Berita

RCC LIPI Delegation Attended 15th ASEAN Food Conference in Vietnam


17 November 2017

[RCC News, Ho Chi Minh City] The 15th ASEAN Food Conference (AFC), themed "Food Science and Technology: Integration for ASEAN Economic Community Sustainable Development", was held in Sheraton Hotel and Tower of Ho Chi Minh City, Vietnam on 15-17 November 2017. Not less than 400 participants from more than 20 countries, consist of researchers, technologists, business professionals, students, stakeholders in the food industry, and food business owners and managers gathered for the conferences.  Among these participants, it was estimated that about 50 persons came from Indonesia, including delegation from Research Center for Chemistry (RCC), Indonesian Institute of Sciences (LIPI). “This conference introduces recent achievements in food science and technology to strengthen product innovation and connects scientists, managers, and businesses involved in the sector, “ said the Deputy Minister of Science and Technology Tran Quoc Tuan while addressing the opening ceremony.  During the first two-day of the event, discussions around food preservation, food nutrition, food security, food product development, etc. were conducted. As the Indonesian Focal Point for Sub Comittee on Food Science and Technology (SCFST) ASEAN COST, the Director of Research Center for Chemistry LIPI, Dr. Agus Haryono was also invited to attend this biennial conference. Agus brought delegation consists of four persons from research institution, universities and scientific professional society along with him. In addition, the dissemination division, coordinated by Dr. Yenny Meliana, also accompanied this delegation particularly to manage research promotion and cooperation. Researchers from RCC LIPI presented their researches on food science and technology in the poster and oral sessions. Dr. Anny Sulaswatty and Arief A.R. Setiawan, M.Eng had an oral session that introduced “Innovation Readiness Assessment of Surfactants for Food Processing in the Research Centre for Chemistry – Indonesian Institute of Sciences”. While Agus Haryono also presented a research result on “A Study on New Product Development of Food in R&D Institution using Quality Function Deployment (QFD) by Considering Life Cycle Perspective: Case of Research Center for Chemistry -Indonesian Institute of Sciences“. The other researcher, Agustine Susilowati, MM presented poster with the entitled “Fermentation Process Optimization of Soy Beans (Glycine soja L.) and Mung Beans (Phaseolus radiatus L.) using Rhizopus oligosporus-C1 and its Identification as Source of Natural Folic Acid for Functional Food”. In the second day of conference (16/11), Dr. Agus Haryono was acted as session chair of oral presentation in the Ball Room 1 of 3rd floor. There are 5 presenters including keynote speaker moderated by Agus, in the session themed “Food Physics & Chemistry”. The presenters came from various countries such as Japan, Vietnam, Malaysia, Phillippines, and Indonesia. The topics has arisen interestingly and invited further discussion, such as sythesis of fragrant compounds, characterization of Bread Fruit starch, risk assessment of plant food supplements, and detection of Borate. During the mid-afternoon, Agus and supporting delegation from RCC LIPI held a meeting with ASEAN delegation and Indian Delegation. This meeting is to discuss a cooperation initiative between India and ASEAN, focusing on food science and technology. After a couple of sessions had passed, the closing ceremony was held in the evening. In this event, some awards were given for best graduate student paper presentation, best food court and winner of food bowl competition.  Prof. Dr. Sc. Luu Dzuan, Vice President of Vietnam Association of Food Science and Technology then provided closing remarks and ceremonial turn over to the next host country, i.e. Indonesia. Prof. Dr. Rindit Pambayun, chairman of Indonesian Association of Food Technologist, come to the stages to receives the ASEAN flag. Rindit invited Prof. Dr. Nyoman Semadi Antara from University of Udayana Bali as the local host committee and Dr. Agus Haryono of RCC LIPI as the supporting committee for the next 16th Asean Food Conference 2019 in Bali, Indonesia. Having give some speech, Rindit and other hosts performed Indonesian welcome dance along with supporting delegation from RCC LIPI and other Indonesian participants. Dressing Balinese traditional costums, they perform the dance attractively. Accompanied with theme song “Gemu Famire/ Maumere”, this dance was to invite all participants to come to AFC 2019 in Bali. In the last day of the conference, participants visited food companies in the southern provinces of Binh Duong. They visited rice paper and rice processed products enterprise in Tien Giang and tea processing enterprise in Tay Ninh. <aars/p2k>

Baca

Jajaki Kerjasama Pengembangan Bioetanol Generasi II, PT. Rekind Kunjungi P2 Kimia


