mempresentasikan rencana kegiatan penelitian yang akan dilakukannya bersama tim dalam kerangka kerjasama antara P2 Kimia LIPI dengan PTFM BPPT. “Ada beberapa kegiatan yang sedang kami siapkan terkait kerjasama ini. Rencananya, beberapa hal akan dilakukan di BPPT mengingat ketidaktersediaan fasilitas di P2 Kimia. Ke depan kita dapat mengajukan penelitian bersama dengan pendanaan dari Kementrian Ristekdikti baik melalui skema Insinas, PPTI maupun skema lainnya,” ujar Amanda dalam presentasinya. Berikutnya, Dr. Swasni Puwajanti selaku Koordinator Kerjasama dari PTFM BPPT juga memaparkan rencana kegiatan yang sedang dan akan dilakukan oleh dirinya dan tim di BPPT. Swasni menyampaikan beberapa hal yang menjadi fokus penelitiannya di PTFM BPPT dan potensi yang dapat dikerjasamakan dengan P2 Kimia. “Kami juga memiliki beberapa keterbatasan di PTFM, sehingga memerlukan dukungan dari P2 Kimia baik dari segi keilmuan maupun fasilitas penelitian. Beberapa hal akan dilakukan di tempat kami, sementara beberapa hal akan dilakukan di P2 Kimia,” ungkap Swasni memaparkan. “Saya yakin, kolaborasi riset antara P2 Kimia LIPI dengan PTFM BPPT akan menghasilkan out put yang lebih signifikan,” lanjutnya penuh optimisme. Selain pembicaraan teknis, kesempatan tersebut juga digunakan untuk membicarakan aspek legal formal pelaksanaan kerjasama. Sebagai payung awal, akan dilakukan penandatanganan Pernyataan Keinginan Bersama (Letter of Intent) oleh kedua belah pihak. LoI tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk kedua belah pihak melakukan kolaborasi riset sebelum dirumuskan perjanjian kerjasama lebih lanjut. Untuk menutup rangkaian acara yang berlangsung setengah hari tersebut, dilakukan foto bersama antara tim peneliti dari P2 Kimia LIPI dengan tim dari PTFM BPPT. <sjw/p2k>  

Baca

Laporkan Perkembangan Kerjasama HZI Jerman dengan P2 Kimia, Prof. Joachim Wink Temui Kepala LIPI di Jakarta


22 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, Prof. Joachim Wink dari Helmholtz Centre for Infection Research (HZI), Jerman bertemu dengan Kepala LIPI, Dr. L T Handoko. Pertemuan berlangsung di Ruang Kepala LIPI, Jakarta pada Senin (22/10). Hadir dalam pertemuan tersebut Dr. Eng. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia, Dr. Tjandrawati Mozef, Ketua Kelompok Penelitian Kimia Medisinal P2 Kimia, Dr. Rizna Triana Dewi, Peneliti Senior Bidang Kimia Bahan Alam P2 Kimia, dan Sujarwo, Kepala Sub Bidang Kerjasama P2 Kimia. Prof. Wink, bermaksud untuk menyampaikan progres kerjasama antara HZI dengan P2 Kimia LIPI. “Kerjasama HZI dengan P2 Kimia pada prinsipnya berjalan dengan baik. Saat ini ada beberapa mahasiswa dari LIPI yang sedang menyelesaikan Ph.D nya dalam kerangka kerjasama ini yang dibiayai oleh DAAD Scholarship,” ujar Prof. Wink memberikan laporannya kepada Kepala LIPI. Lebih lanjut, Prof. Wink menyampaikan bahwa telah banyak progres yang dicapai dalam kerjasama ini secara teknis. Pada prinsipnya pihak HZI sangat berharap supaya kerjasama tersebut dapat dilanjutkan mengingat secara legal, kerjasama telah berakhir pada April 2018 lalu. Dr. Tjandrawati Mozef selaku Koordinator kerjasama HZI-P2 Kimia memperkuat bahwa berakhirnya kerjasama tersebut perlu segera ditindaklanjuti mengingat beberapa peneliti LIPI sedang menyelesaikan Ph.D nya di Jerman. Kepala LIPI pun memberikan apresiasinya kepada Prof. Joachim Wink dan Dr. Tjandrawati atas capaian yang telah diperoleh dalam kegiatan kerjasama tersebut. “Atas nama LIPI saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada HZI dan Prof. Joachim Wink khususnya atas penerimaan dan dukungan yang sangat besar kepada staf peneliti LIPI yang sedang menyelesaikan Ph.D nya di Jerman,” ungkap L T Handoko menyampaikan apresiasainya. Kepala LIPI juga berpesan kepada kedua belah pihak untuk terus mempekuat kolaborasi riset mengingat LIPI saat ini sangat mendorong para penelitinya untuk dapat berkolaborasi secara global demi mendukung visi LIPI menjadi lembaga penelitian berkelas dunia. Tentunya, kolaborasi dengan peneliti dan ahli dari negara-negara maju sangat penting bagi LIPI. L T Handoko pun memaparkan bahwa LIPI saat ini tengah memperkuat infrastruktur penelitian dalam bidang life sciences dan membutuhkan dukungan dari para ahli dalam kerangka kemitraan. Sementara itu, Kepala P2 Kimia, Dr. Eng. Agus Haryono menyambut baik dukungan dari Kepala LIPI. Agus meminta kepada Prof. Joachim dan Dr. Tjandrawati supaya kegiatan penelitian tetap berjalan meskipun legal formal sebagai payung kerjasama telah berakhir. Dirinya pun berpesan supaya kelanjutan kerjasama tersebut segera dapat dipayungi. Tentunya dengan tanpa mengganggu peneliti P2 Kimia yang sedang menyelesaikan Ph.D nya dalam kerangka kerjasama HZI-P2 Kimia. <sjw/p2k>  

Baca

Kepala Desa Cibolang Sukabumi Berharap Banyak Kegiatan Penelitian di LIPI yang Dapat Membantu Masyarakat Desa


19 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Sukabumi] Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI tengah melakukan kegiatan penelitian ‘Pengembangan teknologi proses metil eugenol sebagai attractant lalat buah manggis’. Penelitian tersebut dinahkodai oleh Prof. Dr. S. Tursiloadi, peneliti senior di P2 Kimia. Kegiatan itu mendapat pendanaan dari program Insinas Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Untuk mengetahui aktivitas dari metil eugenol yang sudah diperoleh P2 Kimia, pada Jum’at sampai Sabtu (19-20/10) dilakukan uji coba di Perkebunan Desa Cibolang Kabupaten Sukabumi. Uji coba ini didukung penuh oleh Kepala Desa Cibolang, Pepen Supendi. Rombongan dari P2 Kimia yaitu Prof. S. Tursiloadi, Dr. Anny Sulaswaty, Egi Agustan dan Sujarwo disambut langsung oleh Kepala Desa Cibolang di kantornya, Jum’at (19/10). “Sebelumnya atas nama P2 Kimia, kami sangat berterima kasih kepada Kepala Desa Cibolang yang berkenan memfasilitasi uji coba ini. Semoga kegiatan penelitian dan pengembangan yang sedang kami lakukan ini ke depan dapat membawa manfaat untuk perkebunan manggis,” ujar Sujarwo, Kepala Sub Bidang Kerjasama P2 Kimia. Pepen Supendi, Kepala Desa Cibolang pun menyambut baik uji coba tersebut. Dirinya mengungkapkan bahwa manggis dari Desa Cibolang merupakan salah satu manggis terbaik di Indonesia. Pepen menambahkan bahwa saat ini manggis dari Cibolang telah menembus pasar eksport khususnya ke Tiongkok. Dirinya bersama dengan Kelompok Tani di Desa Cibolang berupaya untuk terus meningkatkan produksi buah manggis di Perkebunan Desa Cibolang. “Kami telah memiliki tradisi yang turun-temurun untuk menanam manggis di desa kami. Perkebunan manggis di sini dimiliki oleh warga desa dan kami bergabung dalam kelompok tani. Kegiatan-kegiatan semacam ini yang LIPI tawarkan kepada kami tentunya sangat kami sambut baik. Kami yakin pendampingan dari para ilmuwan akan memberikan manfaat untuk meningkatkan produksi buah manggis di desa kami,” ungkap Pepen Supendi saat menerima rombongan dari P2 Kimia. “Harapan kami, banyak kegiatan penelitian yang dapat membantu masyarakat pedesaan seperti kami semisal yang dilakukan saat ini,” lanjut pria yang sebelum terpilih menjadi kepala desa merupakan ketua kelompok tani di desanya itu. Sementara itu, Prof. Tursiloadi selaku Koordinator Penelitian di P2 Kimia memaparkan gambaran umum dari kegiatan yang sedang dilakukannya bersama tim. Kegiatan penelitiannya telah mampu melakukan sintesis metil eugenol dari eugenol yang berbahan baku cengkeh. Guna melihat bagaimana aktivitas senyawa yang dikembangkannya, dirinya bersama tim berinisiatif untuk melakukan uji coba langsung di perkebunan manggis. “Uji coba dua hari ini merupakan salah satu hal yang penting dalam kegiatan penelitian kami. Kami ingin melihat bagaimana senyawa yang kami kembangkan dapat menarik lalat buah yang berpotensi menggaggu pertumbuhan buah manggis. Berdasarkan literatur yang kami peroleh, salah satu penyebab ketidaksempurnaan buah manggis dalam pertumbuhannya yaitu karena serangan lalat buah,” terang pria yang merupakan profesor riset di P2 Kimia itu. Setelah ramah-tamah dan foto bersama, tim dari P2 Kimia pun segera menuju kebun manggis yang terletak di Desa Cibolang Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi. Beberapa protokol diterapkan untuk mengetahui aktivitas senyawa yang dibuat dari kegiatan penelitin P2 Kimia. Kepala Desa Cibolang pun secara langsung menemani tim P2 Kimia di lapangan pada saat kegiatan uji coba. <sjw/p2k>  