09 November 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Dalam rangka penjajakan kerjasama penelitian energi terbarukan khususnya pengembangan bioetanol generasi II, PT. Rekayasa Industri (Rekind) mengunjungi P2 Kimia pada Rabu (8/11/2017). Rombongan yang dipimpin oleh Iwan Daniel Gultom, AVP Technology Researh PT. Rekind tersebut bermaksud berdiskusi dengan peneliti P2 Kimia khususnya dari Keltian Biomassa dan Lingkungan. Bertempat di Ruang Rapat Utama P2 Kimia, rombongan disambut oleh Kasubbid Diseminasi dan Kerjasama P2 Kimia, Sujarwo. Hadir para peneliti dari P2 Kimia diantaranya Prof. Yanni Sudiyani, Dr. Haznan Abimanyu, Joko Waluyo, Muryanto, Sudiyarmanto, Yan Irawan, Dian Burhani, dan Feni Amriani. “Selamat datang kepada kolega dari PT. Rekind. Kami menyampaikan permohonan maaf dari Kepala P2 Kimia karena tidak dapat hadir dalam acara hari ini. Pak Agus menyampaikan pesan bahwa P2 Kimia sangat menyambut baik inisiasi kerjasama ini dan berharap ke depan P2 Kimia dengan PT. Rekind dapat menjalin kolaborasi riset bersama,” buka Sujarwo mengawali acara kunjungan pagi itu. Guna mengetahui maksud kunjungan PT. Rekind, selanjutnya Iwan Daniel Gultom dipersilakan untuk menyampaikan sambutannya. Iwan menyampaikan bahwa dia bersama tim bermaksud menjajaki peluang kerjasama terkait pengembangan bioetanol generasi II. “Sebelumnya kami sampaikan terimakasih atas sambutan yang hangat dari P2 Kimia. Saya bersama rekan-rekan saya, Bu Rina Mariyana dan Pak Andrew Pasaribu bermaksud untuk berdiskusi dengan rekan-rekan peneliti di P2 Kimia. Seperti yang kami ketahui, P2 Kimia sudah melakukan penelitian sejak beberapa tahun yang lalu dalam upaya mengembangkan bioetanol berbasis lignoselulosa. Tentunya sudah banyak hal yang dilakukan oleh P2 Kimia. Oleh karena itu, perusahaan kami sangat berminat untuk melakukan kerjasama riset dan pengembangan bersama P2 Kimia,” ungkap Iwan menyampaikan maksud kunjungannya bersama tim. Dr. Haznan Abimanyu selaku Koordinator Keltian Biomassa dan Lingkungan lalu memaparkan kegiatan-kegiatan apa saja yang sudah dilakukan P2 Kimia dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. “Kami bersama dengan kolega dari KIST Korea pada waktu itu bekerjasama untuk mengembangkan bioetanol generasi II. Sampai dengan saat ini pun kegiatan penelitian tersebut masih terus dilakukan. Bahkan saat ini P2 Kimia ditunjuk sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk pengembangan bioetanol generasi II oleh Kemenristekdikti. Tentu dengan pengalaman dan capaian-capaian yang diperoleh sampai dengan saat ini, kami akan sangat senang apabila dapat berkolaborasi dengan PT. Rekind,” papar pria yang merupakan peneliti madya di P2 Kimia tersebut. Untuk memulai kegiatan diskusi, kemudian Prof. Yanni Sudiyani selaku koordinator kegiatan PUI Bioetanol Generasi II memberikan gambaran umum tentang kegiatan penelitian bioetanol generasi II di P2 Kimia. Lantas Yanni mengajak kolega dari PT. Rekind untuk melihat secara langsung pilot plant bioetanol generasi II yang dimiliki P2 Kimia. “Supaya diskusi lebih menarik, saya persilakan kawan-kawan dari PT. Rekind untuk mengunjungi pilot plant bioetanol generasi II. Di sana nanti kita dapat berdiskusi lebih detail,” pinta wanita yang merupakan profesor riset di P2 Kimia tersebut. Selepas kunjungan ke pilot plant bioetanol generasi II, sesi diskusi masih terus dilanjutkan antara perwakilan dari PT. Rekind dengan peneliti P2 Kimia. Dalam diskusi yang sangat hangat tersebut, diperoleh beberapa kesepakatan yang akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama antara P2 Kimia dengan PT. Rekind. Menjelang istirahat siang, sesi diskusi diakhiri dan seluruh peserta melakukan sesi foto bersama. <sjw, p2k>

Baca

Prof. M. Hanafi dan Agus Haryono Terima Penghargaan Paten Terbanyak


25 Oktober 2017

(Liputan Peran Serta P2 Kimia LIPI di ISE2017 Bagian 5) [Berita P2 Kimia, Serpong] Di hari ketiga ISE 2017 (25/10), bertepatan dengan penyelenggaraan The 2nd Indonesia International Conference on Science and Technology Park dan Seminar Nasional Teknopreneurship dan Alih Teknologi, dua orang peneliti P2 Kimia diundang untuk menerima penghargaan. Dua orang peneliti tersebut adalah Prof. Dr. M. Hanafi dan Dr. Agus Haryono. “Selamat kepada dua orang peneliti ini atas capaiannya sebagai penemu invensi paten terbanyak se-Indonesia,“ ujar Plt. Kepala LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto, M.Sc. saat memberikan sambutannya. Professor Muhammad Hanafi adalah peneliti senior di bidang bahan alam, pangan dan farmasi di P2 Kimia LIPI yang sudah menghasilkan 27 paten, sementara Dr. Agus Haryono adalah peneliti bidang polimer sekaligus Kepala P2 Kimia LIPI dengan hasil paten sebanyak 23 buah. Di samping paten, keduanya juga telah menghasilkan banyak publikasi terindeks nasional dan internasional, buku dan kerjasama penelitian. Beberapa produk penelitian Prof. M. Hanafi diantaranya terkait obat anti diabetes, anti kardiovaskuler, anti hepatitis dan anti kolesterol seperti LIPIStatin. Sementara penelitian yang pernah dipatenkan Dr. Agus misalnya plasticizer (antara lain untuk kantong darah), adjuvan vaksin, marka jalan dan polimer biosida. "Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk semakin berkontribusi dalam mengembangkan iptek dan tentunya mendorong penerapannya di Indonesia," ujar Prof. M. Hanafi saat diwawancara seusai menerima penghargaan. Turut hadir dalam penganugerahan itu adalah Kepala Pusat Inovasi LIPI, Prof. Dr. Nurul Taufikurrahman dan Staf Ahli Kemenristekdikti, Ir. Hari Purwanto, M.Sc. Di samping, itu hadir pula sejumlah pembicara luar negeri yang mengisi acara konferensi internasional itu. Konferensi ini diselenggarakan oleh Pusat Inovasi LIPI sebagai rangkaian acara Indonesian Science Expo 2017. <aars/ p2 kimia>

Baca

Malam Puncak ISE 2017, Yenny dan Tim Terima Anugerah Alih Teknologi LIPI Award


25 Oktober 2017

(Liputan Peran Serta P2 Kimia LIPI di ISE2017 Bagian 4) [Berita P2 Kimia, Jakarta]. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan malam anugerah di acara puncak Indonesian Science Expo (ISE) 2017 yang diadakan Rabu sore hingga malam hari (25/10). Acara malam anugerah ini diisi dengan penganugerahan penghargaan terhadap industri pengembang inovasi, alih teknologi LIPI Awards, kompetisi ilmiah remaja, National Young Inventor Awards (NYIA), Indonesian Youth Science Fair (IYSF) 2017 dan Special Awards. Untuk kategori Alih Teknologi Awards, tim peneliti bidang polimer Pusat Penelitian Kimia LIPI yang dimotori Dr. Yenny Meliana, berhasil meraih penghargaan tersebut bersama dengan mitranya, Novan dari PT Nanotech Herbal Indonesia. Mereka mendapatkan penghargaan atas alih teknologi untuk krim anti selulit berbasis herbal. Di samping mereka, terdapat pula tiga pasang peneliti-industri lainnya yang dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan di kategori yang sama. “Penghargaan ini membuktikan bahwa hasil penelitian LIPI mampu mendapatkan kepercayaan dari industri, “ ujar Yenny tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Yenny yang saat itu didampingi salah seorang anggota timnya, Melati Septiyanti, memang sudah cukup lama mengembangkan kosmetik berbahan baku pegagan tersebut. Kosmetik hasil temuan mereka bahkan sudah dipatenkan. Dan usaha mereka tidak sia-sia tatkala mitra industri tertarik mengembangkan produk mereka ke skala komersial. Usai penghargaan Alih Teknologi Award, acara pun dilanjutkan dengan anugerah untuk para remaja sekolah yang mengikuti kompetisi ilmiah remaja. Beberapa sekolah peserta lomba ini juga dibimbing oleh para peneliti P2 Kimia LIPI. Daftar pemenang lengkap dapat dilihat di website LIPI: http://lipi.go.id/berita/Selamat-Ini-Para-Pemenang-dan-Penerima-Anugerah-Penghargaan-di-ISE-2017/19288 <aars/ p2 kimia>