Baca

Jurnal ALCHEMY Universitas Islam Negeri Malang Studi Banding ke Jurnal Kimia Terapan Indonesia P2 Kimia


12 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Kamis (11/10) Tim ALCHEMY Journal of Chemistry UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, diwakilili oleh Associate Editor Armeida Dwi R Madjid dan Dewi Yuliani mengunjungi Pusat Penelitian Kimia. Tujuannya untuk melakukan studi banding pengelolaan Jurnal Kimia Terapan Indonesia (JKTI) atau Indonesian Journal of Applied Chemistry (InaJAC). Acara dibuka oleh Arief A.R. Setiawan yang mewakili Ketua Dewan Editor JKTI, Dip. Ing. Haznan Abimanyu, Ph.D.  Turut hadir di pertemuan itu antara lain anggota dewan editor JKTI (Prof. Tursiloadi, Dr. Anny Sulaswatty, dan Prof. Yanni Sudiyani) serta Tim Redaksi Pelaksana JKTI (Nandang Sutiana, Annisa Dieni L dan Eni Suryani). “Tujuan studi banding ini adalah ingin mempelajari bagaimana sistem pengelolaan JKTI sekaligus menjajaki kerjasama tim editor dan reviewer di jurnal kami, “ papar Armeida. Armeida juga mengungkapkan tantangan ALCHEMY saat ini, yang terkadang menemui kendala seperti kesulitan mencari reviewer dan paper dari eksternal (termasuk luar negeri). Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa kepemimpinan memegang peranan kunci kesuksesan pengelolaan jurnal. Jaringan luas, ketekunan dan kesabaran menjadi modal penting agar jurnal bisa terbit berkala. Kepemimpinan mesti didukung kerjasama tim dengan latar belakang yang memadai, seperti desainer layout, komunikasi, kompetensi kimia, IT, dsb. Di samping itu, Institusi tempat jurnal bernaung harus mendukung, misalnya dalam penyediaan dana dan infrastruktur. Nandang sebagai Tim IT JKTI menambahkan mengenai alur proses dengan OJS (Operating Journal System). Dimulai dari author submit paper, section editor meneruskan paper kepada reviewer yang tepat sesuai bidang, reviewer menerima paper, kemudian mereview dan hasil review dikembalikan ke author. Satu paper JKTI minimal direview oleh dua reviewer. Jika diperlukan maka ditambah menjadi tiga reviewer. Ketika paper layak terbit, dilakukan proses formatting atau layouting paper, yang dikerjakan oleh Tim JKTI yang terspesialisasi agar terjadi keseragaman.  Pada sesi diskusi, ALCHEMY dan JKTI saling mempelajari web dari jurnal masing-masing. Sebagai jurnal tidak berbayar, Tim JKTI berbagi tips agar dapat menarik paper masuk, yakni melalui seminar dan jaringan, dan pemberian insentif bagi author. Sementara ALCHEMY berbagi tips terkait pengindeksan DOAJ dan hasil kunjungannya ke jurnal lain sebelumnya. Pada akhir diskusi, kedua belah pihak sepakat untuk dapat menindaklanjutinya ke kerjasama antar jurnal. <adl/p2k, ed: aars/p2k>

Baca

Terima Kunjungan Delegasi Kedutaan Denmark, P2 Kimia Ungkap Potensi Riset Limbah Sawit dan Bioplastik


11 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Kamis (11/10), Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI menjadi tuan rumah konsorsium antar lembaga riset yaitu BPPT, BATAN, LIPI, dan BALITBANGTAN dalam kunjungan Delegasi Kedutaan Demark. Acara yang berlangsung setengah hari tersebut dibuka oleh Kepala P2 Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa dirinya sangat menyambut dengan hangat dan terbuka atas kedatangan para delegasi tersebut. "Kami sangat senang mendapat kunjungan dari Kedutaan Denmark. Harapannya, ke depan dapat terjalin kerjasama yang lebih intens antara para peneliti dari Indonesia dengan peneliti dari Denmark," ujar Agus Haryono dalam sambutannya. Acara dilanjutkan dengan pemaparan profile P2 Kimia LIPI oleh Dr. Athanasia Amanda Septevani. Amanda memberikan informasi tentang P2 Kimia secara umum termasuk hasil-hasil riset dan inovasi yang telah diperoleh P2 Kimia. Tidak lupa, sebagai Sekretaris PME P2 Kimia, Amanda juga menjelaskan rencana strategis penelitian di P2 Kimia. “P2 Kimia telah melakukan sejumlah riset terkait pemanfaatan dan pengolahan limbah kelapa sawit dan bioplastik,“ papar peneliti yang menyelesaikan S3-nya di University of Queensland Australia ini. Di tengah acara, Bayu Himawan selaku koordinator dan juga anggota konsorsium mewakili LSM Majulah Indonesia Tanag Airku (MITA) memaparkan tujuan dari pertemuan ini dan juga mengenalkan masing-masing delegasi lembaga. “Tujuan dari konsorsium ini adalah untuk membuka kesempatan kolaborasi riset di bidang eko sains. Kita tahu bersama bahwa isu lingkungan memegang peran yang sangat strategis dewasa ini," ungkap Bayu. Selain itu, acara juga menghadirkan sejumlah paparan dari tiap institusi. Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Budi Iskandar memaparkan penelitian mereka khususnya terkait argoindustri dan teknologi, serta bioindustrial dan teknologi. Dr. Yanti sebagai perwakilan Pusat Bioteknologi LIPI memaparkan riset mereka tentang animal science center. Teguh Wahyono (CIRA BATAN) menjelaskan kegiatan riset CIRA yang salah satunya berfokus kepada agrikultur. Pemaparan terakhir disampaikan oleh Kepala Pusat Kerjasama di Bidang Lingkungan Kedutaan Denmark, Morten Holm Van Donk. “Negara kami tertarik mengembangkan riset biowaste dan mengajak lembaga penelitian di Indonesia baik swasta maupun pemerintah serta perguruan tinggi untuk mendukung program tersebut,“ jelas Morten. “Pendanaan riset dapat berupa projek ataupun beasiswa pendidikan,” lanjutnya. Dr. Agus Haryono menutup acara sekaligus mengungkapkan harapannya agar konsorsium ini dapat terealisasi dengan baik. Terakhir acara dilanjutkan dengan mengunjungi Laboratorium Bioplastik dan Pilot Plant Bioetanol G2 P2 Kimia dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT yang berada di Kawasan Puspiptek juga. <OA/p2k, ed:aars>

Baca

Dorong Implementasi Konversi Bahan Bakar Fosil, P2 Kimia Libatkan Berbagai Stakeholder Selenggarakan FGD


04 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2015 yang mengatur tentang pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM). Dalam peraturan tersebut, pemerintah mewajibkan penggunaan 2-5% bioetanol sebagai campuran BBM pada tahun 2016. Selain itu, diharapkan tahun 2020, penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM sudah mencapai 5-10%. Namun hingga menjelang akhir tahun 2018, implementasi dari peraturan tersebut belum juga terealisasi. Hal tersebut diungkapkan Agus Haryono, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam acara FGD bertajuk ‘Prospek Pengembangan Bioetanol Generasi 2 dalam Mendukung Konversi Bahan Bakar Fosil’. FGD diselenggarakan pada Rabu (3/9) di Harris Hotel Tebet, Jakarta Selatan. “FGD hari ini bertujuan untuk mencari jawaban atas sulitnya implementasi penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM. LIPI mengundang berbagai stakeholder baik dari Kementrian ESDM, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), BPDP Kelapa Sawit, BUMN, dan para peneliti serta praktisi yang konsen dengan pengembangan bioetanol,” ungkap Agus dalam pembukaan FGD hari itu. Sebenarnya, penelitian dan pengembangan produksi bioetanol telah banyak dilakukan oleh berbagai pihak di Indonesia. LIPI sendiri telah mengembangkan bioetanol berbahan baku tandan kosong sawit sejak tahun 2008. Salah satu satker di LIPI yaitu Pusat Penelitian Kimia sejak tahun 2017 dibina oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai Pusat Unggulan Iptek Bioetanol Generasi 2. Yanni Sudiyani, salah satu peneliti senior di LIPI dalam bidang bioenergi menjelaskan bahwa LIPI telah memiliki teknologi untuk mengubah limbah biomassa khususnya tandan kosong sawit menjadi bioetanol. Lebih lanjut, LIPI sudah bekerjasama dengan dua BUMN untuk melakukan pengembangan yang mengarah pada produksi bioetanol skala industri. Kedua BUMN itu adalah PT Rekayasa Industri dan PT Pertamina (Persero). Untung Murdiyatmo dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menyampaikan bahwa pada dasarnya, banyak tantangan dalam implementasi bioetanol sebagai bahan bakar. Beberapa tantangan itu diantaranya harga keekonomian yang masih tinggi, potensi penyalahgunaan penggunaan sebagai minuman keras, dan tumpang tindih dengan cukai minuman keras. Selain itu, saat ini bioetanol yang digunakan banyak berasal dari bahan pangan sehingga berkompetisi antara bahan baku bioetanol dengan pangan. Melalui penggunaan limbah biomassa seperti tandan kosong sawit sebagai bahan baku bioetanol, dapat menjawab permasalahan persaingan bahan baku ini. Adapun untuk menjawab tantangan keekonomian proses produksi bioetanol G2, tentunya diperlukan penelitian dan pengembangan khususnya terkait teknologi proses. Edi Wibowo, Direktur Penyaluran Dana BPDP Kelapa Sawit menyampaikan terkait adanya peluang pendanaan yang dapat dimanfaatkan guna riset dan pengembangan biofuel agar tantangan keekonomian proses produksi bioetanol G2 dapat dipecahkan. FGD hari itu merumuskan peta riset, pengembangan, produksi dan pemanfaatan bioetanol sebagai campuran BBM sehingga Indonesia dapat mengaplikasikan penggunaan bahan bakar nabati baik pada sektor usaha mikro, pertanian, transportasi, PSO, dan industri komersial. Hasil FGD diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait guna menyukseskan program konversi bahan bakar fosil di Indonesia. <mrt/p2k, ed: SJW>   Berita Terkait: http://lipi.go.id/siaranpress/LIPI-Dukung-Konversi-Bahan-Bakar-Fosil-ke-Bioetanol/21322 https://m.antaranews.com/berita/754397/lipi-hasilkan-150-liter-bioetanol-generasi-kedua http://technology-indonesia.com/energi/bahan-bakar/lipi-dukung-konversi-bahan-bakar-fosil-ke-bioetanol/ http://id.beritasatu.com/home/lipi-konversi-150-lt-bioetanol-generasi-kedua/181129 https://www.indopos.co.id/read/2018/10/03/151398/cukup-20-persen-limbah-biomassa-untuk-penuhi-bbm-mobil-se-jakarta http://jurnalsumatra.com/lipi-pengembangan-bioetanol-generasi-2-berpeluang-besar/ https://today.line.me/id/article/LIPI+dorong+konsorsium+Bioetanol+Generasi+2-VZLx02 https://m.antaranews.com/berita/754537/lipi-dorong-konsorsium-bioetanol-generasi-2 https://m.antaranews.com/berita/754536/lipi-minimalkan-penggunaan-enzim-impor-untuk-bioetanol https://theworldnews.net/id-news/lipi-dorong-konsorsium-bioetanol-generasi-2 https://www.cendananews.com/2018/10/penerapan-bioetanol-5-persen-bbm-perlu-roadmap.html https://www.ucnews.id/news/LIPI-Perlu-Peta-Jalan-Konkret-Capai-Target-E5/2656763327355276.html http://m.suarakarya.id/detail/79508/Pemanfaatan-Biomassa-Sebagai-Bahan-Baku-Bioetanol-Belum-Optimal

Baca

P2 Kimia Gelar Workshop Obat Tradisional dan Bioetanol, Meriahkan Ajang Puspiptek Inovation Festival (PIF) 2018


28 September 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Jum’at, 28 Sepetember 2018 jam menunjukkan pukul 9.30 WIB. Ruang 2005, Graha Widya Bhakti (GWB) Puspiptek, telah dipenuhi oleh siswa siswi SMA Sinar Cendikia BSD yang didampingi oleh guru mereka, Bapak Marzuki. Tampak hadir pula beberapa mahasiswa dan dosen yang antusias menghadiri Workshop Obat Tradisional dan Bioetanol. Workshop ini digelar oleh Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI dalam rangka turut memeriahkan Puspiptek Innovation Festival pada 27-30 September 2018. “Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan biodiversitas terbesar di dunia,“ terang Dr. Tjandrawati Mozef, saat memulai paparannya. “Dengan keanekaragaman tersebut, maka potensi tanaman Indonesia sebagai bahan baku obat tradisional dan farmasi juga amat besar, “ lanjut peneliti madya bidang bahan alam dan farmasi ini. Tjandrawati selanjutnya memaparkan berbagai potensi tanaman obat Indonesia, beserta beberapa contoh tanaman obat yang telah dan tengah ditelitinya bersama dengan tim. Di sesi berikutnya, peneliti P2 Kimia yang lain, Prof. Dr. Yanni Sudiyani, menjelaskan tentang bioetanol. “Siapa yang tahu apa dan manfaat bioetanol, “ tanya Prof. Yanni ke sejumlah remaja sekolah. Beberapa anak pun mengacungkan jari dan mencoba menjawab. “Betul, bioetanol atau yang lebih dikenal secara umum sebagai alkohol antara lain dapat dipakai sebagai substitusi bahan bakar berbasis minyak bumi, “ lanjut peneliti senior bidang biologi dan bioetanol generasi kedua ini. “Namun perlu diingat, bioetanol berbahaya bagi manusia namun bermanfaat untuk sektor lain seperti kendaraan, “ tekannya. Yanni selanjutnya memaparkan potensi limbah tanaman sebagai sumber bahan pembuatan Bioetanol G2. Tanpa terasa, dua jam berlangsung sudah. Para siswa siswi menyimak dengan serius karena keingintahuannya. Pada sesi tanya jawab, Marzuki menanyakan tentang proses pengujian tanaman obat. Tjandrawati menerangkan bahwa prosesnya cukup lama, dari uji ke hewan, manusia hingga mendapatkan sertifikat dari pihak terkait seperti BPOM. Peserta lainnya, Ghozi, menanyakan apa solusinya produksi bioetanol jika bahan bakunya tidak tersedia. Yanni menimpali bahwa bahan baku untuk proses bioetanol G2 ini sangat banyak tersedia di Indonesia, baik bahan untuk generasi satu maupun generasi kedua berbasis limbah lignoselulosa. Di akhir acara workshop, tim peneliti Bioetanol mengadakan demo pemanfaatan Bioetanol sebagai bahan bakar untuk kompor sebagai pengganti gas, dicobakan kompor menyala untuk memasak air. Pameran hingga Juri Di samping menyelenggarakan workshop, P2 Kimia juga mengisi acara PIF dengan menggelar pameran produk iptek hingga menjadi anggota tim juri lomba inovasi. Di pameran iptek, P2 Kimia menggelar aneka produk seperti bioetanol, DFA III, kosmetik anti selulit, ekstrak sukun, ekstrak mengkudu, pangan folat, dan sebagainya. Bekerjasama dengan institusi ASEAN dan India, Puspiptek juga mengadakan lomba inovasi dengan peserta remaja sekolah hingga perguruan tinggi. Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia LIPI diundang sebagai salah seorang tim juri bersama juri dari negara-negara ASEAN dan India. <ES/p2k, editor: aars/p2k>.