Baca

Memeriahkan Gelaran ISE 2017, P2 Kimia Suguhkan Talkshow Senjata Kimia


25 Oktober 2017

(Liputan Peran Serta P2 Kimia LIPI di ISE2017 Bagian 3) [Berita P2 Kimia, Jakarta] Rangkain Indonesia Science Expo (ISE) 2017 hari kedua, Selasa (24/10), P2 Kimia menghadirkan Talkshow Chemical Safety and Security. Talkshow bertema ‘An introduction of chemical weapons and its prevention’ tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu Wuri Wuryani, Ph.D, Kombes Pol. Drs. Andi Firdaus, dan Dr. Agus Haryono. Dimoderatori oleh Dr. Herry Yogaswara dari P2 Kependudukan LIPI, acara berlangsung dari pukul 15.00 sampai dengan 16.00. Pemaparan pertama disampaikan oleh Wuri Wuryani, wanita yang pernah berkarir sebagai peneliti di P2 Kimia dari 1982-2012. Wuri menyampaikan bagaimana dunia secara bersama-sama melalui Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) berusaha untuk melarang penggunaan senjata kimia dalam rangka menciptakan perdamaian. “Saya berkarir sebagai inspektur OPCW sejak 1999 hingga 2009. OPCW bersama dengan negara-negara di dunia bersepakat untuk melarang penggunaan senjata kimia. Tentunya Indonesia juga sudah melakukan ratifikasi terhadap konvensi pelarangan penggunaan senjata kimia atau disebut sebagai negara pihak”, terang Wuri dalam pembukaannya. Selanjutnya, Wuri memberikan penjelasan tentang kewajiban yang harus dilakukan oleh sebuah negara pihak dalam komitmennya melakukan pelarangan penggunaan senjata kimia. Wuri juga memberikan motivasi kepada para hadirin yang sebagian besar merupakan generasi muda untuk dapat mengikuti kiprahnya dalam turut serta menjaga perdamaian dunia. Ditanya oleh moderator terkait suka-duka menjadi inspektur OPCW, wanita yang berkontribusi dalam peraihan penghargaan Nobel Perdamian yang diperoleh OPCW tahun 2014 itu menyampaikan kisahnya. “Terus terang tidak banyak wanita yang menjadi inspektur OPCW. Tentunya hal ini karena kami harus siap bertugas di daerah-daerah konflik. Bahkan kebanyakan diantaranya daerah yang tidak ada dalam peta. Suatu kali saya pernah dikirim ke daerah bekas Uni Soviet dimana suhu udara di sana sangat ekstrim hampir -34oC. Kami beranggotakan enam orang harus mampu bertahan di sana selama lebih-kurang enam minggu. Sebagai wanita yang secara fisik lebih lemah dari pria, pastinya kami memiliki tantangan tersendiri. Tetapi, sisi unggul dari wanita yaitu dalam hal diplomasi. Dari pengalaman saya, ketika diplomasi dengan suatu otoritas mentok, maka para inspektur wanita inilah yang dapat menyelesaikannya”, terang wanita yang memperoleh gelar doktornya di Inggris tersebut. Berikutnya sesi pemaparan disampaikan oleh Kombes Pol. Drs. Andi Firdaus. Pria yang merupakan Kepala Bidang Kimia dan Biologi di Puslabfor Bareskrim POLRI tersebut menjelaskan tentang upaya-upaya yang dilakukan oleh POLRI dalam pencegahan penggunaan bahan kimia berbahaya untuk kejahatan. “POLRI sebagai salah satu institusi penegak hukum cukup konsen terhadap peredaran bahan kimia berbahaya. Meskipun otorisasi tersebut pada prinsipnya ada di kementrian teknis semisal Kemenperin dan Kemendag”, papar Andi. Lalu Andi memberikan gambaran tentang potensi penggunaan bahan sehari-hari untuk digunakan dalam kejahatan termasuk upaya pencegahan yang dilakukan oleh POLRI. “Berbicara potensi penyalahgunaan bahan kimia untuk kejahatan, kami pernah menemukan kasus dimana kejahatan dilakukan menggunakan bahan yang biasa digunakan sehari-hari. Tentunya kita mengenal bleaching atau pemutih. Bahan tersebut sangat mungkin untuk dimanfaatkan dalam aksi kejahatan karena kandungan klorinnya yang tinggi”, lanjut pria yang sehari-hari berkantor di Kalimalang tersebut. Pemaparan terakhir disampaikan oleh Agus Haryono. Agus selaku Kepala P2 Kimia menyampaikan tentang aspek-aspek keselamatan dan keamanan bekerja dengan bahan kimia. Agus menyampaikan bahwa kini kedua hal tersebut, yaitu keselamatan dan keamanan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. “Dahulu mungkin praktisi laboratorium lebih konsen kepada aspek keselamatan dalam berkerja menggunakan bahan kimia. Tetapi, semenjak banyaknya aksi kejahatan dengan menyalahgunakan penggunaan bahan kimia, sekarang aspek keamanan juga menjadi hal yang sangat diperhatikan. Keamanan (security) di sini dimaksudkan untuk menjamin bahwa bahan-bahan kimia, khususnya yang berbahaya terkendali dengan baik. Hal ini untuk memastikan bahwa bahan kimia tersebut tidak jatuh kepada orang yang tidak tepat. Sehingga potensi untuk disalah gunakan terminimalisir”, ungkap pria yang merupakan peneliti madya di P2 Kimia itu. Sebetulnya selama sesi pemaparan, Herry sebagai moderator memberikan kesempatan kepada peserta talkshow untuk menyampaikan pertanyaan. Antusiasme para peserta yang diantaranya merupakan mahasiswa, peneliti, siswa-siswi sekolah, termasuk perwira kepolisian dari BNPT sangat tinggi. Sehingga tanpa terasa, talkshow yang berlokasi di Stage A arena ISE 2017 di Balai Kartini tersebut telah berlalu hampir satu jam. Moderator pun menutup talkshow meskipun masih menyisakan beberapa hadirin yang ingin menyampaikan pertanyaan. Talkshow ditutup dengan pemberian cinderamata oleh Kepala P2 Kimia kepada narasumber dan moderator. <sjw/ p2k>

Baca

Hari Perdana ISE 2017, Minyak Atsiri dan Lotion Anti Selulit Jadi Primadona Science Show