Baca

P2 Kimia Mengajak Kaum Terpelajar Indonesia Dalam dan Luar Negeri untuk Bergabung Mengembangkan Karier Sebagai Peneliti


21 September 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali membuka kesempatan bagi kaum terpelajar Indonesia untuk berbakti kepada negeri sebagai peneliti Indonesia. Berita gembira ini telah disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 71 tahun 2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Tahun Anggaran 2018. Hal yang menarik dalam kesempatan tahun ini adalah LIPI memberikan alokasi khusus untuk diaspora Indonesia. Pada keterangan lanjutannya dalam surat keputusan tersebut, diaspora dimaknakan sebagai warga negara Indonesia yang menetap di luar Indonesia dan memiliki paspor Indonesia yang masih berlaku serta bekerja sebagai tenaga profesional di bidangnya, yang dibuktikan dengan dokumen paspor Indonesia yang masih berlaku dan surat rekomendasi dari tempat yang bersangkutan bekerja minimal selama 2 (dua) tahun. Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) sendiri memberikan kesempatan untuk menjadi Peneliti Ahli Muda dan Peneliti Ahli Pertama. Tersedia 6 posisi untuk Peneliti Ahli Muda yang disediakan untuk 3 pelamar dalam negeri dan 3 pelamar diaspora. Kualifikasi untuk posisi tersebut adalah telah meraih gelar Doktor (S-3) di bidang ilmu kimia/ teknik kimia/ teknik lingkungan/ ilmu material/ biokimia/ teknik material/ farmasi/ kedokteran/ kedokteran hewan/ ilmu pangan/ teknologi pangan/ ilmu gizi/ ilmu hayati/ mikrobiologi. Sementara untuk posisi peneliti ahli pertama tersedia 4 posisi dengan masing masing 2 untuk pelamar dalam negeri dan diaspora. Kualifikasi yang dibutuhkan adalah magister di bidang keilmuan sebagaimana disebutkan di atas. Informasi lebih rinci mengenai prasyarat dan kualifikasi dapat ditinjau lebih lanjut berkas pengumuman terlampir. Pusat Penelitian Kimia LIPI menanti Anda untuk berkiprah bersama kami dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air. Mari manfaatkan kemampuan dan pengetahuan yang Anda miliki sebagai suatu aksi nyata dalam mewujudkan cita-cita bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Kepala Pusat Penelitian Kimia, Dr. Eng. Agus Haryono menyampaikan bahwa dirinya berharap agar putra-putri Indonesia yang sedang berkarir di luar negeri dapat memanfaatkan kesempatan ini. Menurut pria yang menyelesaikan studi sarjana sampai dengan doktornya di Jepang itu, iklim penelitian di Indonesia sekarang sudah lebih baik. Apalagi pemerintah terus mendorong agar daya saing bangsa Indonesia semakin meningkat melalui inovasi. Oleh karena itu diperlukan para peneliti yang handal untuk bekerja di pusat-pusat penelitian milik pemerintah khususnya. "Pusat Penelitian Kimia LIPI sangat senang apabila putra-putri Indonesia yang potensial dapat bergabung sebagai peneliti di tempat kami. Mari bersama kita wujudkan Indonesia menjadi bangsa yang berdaya saing yang akhirnya mengantarkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap Agus sekaligus memberikan motovasi. <bardant/p2k> Informasi penerimaan CPNS di Lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lebih lanjut klik disini.

Baca

Hadiri Sidang FAO PBB, Delegasi P2 Kimia Diskusikan Polutan Organik Kimia


21 September 2018

[Berita P2 Kimia, Roma-Italia] The fourteenth meeting of the Persistent Organic Pollutant Review Committee (POPRC ke-14) dilaksanakan pada tanggal 17-21 September 2018 di Gedung FAO PBB, Roma-Italia. Pertemuan ini membahas tentang bahan-bahan kimia yang dilarang beredar di dunia yang beranggotakan 31 negara yang mewakili 5 Regional, serta pengamat yang merupakan wakil dari unsur pemerintah, industri maupun dan lembaga swadaya masyarakat. Pada pertemuan ini Indonesia diwakili oleh Dr. Eng. Agus Haryono dari Pusat Penelitian Kimia LIPI sebagai anggota komite POPRC. Selain itu Indonesia juga mengirimkan 3 pengamat yaitu Dr. Yenny Meliana, Dr. Ajeng Arum Sari dan Muhammad Ghozali, M.T dari Pusat Penelitian Kimia LIPI. “Tim kami secara aktif bersama negara-negara lain menyerukan pentingnya perhatian terhadap bahan kimia berbahaya di dunia, “ terang Agus. “Salah satu aplikasi yang perlu dicermati adalah pada pangan dan pertanian, “ lanjutnya. POPRC ke-14 fokus Pentadecafluorooctanoic acid (CAS No: 335-67-1, PFOA, perfluorooctanoic acid), senyawa garamnya dan senyawa-senyawa yang terkait PFOA;  dalam tahap rekomendasi kepada the Conference of the Parties; Perfluorohexane sulfonic acid (CAS No: 355-46-4, PFHxS), senyawa garamnya dan senyawa senyawa yang terkait PFHxS berupa draft profil resikonya; serta Perfluorooctane sulfonic acid (PFOS), senyawa garamnya dan senyawa-senyawa yang terkait perfluorooctane sulfonyl fluoride (PFOSF) dalam evaluasi kebutuhan beberapa aplikasi dalam acceptable purposes untuk dihilangkan dari Lampiran B pada Konvensi. Hasil sidang menetapkan bahwa PFOA tergolong dalam Annex A konvensi Stockhlom dengan specific exemptions pada : manufaktur semikonduktor atau perangkat elektronik terkait, lapisan fotografi, tekstil anti minyak dan air untuk perlindungan pekerja dari cairan berbahaya yang mengandung resiko terhadap kesehatan dan keselamatan, perangkat medis invasif dan implan serta busa pemadam kebakaran. Sedangkan hasil sidang terkait PFOS merekomendasikan kepada angggota komite untuk mempertimbangkan perubahan Annex B konvensi Stockhlom berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan anggota komite. Hasil sidang juga memutuskan bahwa PFHxS merupakan senyawa yang mampu menjangkau panjangnya transportasi lingkungan hingga menimbulkan efek kesehatan manusia dan lingkungan yang merugikan secara signifikan sehingga tindakan global perlu dilakukan. Selanjutnya, membentuk kelompok kerja intersessional untuk menyiapkan evaluasi manajemen risiko yang mencakup analisis kemungkinan tindakan pengendalian untuk PFHxS sesuai Annex F pada Konvensi. <penulis: mg/p2k, editor: aars/p2k>

Baca

Pada Workshop RENPAP di Bogor, Agus dan Melly Paparkan Penelitian Pestisida


06 September 2018

[Berita P2 Kimia, Bogor] Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bekerja sama dengan Regional Network on Pesticides for Asia and the Pacific (RENPAP) menggelar The Workshop on Effluent Control and Waste Disposal in Pesticide Industry. Bertempat di Hotel Royal Padjajaran, Bogor, acara ini digelar pada 3-7 September 2018, bersamaan dengan Tripartite Review and Project Management Committe Meeting of RENPAP. Workshop ini merupakan kelanjutan dari pertemuan RENPAP sebelumnya di Kathmandu, Nepal. Para peserta berasal dari negara-negara di Asia Pasifik seperti India, Pakistan, Nepal, Thailand dan Filipina. Acara dibuka oleh pejabat dari Kementerian Perindustrian dan menghadirkan pidato pembukaan oleh Direktur Jendral Kimia, Tekstil dan Aneka Industri. Para peserta mendiskusikan terkait kemajuan penerapan program penghapusan Persistent Organic Pollutants (POPs)–suatu komponen organik yang tidak mudah diurai lingkungan- di masing-masing negara beserta manajemen ramah lingkungannya. Salah satu penggunaannya adalah pada biopestisida untuk tanaman. Jenis-jenis senyawa organik berbahaya telah dimasukkan dalam daftar konvesi Stockholm yang terus diperbarui. Beberapa topik dalam workshop antara lain kebijakan industri hijau, prosedur pendaftaran pestisida, manajemen pengelolaan limbah berbahaya, pengawasan dan pengendalian residu pestisida, standar dan standar pengujian residu pestisida. Ada pula topik terkait pengelolaan IPAL di industri pestisida, produksi bersih, keselamatan lingkungan serta industri biopestisida di Indonesia. Peneliti P2 Kimia juga turut hadir sebagai narasumber pembicara di acara tersebut, pada hari ketiga. Dr. Yenni Meliana hadir dan berbicara terkait penelitian residu pestisida. Sementara Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia, mengungkapkan tentang pengelolaan kimia POPs. Agus yang juga merupakan anggota komisi POP di organisasi FAO PBB ini menceritakan potensi POPs dan regulasi di tingkat internasional. Di hari terakhir, para peserta dibawa berkunjung ke pabrik semen PT Indocement, Tbk yang berlokasi di Citeureup, Bogor. Di sana, mereka mengamati dan mendengarkan penjelasan terkait fasilitas pembuangan dan pengelolaan limbah berbahaya di pabrik tersebut. <aars/p2k>.

Baca

Kepala P2 Kimia Kunjungi Kedubes India Jajaki Kolaborasi Riset Internasional


04 September 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Pemerintah Indonesia baru-baru ini telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah India pada 26 Mei 2018 untuk pengembangan kerjasama di berbagai hal termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Duta Besar India juga telah berkunjung ke LIPI untuk membahas detail kerjasama. Untuk menindaklanjuti hal ini, LIPI melakukan kunjungan balasan ke Kedutaan Besar India pada hari Selasa (4/9). Dikoordinasi oleh Kepala Biro Kerjasama, Hukum dan Hubungan Masyarakat (BKHH LIPI), Nur Tri Aries Suestiningtyas, rombongan LIPI terdiri dari para deputi dan kepala pusat penelitian yang terkait, termasuk Kepala Pusat Penelitian (P2) Kimia, Dr. Eng. Agus Haryono. Selain itu, peneliti senior P2 Kimia, Prof. Dr. Silvester Tursiloadi turut mendampingi rombongan. “P2 Kimia memandang positif kerjasama bilateral ini, “ ungkap Agus. “Ini sangat baik guna memajukan iptek kedua negara, terutama di bidang kimia yang sesuai dengan kompetensi kami, “ lanjutnya. Hal ini diamini oleh Silvester, yang mengungkapkan beberapa bidang riset potensial terkait kimia yang bisa dikembangkan lebih lanjut. “Misalnya bio energi, katalis, farmasi, pangan dan lingkungan“ ujar anggota Majelis Profesor Riset LIPI ini memberi contoh. Dalam kunjungan tersebut, dibahas lebih lanjut bentuk-bentuk kerjasama. Di antaranya, kolaborasi riset, pertukaran ilmuwan, kolaborasi pertemuan ilmiah, dan sebagainya. Di samping itu dibahas pula mitra kerjasama dengan lembaga riset di India. <aars/p2k>

Baca

Demo Kompor Bioetanol Warnai Peringatan HUT RI dan HUT LIPI di P2 Kimia


24 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Masih dalam rangkaian acara yang sama, hari Jumat (24/7), P2 Kimia LIPI menyelenggarakan peringatan HUT RI ke-73 dan HUT LIPI ke-51. Bertempat di lapangan depan Gd. 452, acara terdiri dari senam bersama, lomba-lomba dan bazaar. Di samping itu, ada pula acara menarik berupa demo kompor bioetanol. Bahan baku yang digunakan, yaitu bioetanol, merupakan hasil pengembangan Pusat Unggulan Iptek Bioetanol generasi kedua di P2 Kimia. Pagi hari, para peserta tampak telah berkumpul. Mereka tidak hanya dari internal P2 Kimia, tapi juga para karyawan pusat penelitian LIPI di sekitarnya. Setelah mengisi daftar hadir, mereka langsung melakukan senam pagi mengikuti gerakan instruktur senam. Untuk menarik lebih banyak minat peserta, panitia juga menyediakan sejumlah doorprize. Tampak di tengah lapangan, hadiah utama doorprize yang berupa sepeda. Hadiah ini disediakan langsung oleh Kepala P2 Kimia. “Semoga dengan peringatan HUT LIPI dan HUT RI kali ini membawa kita semua agar tetap menjaga integritas ilmiah kita dan terus berprestasi, apalagi di musim politik yang akan datang, “ pesan Kepala P2 Kimia, Dr. Eng. Agus Haryono. “Terimakasih secara khusus kepada panitia dan peserta, juga kepada PUI Bioetanol Generasi kedua, “ imbuhnya. Lomba pertama yang digelar adalah lomba masak mie. Para peserta terdiri dari 2 orang yang dibagi secara beregu berdasarkan bidang/ bagian dan kelompok penelitian. Kompor yang dipakai adalah kompor khusus berbahan bakar bioetanol. “Tiap kelompok wajib minimal ada satu orang laki-lakinya, “ terang Dr. Yenny Meliana, ketua panitia saat menjelaskan aturan lomba. “Waktu lomba dibagi dalam 3 sesi, sesi pertama untuk peserta pertama, dilanjutkan sesi untuk peserta kedua, dan sesi terakhir sesi untuk kedua peserta bersama-sama,“ teriak Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian ini dengan bersemangat. Lomba pun berlangsung seru. Apalagi pengalaman memakai kompor bioetanol adalah hal baru bagi peserta. Api yang menjadi kurang terlihat di tengah terpaan angin merupakan tantangan sendiri. Dengan bahan baku yang telah disediakan panitia, tiap kelompok berupaya keras meracik bumbu dan mencampurkannya ke dalam mie. Lomba kedua adalah memasukkan pensil ke dalam botol. Lomba ini juga dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari 5 orang per kelompok penelitian/ bidang/ bagian. Mereka diikat oleh tali yang terhubung ke pensil dan secara bersama-sama menggerakkan tali agar pensil masuk ke dalam botol. Yang lebih seru, kelimanya tidak boleh melihat pensil. Yang mengarahkan adalah orang keenam dari kelompok mereka. Lomba terakhir adalah memindahkan air ke dalam ember. Lima orang peserta berjajar dalam barisan. Mereka secara estafet memindahkan air dari orang paling ke depan ke paling belakang menggunakan air. Maka selain kecepatan, lompa ini juga menguji ketepatan dan kekompakan peserta. Tampak air menetes membasahi tubuh para peserta saat memindahkan air melewati atas kepala mereka. Para penonton juga terhibur dengan adanya bazaar di lapangan parkir. Sejumlah stand makanan, minuman, pakaian, dan pernik-pernik lainnya tampak mengisi bazaar. Yang paling diminati pengunjung adalah stand kebab, yang juga dipilih sebagai pemenang stand paling menarik oleh panitia lomba. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan musik band dari staf P2 Kimia. Alunan musik tampak menggebu-gebu, terutama mengiringi detik-detik saat lomba semakin klimaks serta saat-saat pembagian hadiah dan doorprize ke peserta. <aars/p2k>

Baca

Haru dan Syahdu, Momen Penerimaan Penghargaan Satyalancana di Auditorium LIPI


23 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta].  Salah satu rangkaian puncak acara HUT LIPI ke-51 dilakukan melalui penyelenggaraan Sarwono Memorial Lecture 2018, Penghargaan Prestasi Satuan Kerja dan Penyematan Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan, Wirakarya, dan Karya Satya bagi PNS LIPI 2018. Rangkaian acara ini diselenggarakan pada Kamis (23/8) di Auditorium Utama LIPI. LIPI Sarwono Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada ilmuwan atau tokoh yang berjasa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adalah Daniel Murdiyarso, pakar mitigasi perubahan iklim dari Center for International Forestry Research (CIFOR), yang tahun ini menerima Sarwono Award dari LIPI. sumbangan penting pada perdamaian dunia yang ditandai lewat Nobel Perdamaian tahun 2007. Prof. Daniel merupakan anggota Intergovernmental Panel on Climate Change yang bersama Al Gore mendapatkan Nobel Perdamaian 2007 dan menjadi momentum membangkitkan kepedulian masyarakat terkait isu pemanasan global. "Kerja ilmiah beliau telah berhasil mengubah persepsi dunia tentang perubahan iklim dan menginspirasi kita semua untuk tidak tinggal diam terhadap apa yang terjadi di sekitar lingkungan kita,” ungkap Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko di Jakarta. Siang harinya, acara dilanjutkan dengan Penghargaan Prestasi Satuan Kerja dan Penyematan Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan, Wirakarya, dan Karya Satya. Dua orang peneliti P2 Kimia LIPI menerima penghargaan Satyalancana Pembangunan dan satu orang peneliti menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya. Mereka adalah Agus Haryono dan Ajeng Arum Sari yang menerima Satyalancana Pembangunan dan Yenny Meliana yang menerima Satyalancana Wirakarya. Mereka dipilih berdasarkan dedikasi dan kontribusinya dalam dunia penelitian dan alih teknologinya. Di samping itu, ada 10 orang staf P2 Kimia yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdiannya sebagai pegawai negeri. Mereka adalah Nina Artanti (XX Thn), Rizna Triana Dewi (XX Thn), Galuh Widiyarti (XX Thn), Sabar P. Simanungkalit (X Thn), Siti N.A. Jenie (X Thn). Penerima Satyalancana Karya Satya X Thn lainnya adalah Robert R. Widjaya, Adid Adep Dwiatmoko, Andri Prihatmoko, Muryanto dan Shalahuddin. Usai acara, para penerima Satyalancana dari P2 Kimia pun melanjutkan dengan sesi foto bersama. <aars/ p2k>