23 Oktober 2017

(Liputan Peran Serta P2 Kimia LIPI di ISE2017 Bagian 2) [Berita P2 Kimia, Jakarta] Dalam rangkaian kegiatan Indonesian Science Expo (ISE) 2017, Science Show dirancang penyelenggara sebagai salah satu ajang penarik perhatian para pengujung terutama anak sekolah dan mitra industri. Bertempat di Balai Kartini, acara Science Show ISE 2017 diselenggarakan selama empat hari berturut–turut mulai 23 hingga 26 Oktober 2017. Pameran dan Science Show ini dapat dikatakan sebagai media sosialisasi yang bersifat umum untuk penjelasan teknologi yang telah dikembangkan LIPI selama 50 tahun mengabdi untuk negeri. Sementara sarana sosialisasi yang bersifat lebih ilmiah bagi akademisi dan komunitas ilmiah internasional memiliki ruangnya tersendiri dalam bentuk seminar imiah seperti International Symposium on Applied Chemistry (ISAC). P2 Kimia diberi kehormatan menjadi salah satu pengisi Science Show di hari perdana rangkaian acara ISE 2017. Proses ekstraksi minyak atsiri dan lotion anti selulit diusung sebagai teknologi tepat guna yang diperkenalkan P2 Kimia. Alat soxchlet atsiri yang dipajang di tengah panggung oleh peneliti muda P2 Kimia, Egi Agustian M.Eng, mengundang rasa ingin tahu pengujung untuk menyimak lebih lanjut. Dipandu oleh Ivan, acara Science Show menjadi lebih interaktif. Egi menjelaskan bahwa soxchlet adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengambil minyak atsiri dari suatu bahan alam di laboratorium. “Minyak atsiri itu sebenarnya apa sich kak Egi?” Tanya Ivan mewakili para penonton yang ternyata masih asing dengan kata atsiri. Egi menjelaskan bahwa minyak atsiri adalah bahan kimia yang mudah menguap yang terdapat di bagian bagian tumbuhan seperti bunga, daun, batang atau kulit kayu. “Bahan kimia ini bisa kita pindahkan dari bagian tumbuhan ke dalam zat cair tertentu lewat proses yang dinamakan ekstraksi sehingga diperoleh apa yang disebut minyak atsiri, “ terangnya. “Sederhananya, proses ekstraksi serupa dengan memisahkan tannin dari daun teh kering ke dalam air yang kemudian kita sebut sebagai minuman teh,” lanjutnya. Indonesia sebagai negara tropis yang kaya akan biodiversitas merupakan gudangnya tumbuhan yang memiliki minyak atsiri. Sebagian besar tumbuhan yang memiliki minyak atsiri lebih dikenal sebagai rempah. Maka sejatinya minyak atsiri pula lah yang mengundang negara kolonial jauh jauh datang ke Indonesia, untuk berdagang kemudian menjajah. Jika masyarakat Indonesia tidak menyadari kekayaan yang dimilikinya, bukan tidak mungkin minyak atsiri Indonesia memasuki jaman penjajahan gaya baru di mana proses ekstraksi dan pemasarannya dimonopoli oleh negara asing. Kuis-kuis seru digelar oleh Egi dan Ivan untuk menguji pengetahuan minyak atsiri pengunjung. Pengunjung diminta mencium beberapa botol berisi minyak atsiri lalu menebak dari tumbuhan apa minyak ini berasal. Para pengunjung yang berhasil menebak dengan benar mendapatkan cinderamata berupa sabun transparan beraroma minyak atsiri. Pengunjung semakin antusias mengikuti acara untuk mendapatkan sabun minyak atsiri. Sayembara pun diperluas menjadi tanya-jawab mengenai daerah di Indonesia yang memiliki banyak tumbuhan minyak atsiri tersebut. Ternyata banyak juga pengunjung yang tahu bahwa Aceh punya banyak nilam namun baru kali ini mencium minyak nilam. Sebaliknya, banyak yang langsung kenal aroma cengkeh tetapi baru tahu kalau Sulawesi memiliki kebun cengkeh yang luas. “Naah... Kalau cendana ada dimana?” tanya Egi kemudian. Sebagian menjawab Nusa Tenggara. “Salaah... Cendana adanya di Jakarta, rumah Pak Harto dulu”. Celetukan Ivan disambut gelak tawa para pengunjung. Peragaan kedua Science Show: Lotion Anti Selulit Melati Septiyanti S.T. M.T., peneliti muda lainnya dari P2 Kimia kemudian menyampaikan bahwa penggunaan minyak atsiri tidak hanya pada sabun transparan. Melati kemudian menjelaskan bagaimana membuat bahan dasar lotion sebagai salah satu media untuk menerapkan penggunaan minyak atsiri.  Misalnya saja minyak sereh wangi bisa digunakan sebagai campuran lotion untuk kemudian dijual sebagai lotion pengusir nyamuk. Namun kali ini, komponen aktif yang digunakan dalam lotion bukan minyak sereh, tetapi ekstrak daun pegagan. Lotion ekstrak daun pegagan telah teruji secara klinis mampu mengurangi selulit pada pada kulit. Masih berusaha memperkenalkan pegagan, Melati menampilkan foto daun pegagan. “Saya tadi melihat ada anjungan di pameran ini yang memamerkan daun pegagan. Siapa yang bisa mengambil foto daun pegagan dan menunjukkannya pada saya, akan mendapatkan hadiah lotion anti selulit“ kata Melati sambil menunjukkan lotion dalam kemasan cantik di tangannya. Pengunjung yang sebagian adalah siswa sekolah menengah langsung berlarian berkeliling mencari pohon pegagan yang dimaksud. “Selulit itu biasa juga disebut stretch mark, begitu khan kak Melati?” tanya Ivan menggali penjelasan. Setelah diamini Melati, Ivan lebih yakin dalam menjelaskan lebih lanjut apa itu selulit. “Jadi biasanya, saat kulit kita tertarik lalu dikembalikan ke keadaan awal, misalnya dulunya gemuk lalu sekarang kurus, seperti ibu-ibu yang hamil lalu melahirkan, maka permukaan kulit tidak lagi semulus sebelum tertarik, “ terangnya. Selulit tidak hanya pada perempuan. Selulit juga bisa terjadi pada laki-laki misalnya yang sering melakukan olah raga seperti push-up. Di bagian pangkal lengan juga bisa terbentuk kerutan kerutan selulit. Karena itu mengapa binaragawan melaburi kulitnya dengan minyak sebelum bertanding. Dibantu Sri Harmami, asisten peneliti, Melati kemudian menunjukkan bahwa meracik lotion bisa dilakukan menggunakan alat-alat rumah tangga sederhana. Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara tiga komponen utama, air, minyak, dan komponen yang menjaga air dan minyak tetap stabil dalam campuran emulsi yang dinamakan surfaktan. Pencampuran bisa dilakukan dengan pengaduk listrik (mixer) rumah tangga. Semakin kencang putarannya maka semakin kecil partikel koloid dalam emulsi sehingga semakin mudah menyelusup ke dalam pori kulit. Di laboratorium, Melati menggunakan kecepatan putar 10.000 rpm sehingga ukuran partikel koloid yang diperoleh sepersejuta meter, yang dikenal dengan nanoemulsi. Kemeriahan Science Show diakhiri dengan pembagian lotion yang diracik di atas panggung. Para pengunjung terlihat antusias untuk memperoleh lotion anti selulit. Melalui sabun transparan dan lotion anti selulit, semoga pesan utama dari kedua produk P2 Kimia ini sampai ke rumah dan hati para pengunjung. Bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang menunggu keberanian rakyatnya untuk memanfaatkannya demi meningkatkan kesejahteraan karena ternyata teknologi dan peralatan yang diperlukan bisa dikuasai oleh anak bangsa. Semoga. <TBB /p2k>