Baca

Berlangsung Khidmat, Rangkaian Seremoni Peringatan HUT RI ke-73 di Puspiptek


20 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Peringatan HUT Republik Indonesia ke-73 dirayakan secara kompak oleh berbagai instansi di Kawasan Puspiptek, Serpong. Acara secara terpusat dikoordinasi oleh Puspiptek- Kementerian Ristekdikti, melalui upacara pada tanggal 17 Agustus 2018. Dalam upacara ini, tak kurang 40 satuan kerja riset di Kawasan Puspiptek dan sejumlah lembaga pendidikan tinggi di sekitarnya diundang hadir. Berbalutkan pakaian adat tradisional Indonesia, rombongan berbagai kalangan ini tampak menarik menampilkan nuansa keberagaman di tanah air. “Pada usianya yang ke-73 tahun, bangsa Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya tantangan memberantas korupsi, dan menghadapi revolusi industri 4.0.“ ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ainun Na'im selaku pemimpin upacara.  “Oleh karena itu tenaga pendidikan dan penelitian perlu bersinergi dengan dunia industri dan masyarakat. Hasil riset harus bisa memberikan solusi bagi industri dan masyarakat, serta berkontribusi untuk kemajuan bangsa, “ lanjut pria yang mengenakan pakaian khas melayu ini. Usai rangkaian acara, para peserta upacara juga dihibur dengan tampilan marching band dari akademi Polimarin, Semarang. Gema Sapta Samudra, nama marching band ini, beranggotakan sekitar 100 orang dan didampingi 20 orang pembimbing. Mereka membawa sejumlah lagu kebangsaan, lagu daerah dan diiringi sejumlah atraksi akrobatik yang menawan. Para peserta upacara tak kuasa beranjak dari lapangan upacara guna menyimak secara seksama atraksi ini. Gaung tepuk tangan meriah berkumandang usai seluruh atraksi ditampilkan. Kementerian Ristekdikti pun memberikan piagam penghargaan  di akhir acara kepada Direktur Polimarin atas kontribusinya tersebut. Pelepasan Burung Merpati di P2 Metrologi Selepas acara di lapangan Puspiptek, secara terpisah satuan kerja LIPI di Kawasan Puspiptek melanjutkan dengan acara pelepasan burung merpati. Acara ini dihadiri para pimpinan dan karyawan dari lima satuan kerja LIPI di Puspiptek: Pusat Penelitian (P2) Metrologi, P2 Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (SMTP), P2 Fisika, P2 Metalurgi dan Material serta P2 Kimia. “Pelepasan 51 burung merpati ini juga menandai awal rangkaian peringatan HUT 51 LIPI, “ terang Deputi Bidang Jasa Ilmiah, Dr. Mego Pinandito. “Burung merpati dipilih untuk melambangkan perdamaian, kesetiaan, dan integritas, “ lanjutnya. .

Baca

Meriahkan Harteknas, P2 Kimia Usung Produk Unggulan di RITECH Expo Pekanbaru


10 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Pekanbaru] Puncak acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23 dilaksanakan di Komplek Rumah Dinas Gubernur, Pekanbaru, Riau, pada Jumat, 10 Agustus 2018. Tema tahun ini adalah “Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi” dengan sub tema: “Sektor Pangan dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0.”  Rangkaian Hakteknas di Pekanbaru ini berlangsung dari 9-12 Agustus 2018. Hakteknas sendiri diperingati pada setiap tanggal 10 Agustus. Tanggal tersebut merupakan momentum bersejarah peluncuran penerbangan pesawat kebanggaan Indonesia, pesawat N250 Gatotkaca, buatan PT DI, pada 10 Agustus 1995 di Bandung. Pada acara puncak ini Menristekdikti, Mohamad Nasir, menyampaikan dalam pidatonya bahwa acara Hakteknas tahun ini pertama kalinya dilaksanakan di Pulau Sumatra. “Provinsi Riau merupakan representatif lumbung energi nasional dan penyangga kebutuhan pangan di Sumatra, “ bebernya mengungkapkan lokasi penyelenggaraan expo kali ini. Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, dalam sambutannya mengapresiasi peranan inovasi dalam memberikan dampak positif terhadap peningkatan indeks kesejahteraan masyarakat Riau. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Presiden ketiga RI, B.J. Habibie.    Salah satu kegiatan pada rangkaian Hakteknas di Pekanbaru adalah Ritech Expo. Ritech Expo diikuti oleh berbagai institusi perguruan tinggi, kementerian dan lembaga, Balitbang daerah, BUMN, industri, serta komunitas. Masing-masing booth pameran menonjolkan fokus utama, yaitu inovasi bidang pangan dan energi. Pusat Penelitian Kimia LIPI juga turut ambil bagian dalam kegiatan Ritech Expo. Bersama dengan produk-produk unggulan LIPI lainnya, P2 Kimia menampilkan produk hasil penelitian seperti pangan pintar asam folat untuk bayi dan balita, bio-oil dari cangkang kelapa sawit dan biodiesel dari mikroalga. Selain itu, P2 Kimia juga mengusung pestisida nabati dari minyak nimba, karbon aktif dari lindi hitam proses produksi bioetanol, serta informasi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioetanol G2 di P2 Kimia. Produk-produk tersebut merupakan hasil riset para peneliti di P2 Kimia dan dikemas secara menarik oleh desainer produk di P2 Kimia. P2 Kimia juga menampilkan produk L’Cos yang merupakan produk hasil kerjasama dengan PT Nanotech Herbal Indonesia. Produk L’Cos saat ini masuk dalam Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) Ristekdikti. Yenny Meliana, inventor L’Cos, sangat mendukung adanya Kegiatan Hakteknas, khususnya Ritech Expo. Bersama dengan timnya dari P2 Kimia dan PT NHI, Yenny menyiapkan 100 tube sampel produk L’Cos untuk dibagikan ke pengunjung sebagai sarana promosi. L’Cos yang telah melalui serangkaian pengujian, diklaim dapat mengembalikan elastisitas kulit akibat gangguan metabolit. (adl/p2k)

Baca

Peserta Pendidikan Sekolah Staf Komando TNI Angkatan Laut Kunjungi Pusat Unggulan Iptek Bioetanol G2 di P2 Kimia