Baca

Melalui Kegiatan 'The 3rd ISAC 2017', P2 Kimia Promosikan Kerjasama Internasional


23 Oktober 2017

(Liputan Peran Serta P2 Kimia LIPI di ISE2017 Bagian 1) [Berita P2 Kimia, Jakarta] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar perhelatan akbar Indonesia Science Expo (ISE) 2017. ISE 2017 dimulai Senin (23/10) di Balai Kartini Jakarta, dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Menko PMK, Puan Maharani dalam sambutan pembukaan mengatakan, saat ini pembangunan infrastruktur akan lebih baik apabila didukung riset inovatif.  “Bisa dibayangkan riset yang inovatif dan kreatif bisa dilakukan apabila ada wadah yang tepat untuk menyetimulasinya sehingga Iptek kita bisa maju,” katanya. Menurutnya lagi, ajang ISE bisa menjadi wadah untuk pemanfaatan Iptek ini. ISE mampu menghadirkan berbagai kalangan mulai dari industri, ilmuwan, swasta, pemerintah hingga pemangku kepentingan lainnya untuk bertemu dan bersinergi dalam pembangunan nasional. Selain berisi kegiatan pameran sains dan teknologi, ISE 2017 juga menyelenggarakan berbagai seminar dan simposium ilmiah, talkshow, science show, temu bisnis, serta pemberian berbagai penghargaan kepada pelaku Iptek. Sebagai satuan kerja dari LIPI, P2 Kimia ambil bagian dengan menyelenggarakan The 3rd International Symposium on Applied Chemistry (ISAC) 2017. ISAC 2017 ini memfasilitasi berbagi gagasan dan pengalaman penelitian terkini dan aplikasinya di bidang terkait kimia, serta untuk mempromosikan kerja sama internasional antar peserta. Peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi industri dan perwakilan instansi pemerintah berpartisipasi dalam acara ini sebagai pemakalah maupun peserta. Kegiatan yang berlangsung di Balai Kartini Senin-Selasa (23-24/10) tersebut menghadirkan pembicara kunci diantaranya Prof. Dr. David Lennon (University of Glasgow, United Kingdom), Prof. Dr. Hisao Kokusen (Tokyo Gakugei University, Jepang), Dr. Ir. Syahrul Aiman (P2 Kimia LIPI), Prof. Dr. Silvester Tursiloadi (P2 Kimia LIPI), Prof. Dr. Ing. Misri Gozan, M.Tech (Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia), Prof. Dr. Karna Wijaya (Departemen Kimia UGM), Prof. Dr. Joachim Wink (Helmholtz Centre for Infection Research, Jerman). Ditemui usai sesi pembukaan, Dr. Adep Dwiatmoko selaku ketua panitia ISAC 2017 mengungkapkan bahwa kegiatan tahunan yang sudah dimulai sejak 2015 lalu selalu mengundang antusiasme yang tinggi. “Saya sangat senang bahwa antusiasme dari kolega-kolega sangat tinggi untuk berpartisipasi dalam ISAC. Tercatat selalu lebih dari seratus peserta berpartisipasi sejak pertama kali diselenggarakan di Bandung 2015 lalu. Hal ini tentunya tidak terlepas dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan simposium ini dari tahun ke tahun”, ungkap Adep yang merupakan salah satu peneliti muda di P2 Kimia tersebut. “Selain itu, pada kesempatan tahun ini, ISAC juga dilengkapi dengan workshop terkait karakterisasi material dan analisis kimia yang akan diselenggarakan di laboratorium kami di Serpong pada 25 Oktober mendatang. Ini merupakan salah satu bentuk peningkatan yang kami lakukan”, lanjut Adep memberikan penjelasan. Makalah yang dipresentasikan oleh peserta dalam ISAC 2017 selanjutnya akan dipublikasikan dalam American Institute of Physic (AIP) Conference Proceeding, sebuah prosiding terindeks Scopus. Lebih dari itu, beberapa makalah terpilih akan dipublikasikan dalam International Journal on Advance Science, Engineering and Information Technology (IJASEIT), Chemistry and Chemical Technology (ChemChem Technol), serta Communications in Science and Technology (CIST). Dikutip dari situs resmi The 3rd International Symposium on Applied Chemistry (ISAC) 2017, tercatat sebanyak 186 orang mendaftar dalam simposium yang bertemakan 'Advances in suistainable energy and chemical feedstocks' tersebut. Adapun sejumlah 97 peserta mempresentasikan makalah secara oral, sedangkan 59 peserta mempresentasikan makalah dalam bentuk poster. Topik-topik yang dipresentasikan oleh pemakalah meliputi food science/technology, organic chemistry, analytical chemistry, inorganic chemistry, material chemistry, environmental chemistry, green chemistry, medicinal chemistry, chemical biology, biochemistry, chemical engineering, electrochemistry, computational chemistry, dan physical Chemistry. <sjw/ p2k>

Baca

Pusat Penelitian Kimia Selenggarakan International Workshop on Biomass for Biofuels


19 Oktober 2017

Bahan bakar nabati (BBN) dianggap memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi karena menggunakan bahan baku limbah pertanian dan kehutanan. BBN ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu mengeliminasi emisi gas penyebab efek rumah kaca. [Berita P2 Kimia, Serpong] Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia melalui peraturan No. 12 tahun 2015 telah menetapkan bahwa pemanfaatan bahan bakar nabati atau biofules yaitu biodiesel, bioetanol, khususnya bioetanol (E100) sebagai campuran bahan bakar minyak di tahun 2020 pada berbagai jenis sektor yang terdiri dari usaha mikro, usaha perikanan, usaha pertanian, transportasi dan pelayanan umum (PSO), transportasi non PSO dan Industri dan komersial adalah masing-masing sebanyak 20%. Hal ini meningkatkan gairah dan animo peneliti dan pelaku industri di bidang bahan bakar nabati untuk lebih mempercepat implementasi penggunaan bioetanol, salah satunya sebagai bahan bakar nabati. Prof. Dr. Yanni Sudiyani, Peneliti Utama Bioetanol Biomassa Lignoselulosa dari Pusat Penelitian Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengungkapkan bahwa peningkatan penggunaan bahan bakar nabati (BBN) di Indonesia yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah memperlihatkan dukungan dan keseriusan pemerintah yang begitu besar terhadap pemanfaatan bahan bakar nabati di Indonesia.     “Pada saat ini, biofuels khususnya biodiesel dan bioetanol memang menjadi primadona. Orang-orang sudah mulai concern terhadap lingkungan. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Kandungan oksigen yang tinggi (35 %), emisi gas karbon monoksidanya juga lebih rendah 19-25 % sehingga tidak memberikan kontribusi pada akumulasi karbon dioksida di atmosfer”, ungkap wanita yang merupakan profesor riset tersebut.    Melimpahnya biomassa, khususnya lignoselulosa di Indonesia membuka kesempatan besar terwujudnya bahan bakar yang lebih cost-effective. Karena bahan bakunya bioetanol generasi dua ini adalah limbah pertanian dan kehutanan yang nota bene adalah sampah.  Berbeda dengan bioetanol generasi satu yang dihasilkan dari pati yang terdapat dalam bahan pangan, bioetanol generasi dua dari lignoselulosa tidak akan menyebabkan krisis harga bahan baku. Walaupun memang teknologi proses bioetanol generasi satu lebih mudah dan murah karena tidak memerlukan perlakuan awal. Struktur lignoselulosa yang kompleks memerlukan perlakuan awal yang cukup sulit dan tidak murah. Pusat penelitian Kimia LIPI sedang mengembangkan teknologi kilang hayati (Biorefinery) dengan cara memanfaatkan limbah produksi menjadi bahan kimia adi dengan nilai tambah (added value). Dengan teknologi ini, diharapkan dapat menekan biaya produksi seminimal mungkin.  Sejak tahun 2011, dengan menggunakan Pilot Plant berkapasitas 10 liter/hari, Pusat Penelitian Kimia sudah berhasil memproduksi bioetanol kemurnian tinggi sebesar 99,5%. Kemudian mulai 2017 ini, Kementerian RISTEK DIKTI menunjuk Pusat Penelitian Kimia sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Bioetanol Genereasi Dua. Pusat Penelitian Kimia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri (PPBBI) dan dukungan dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menyelenggarakan International Workshop on Biomass for Biofuels dengan tema “Future Prospects of Biomass Towards Sustainable Energy”. Workshop diselenggarakan selama dua hari dari Kamis sampai Jumat (19–20/10/2017) di Gedung Graha Widya Bakti PUSPIPTEK dan Pusat Penelitian Kimia. Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari kalangan peneliti, akademisi dan pelaku industri tersebut berisi lecture dari para pakar biofuel, salah satunya adalah Prof. M. J. Taherzadeh dari University of Boras, Swedia. Pembicara kunci lainnya yaitu Prof. Yutaka Nakashima dari Hiroshima University-Jepang, Dr. Paripok Phitsuwan dari King Mongkut's University-Thailand,  Ir. Rida Mulyana, M.Sc. dari Kementrian ESDM, Prof. Dr. Ir. Erliza Hambali dari IPB, Dr. Tito Prakoso dari ITB, Dr. Haznan Abimanyu dan Dr. Edi Wiloso dari Pusat Penelitian Kimia. Untuk lebih mengenalkan kegiatan penelitian pengembangan biofuel di Pusat Penelitian Kimia, dilakukan juga demo pilot plant untuk memproduksi bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit. Tidak hanya untuk memperkenalkan prospek teknologi bioenergi dari biomassa lignoselulosa, workshop ini diharapkan menjadi ajang pertemuan para akademisi, peneliti dan pelaku industri dalam dan luar negeri untuk saling sharing informasi dan berkolaborasi dalam pengembangan teknologi produksi biofuels di masa yang akan datang. <db/ p2k>

Baca

Inisiasi Kolaborasi Riset, Staf Pengajar King Mongkut’s University Thailand Kunjungi P2 Kimia