09 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Staf TNI Angkatan Laut yang sedang menjalankan pendidikan di Sekolah Staf Komando TNI Angkatan Laut (SESKOAL) mengunjungi Pusat Unggulan Iptek Bioetanol Generasi Kedua di P2 Kimia pada Rabu, (8/8). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengenalkan kegiatan penelitian dan pengembangan, khususnya yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan. Rombongan diterima oleh Kepala Sub Bidang Diseminasi dan Kerjasama P2 Kimia, Sujarwo. “Kami sangat senang mendapat kunjungan dari rekan-rekan TNI AL. Mudah-mudahan awal silaturahmi ini membuka peluang kerjasama ke depan antara TNI AL dengan P2 Kimia,” ujar Sujarwo saat menyambut rombongan TNI AL. Guna mengenalkan P2 Kimia, para peserta kunjungan dipersilakan untuk melihat video profil P2 Kimia. Para peserta menyimak dengan seksama tayangan yang memberikan gambaran singkat terkait aktivitas penelitian dan capaian dari P2 Kimia. Salah satu yang menjadi konsen adalah pengembangan bioetanol dari limbah biomassa. Selain itu, juga ditampilkan penelitian-penelitian terkait pengembangan cat anti korosi yang berpotensi untuk diaplikasikan di kapan laut. “Satuan kerja kami memiliki beberapa kegiatan penelitian yang barangkali berkaitan dengan TNI. Salah satunya adalah pengembangan cat anti korosi. Saat ini, P2 Kimia bekerjasama dengan salah satu perusahaan swasta di Bogor tengah mengembangkan material sebagai bahan cat anti korosi yang nantinya akan diaplikasikan salah satunya untuk kapal laut,” ungkap Sujarwo lebih lanjut. Kemudian rombongan peserta dipersilakan untuk mengunjungi Pilot Plant Bioetanol Generasi Kedua milik P2 Kimia. Yan Irawan selaku penanggung jawab pilot plant memberikan pemaparan kepada seluruh peserta yang sebagaian besar diantaranya berpangkat Mayor. Yan menjelaskan proses kerja dari pilot plant yang dapat mengubah limbah biomassa menjadi etanol. “Kami saat ini sedang melakukan uji coba produksi bioetanol dari limbah tandan kosong sawit sebagai bahan bakunya. Kita tahu bahwa Indonesia sangat kaya akan limbah biomassa khususnya yang berasal dari perkebunan sawit,” terang Yan Irawan. “Pilot plant yang kami miliki ini memiliki kapasitas produksi 10 liter per hari. Kapasitas ini tentunya hanya dalam skala pilot. Kami bekerjasama dengan perusahaan BUMN, sedang melakukan uji coba untuk mencari kondisi terbaik dari setiap proses. Tentunya dalam rangka meningkatkan nilai keekonomian dari proses produksi bioetanol berbahan baku limbah biomassa,” Yan menjelaskan lebih lanjut tentang kegiatan yang sedang dia dan tim lakukan. Selain mengunjungi pilot plant bioetanol, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki P2 Kimia. Beberapa laboratorium yang dikunjungi yaitu Laboratorium GC-MS, Laboratorium Liquid Chromatography, dan Laboratorium Karekterisasi Material. Rohmana Taufik, staf Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian P2 Kimia berkesempatan untuk memandu rangkain acara hari itu. Setelah dirasa mencukupi, seluruh peserta berpamitan untuk kembali ke SESKOAL. Kunjungan hari tersebut pun berakhir. <sjw, p2k>

Baca

Penjajakan Kerja Praktek dan Tugas Akhir, Politeknik Negeri Bandung Mengundang PP Kimia LIPI menjadi Pemateri Kuliah Tamu.


09 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Bandung] Endang Widiyastuti, M.Si selaku Kepala Program Studi Analis Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung (Polban) menggunakan pendekatan yang berbeda dalam mendorong para siswanya lebih aktif belajar. Hal ini sekaligus untuk menjajaki peluang kerjasama penelitian dengan lembaga lain. Pada tanggal 9 Agustus 2018, Endang mengadakan kuliah tamu dengan menghadirkan salah satu peneliti P2 Kimia LIPI, Dr. Dieni Mansur. Bertempat di Kampus Polban, Jalan Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Bandung, acara kuliah tamu dihadiri oleh kurang lebih 30 mahasiswa dari prodi analis kimia. Kuliah tamu dibuka oleh Riniati, dosen wali dari mahasiswa kelas 2 yang menghadiri acara tersebut. Dalam sambutannya, dosen yang juga adalah sarjana pendidikan menyampaikan harapannya untuk bisa bekerjasama dengan P2 Kimia LIPI terutama dalam memperkaya pengetahuan dan pengalaman anak didiknya dalam menggunakan instrumen instrumen analisa kimia. “Kami berharap Ibu Dieni nantinya dapat memberikan gambaran pada para mahasiswa di sini tentang peluang untuk melakukan kerja praktek dan tugas akhir di P2 Kimia LIPI, sekaligus hal hal lain yang perlu dipersiapkan agar layak untuk bisa mendapatkan pengalaman bekerja di P2 Kimia LIPI” ungkap Riniati. Dr. Dieni Mansur, Peneliti Muda yang ditugaskan untuk menjadi pemateri dalam Kuliah Tamu tersebut membuka paparannya dengan pengenalan singkat tentang sejarah dan struktur organisasi P2 Kimia LIPI. Paparan dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang kegiatan kegiatan penelitian yang dilakukan, diantaranya produksi Bioethanol, Hydrothermal process of Biomass, Pyrolysis of biomass and catalytic reaction dan Biofuel dari mikroalga. Tiga kegiatan penelitian yang disebutkan terakhir merupakan bidang keahlian Dieni. “Pusat Penelitian Kimia LIPI saat ini sedang melaksanakan berbagai bidang penelitian sehingga ruang kerja di laboratorium menjadi terbatas. Karena itu untuk tahun ini PP Kimia tidak menerima mahasiswa untuk kerja praktek. Namun untuk mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir, peluangnya masih terbuka, silahkan menghubungi PP Kimia dan mendaftarkan diri jika ada yang berminat. Saat ini PP Kimia juga sedang membangun gedung baru untuk laboratorium sehingga untuk tahun depan, ruang kerja di laboratorium akan lebih besar. Jadi besar kemungkinan untuk menerima mahasiswa kerja praktek” lanjut peneliti alumni Hokkaido University tersebut.   Endang selaku Kepala Program Studi lebih tertarik pada tata laksana pengelolaan instrumen analisa di PP Kimia. “Bagaimana pengelolaan alat-alat analisa termasuk bahan pendukung peralatan analisa tersebut, siapa yang mengoperasikan alat analisanya. Dan saya juga sangat tertarik dengan kegiatan proses produksi bioethanol generasi kedua di PP Kimia yang sudah pada skala pilot plant. Apakah pilot plant itu juga memiliki laboratorium untuk risetnya? ’ tanya Endang lebih lanjut. Dieni menjelaskan bahwa Ada fasilitas dari kantor untuk pengadaan suku cadang dan bahan pendukung seperti gas carrier untuk GC, liquid nitrogen untuk BET surface area dan sebagian lagi menggunakan dana dari projek penelitian. “Alat analisa dioperasikan oleh tenaga outsourching yang dikontrak oleh PP Kimia dengan masa kerja maksimum 2 tahun. Fresh graduate lebih disukai.” lanjut Dieni. Diharapkan dengan sistim kontrak ini, pengalaman menjadi tenaga outsourcing di PP Kimia bisa menjadi batu loncatan untuk mendapatkan karier yang lebih bagus di dunia industri. “ Nanti akan mendapatkan sertifikat dari P2 Kimia LIPI yang cukup membanggakan dalam berkas lamaran kalian nantinya, kalau kalian bisa menyelesaikan kontrak kerja sebagai ousourcing dengan baik. Mahasiswa yang melakukan tugas akhir dan kerja praktek juga akan mendapatkan sertifikat” ujar Dieni sambil mempromosikan peluang menjadi tenaga outsourcing di P2 Kimia LIPI.  “Pilot plant bioetanol diawali dari riset lab di PP Kimia. Kemudian Pilot plant dibangun melalui kerjasama dengan pemerintah Korea. Untuk mendukung pilot plant tersebut tersedia lab khusus untuk bioetanol.” Lanjut Dieni menjelaskan tentang pilot plant yang menjadikan P2 Kimia LIPI Pusat Unggulan IPTEK di bidang Produksi Bioethanol Generasi Kedua di Indonesia. Setelah diskusi yang hangat dan penuh antusias, kuliah tamu akhirnya ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan oelh Endang kepada Dieni yang dilanjutkan dengan foto bersama di depan Gedung Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung. <tbb, dm & es/p2k>

Baca

P2 Kimia Dukung Penyelenggaraan Seminar Internasional BASIC & ISMART di Universitas Indonesia


03 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI turut berperan aktif dalam mendukung seminar “The 2nd Basic and Applied Sciences Interdisciplinary Conference (BASIC) 2018” dan “The 3rd International Science and Mathematics Academics Research Talks (ISMART) 2018” pada hari Jum’at-Sabtu (3-4 Agustus 2018). Bertempat di Gedung Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) dan dibuka secara resmi oleh Prof.Dr.Rosari Saleh, Wakil Rektor, Bidang Riset dan Inovasi.Inovasi, kedua acara paralel ini diselenggarakan melalui kolaborasi apik antara FMIPA - Universitas Indonesia, Komisi Ilmu Dasar-Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan P2 Kimia LIPI. “P2 Kimia LIPI sangat menyambut baik penyelenggaraan seminar ini secara reguler dengan mengundang berbagai pakar dari dalam dan luar negeri,“ terang Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia LIPI saat turut memberikan sambutan pembukaan acara. “Semoga ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang diskusi ilmiah yang konstruktif dan memperluas jaringan ilmuwan secara internasional, “ harapnya. BASIC merupakan seminar tahunan yang digelar pada bulan Agustus setiap tahun oleh Fakultas MIPA UI. Ruang lingkup seminar ini mencakup matematika, fisika, kimia, biologi, geoscience dan ilmu lingkungan. Para peneliti P2 Kimia juga turut terlibat di acara ini, baik sebagai panitia maupun peserta. Panitia dari P2 Kimia sebagai Scientific committee  diantaranya Prof. Dr. Silvester Tursiloadi, Prof. Dr. Yanni Sudiyani dan Prof.Dr. M.Hanafi serta Dr. Anny Sulaswatty. Beberapa pembicara kunci yang diundang dalam acara ini misalnya Prof. Hak Soo Kim (Korean Academy of Science and Technology - Korea), Prof. Chris Margules (James Cook University [JCU], Australia), Prof. Hendra Gunawan (AIPI – Indonesia), Dr. Fang-Yuh Lo (National Taiwan Normal University [NTNU] – Taiwan) dan Prof. Jeff Sayer (University of British Colombia [UBC] – Canada). Di samping itu ada pula Dr. Agni Klintuni Boedhihartono (UBC – Canada), Dr. James D. Langston (JCU – Australia) dan Dr. Rebecca Riggs (JCU – Australia). “Kerjasama riset untuk pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu perhatian kita semua, “ terang Dr. Anny Sulaswatty, Ahli Peneliti Utama P2 Kimia LIPI saat diwawancarai di tempat terpisah. “Oleh karenanya, AIPI sangat berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan even ilmiah seperti ini, “ lanjut Anny yang saat ini juga tengah diamanahi sebagai Asisten Profesional Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar- AIPI. Lebih dari seratus peserta nampak hadir di acara tersebut. Mereka adalah para dosen, peneliti dan mahasiswa dari berbagai universitas dan lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri. Para peneliti dari P2 Kimia LIPI juga berperan serta di acara ini. Direncanakan, publikasi seminar ini akan dimasukkan ke dalam prosiding internasional terindeks global  <aars/ p2k>.

Baca

Tingkatkan Kompetensi Personil, P2 Kimia Selenggarakan Workshop on Fundamental of Gas Chromatography–Mass Spectrometry


02 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pada tanggal 1-2 Agustus 2018, Pusat Penelitian Kimia LIPI (P2 Kimia) menyelenggarakan Workshop on Fundamental of Gass Chromatography – Mass Spectrometry (GC-MS). Workshop yang memadukan antara penyampaian teori dan demonstrasi alat ini merupakan salah satu bagian dari program Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Bioetanol Generasi ke-2. Peserta yang hadir tidak hanya dari internal P2 Kimia, tetapi juga dari eksternal P2 Kimia. Workshop ini diadakan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi civitas P2 Kimia atas instrumentasi GC-MS, dan juga untuk pihak di luar civitas P2 Kimia. Instrumentasi GC-MS sendiri adalah salah satu instrumentasi milik P2 Kimia dengan pengguna layanan yang cukup banyak. Sebagai informasi, seluruh instrumentasi milik P2 Kimia, termasuk GC-MS dapat terbuka pemanfaatannya untuk pihak di luar P2 Kimia. Workshop dibuka oleh Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono. Beliau menyambut baik diadakannya workshop ini, dan juga berharap pengetahuan para peserta akan instrumen GC-MS akan semakin bertambah setelah menghadiri workshop ini. “Dengan bertambahnya pengetahuan tentang alat ini, harapan P2 Kimia adalah semakin banyak pihak yang dapat melakukan analisa memakai instrumen GC-MS dan mendapatkan manfaat dari alat ini”, tambah Dr. Agus Haryono. Keseluruhan materi workshop dua hari ini disampaikan oleh Andreas, M.Si. Andreas adalah salah satu peneliti di P2 Kimia, sekaligus Manajer Teknis Lab GC di P2 Kimia, yang sudah sangat berpengalaman menggunakan GC-MS dalam penelitiannya. Peserta diberikan materi tentang dasar dan prinsip analisa menggunakan GC-MS GC-MS adalah salah satu alat analisa yang merupakan kombinasi dari dua instrumen, yaitu gass chromatography (GC) dan mass spectrometry (MS). Cara kerjanya secara umum, sampel mula-mula dipisahkan oleh komponen GC, kemudian sampel yang sudah dipisahkan dideteksi oleh komponen MS. Masing-masing komponen memiliki keunggulan, sehingga kombinasi keduanya menghasilkan hasil analisa yang lebih lengkap dengan sensitivitas yang juga meningkat. Contoh penggunaan GC-MS adalah dalam analisa narkoba, doping, serta screening kelainan metabolisme. Selain itu kombinasi penggunaan GC-MS dengan instrumen lain seringkali digunakan untuk menentukan struktur senyawa kimia yang belum diketahui. <AR/p2k>

Baca

Kepala P2 Kimia: Terima Kasih Atas Dedikasi Pak Sawono Selama Menjabat Kepala Sub Bagian Kepegawaian


31 Juli 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Bertempat di Ruang Rapat Utama P2 Kimia dilaksanakan serah terima jabatan Kepala Sub Bagian Kepegawaian dari Sawono kepada Shima Tri Aksa, Senin (30/7). Serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Kepala P2 Kimia, Dr. Eng Agus Haryono. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat lama, Sawono atas dedikasinya selama mengemban tugas sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian. Hadir dalam acara serah terima jabatan tersebut diantaranya para pejabat struktural di P2 Kimia dan beberapa Koordinator Kelompok Penelitian. “Atas nama P2 Kimia saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Sawono. Banyak hal yang sudah diselesaikan oleh Pak Sawono berkaitan dengan administrasi kepegawaian dan pensiunan P2 Kimia,” ujar Agus dalam sambutannya. “Mohon nantinya Pak Sawono dapat mentransfer pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai kepada pejabat yang baru, Bu Shima, supaya semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar,” lanjutnya. Sawono yang sebelumnya diperbantukan dari P2 Material dan Metalurgi untuk menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian di P2 Kimia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan yang baik selama dirinya bertugas di P2 Kimia. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang terbangun dengan baik di P2 Kimia memberikan kenyamanan dalam melakukan pekerjaan. Hal inilah yang menurutnya harus terus dipertahankan supaya seluruh sivitas P2 Kimia dapat bekerja secara optimal. “Terus terang saya senang sekali dapat bekerjasama dengan Bapak dan Ibu di P2 Kimia. Suasana yang nyaman untuk bekerja membuat saya kerasan selama menjalankan tugas di sini. Saya ucapkan terima kasih yang tiada terkira atas dukungan dari semua rekan-rekan di P2 Kimia,” ungkap Sawono saat diminta memberikan kesan dan pesannya. Berikutnya acara inti hari itu pun dilaksanakan, yaitu penyerahan jabatan Kepala Sub Bagian Kepegawaian dari pejabat lama kepada pejabat baru. Prosesi serah terima jabatan disaksikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha serta Kepala P2 Kimia. Penandatanganan berita acara serah terima menandakan berpindahnya tugas manajemen kepegawaian dari Sawono kepada Shima Tri Aksa. Sebelumnya, seperti dikutip dari laman resmi LIPI (18/7), Kepala LIPI melantik pejabat administrasi, pengawas, dan fungsional pada Senin (16/7). Pergantian pejabat dalam lingkungan LIPI merupakan sebuah sarana penyegaran agar renegerasi berjalan dengan baik dan kinerja organisasi lebih meningkat lagi. Hal tersebut seperti diungkapkan Laksana Tri Handoko, Kepala LIPI. Khusus untuk P2 Kimia, pada kesempatan tersebut dilantik salah seorang pejabat pengawas yang berasal dari Biro Kerjasama Hukum dan Humas untuk menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian. Masih dalam rangkaian acara serah terima jabatan di P2 Kimia, kepada pejabat baru, Kepala P2 Kimia berpesan agar apa yang sudah baik dari pejabat lama supaya tetap dipertahankan dan tentunya ditingkatkan. Menurutnya, Sub Bagian Kepegawain merupakan instrumen struktural yang sangat erat kaitannya dengan kepentingan banyak orang berkenaan kenaikan golongan, jabatan fungsional, dan pensiun. Oleh karena itu, Agus berharap agar pejabat yang baru segera beradaptasi dengan lingkungan kerja di P2 Kimia sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh staf P2 Kimia. <sjw, p2k> Berita Terkait: http://lipi.go.id/berita/kepala-lipi-lantik-42-pejabat-administrasi-pengawas-dan-fungsional/20902

Baca
ZONA INTEGRITAS