18 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Selasa (17/10), P2 Kimia mendapat kunjungan dari Dr. Paripok Phitsuwan staf pengajar King Mongkut’s Univeristy of Technology Thonburi (KMUTT) Thailand. Paripok merupakan staf di School of Bioresources and Technology KMUTT. Kunjungan tersebut dalam rangka inisiasi kerjasama pengembangan bioetanol berbasis lignin. Disambut oleh Dr. Arthur Lelono selaku Plh. Kepala P2 Kimia, acara berlangsung di Ruang Rapat Lt. 1 P2 Kimia. Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Prof. Dr. Yani Sudiyani, Dr. Haznan Abimanyu, Feni Amriani, Muryanto, dan beberapa staf peneliti P2 Kimia lainnya. “Selamat datang di P2 Kimia kepada Dr. Paripok Phitsuwan. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami atas kunjungan ini. Kami harapkan ke depan kedua institusi dapat melakukan kerjasama yang erat. Saya yakin banyak hal yang dapat kita lakukan bersama bukan hanya terbatas pada pengembangan bioetanol saja,” buka Arthur mengawali acara pagi itu. Selanjutnya Arthur memaparkan gambaran umum tentang P2 Kimia. Dalam presentasinya, pria yang juga merupakan peneliti kimia bahan alam tersebut menekankan tentang kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh P2 Kimia dalam pengembangan energi alternatif. Selain itu, Arthur juga memaparkan tentang kegiatan-kegitan lain di P2 Kimia yang dilakukan oleh kelompok-kelompok penelitian. “Kami telah bekerjasama dengan KIST Korea dalam pengembangan bioetanol generasi 2. Silakan nanti bersama dengan rekan-rekan peneliti kami Dr. Paripok dapat mengunjungi pilot plan. Tentunya juga melihat fasilitas kami lainnya,” ujar Arthur kepada Paripok. Untuk mengetahui  School of Bioresources and Technology KMUTT, kemudian Paripok dipersilakan memberikan pemaparannya. Dalam presentasinya Paripok menjelaskan kegiatan-kegiatan penelitian apa saja yang menjadi konsen di School of Bioresources and Technology khususnya. Pria yang memiliki fokus penelitian dalam pengembangan bioetanol tersebut menyampaikan bahwa dia bersama dengan rekan-rekannya sangat antusias untuk dapat berkolaborasi dengan P2 Kimia. “Dekan kami saat ini memang sangat aktif untuk dapat berkolaborasi dengan Indonesia. Dalam satu tahun ini, beliau sudah tiga kali berkunjung ke Indonesia khususnya ke kampus-kampus. Selain untuk menawarkan peluang studi di KMUTT, kami juga sangat tertarik untuk dapat melakukan penelitian bersama dengan kolega-kolega peneliti di sini. Saya sangat tertarik dengan P2 Kimia sebab ternyata kita memiliki salah satu fokus penelitian yang sama,” ungkap Paripok dalam sesi presentasinya. Lalu Paripok memberikan penjelasan secara lebih rinci tentang penelitian apa saja yang sudah dilakukannya bersama dengan tim di Thailand. Diskusi berlangsung hangat antara kedua belah pihak. Nampak Prof. Yanni Sudiyani dan tim begitu antusias untuk menggali potensi-potensi yang dapat disinergikan antara kelompok penelitiannya dengan kelompok penelitian Paripok. Begitu juga dengan Dr. Haznan Abimanyu selaku koordinator kelompok penelitian biomassa dan kimia lingkungan di P2 Kimia. Sehingga tanpa terasa waktu istirahat siang telah tiba. Setelah istirahat dan makan siang, Paripok dipersilakan untuk melihat fasilitas-fasilitas yang ada di P2 Kimia. Dipandu oleh Feni Amriani, peneliti bidang biomassa di P2 Kimia, kunjungan dimulai dari pilot plan bioetanol. Berikutnya, Feni mengajak Paripok untuk berkunjung ke fasilitas lain diantaranya laboratorium pengujian. Mengakhiri acara kunjungan tersebut, dilakukan foto bersama di depan lobi P2 Kimia. <sjw/ p2k>

Baca

Alih Teknologi Penelitian Atsiri, P2 Kimia Bantu Kelompok Tani di Pandeglang


16 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Pandeglang] Dalam rangka Tasyakuran Peresmian Penyulingan dan Temu Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Nilam, Kelompok Tani Hutan (KTH) Mukti Tani Kecaman Pandeglang mengundang P2 Kimia secara khusus. Melalui kerjasama antara P2 Kimia dengan PT Graha Atsiri Indonesia, KTH Mukti Tani mendapatkan bantuan teknis penyulingan minyak nilam. Acara yang berlangsung Senin (16/10) tersebut dihadiri juga oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Hadir dari P2 Kimia dalam peresmian tersebut yaitu Prof. Dr. Silvester Tusiloadi (Koordinator Keltian Teknologi Proses dan Katalis) serta Egi Agustian selaku peneliti teknologi proses. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pandeglang. Dalam sambutannya Kepala Dinas menegaskan bahwa Pemkab Pandeglang sangat mendorong sektor usaha kecil menengah, koperasi, dan kelompok tani untuk menggali potensi di wilayahnya masing-masing. Ketua KTH Mukti Tani, Ismail menyampaikan bahwa dia bersama rekan-rekan sangat berterimakasih atas dukungan dari Pemkab Pandeglang, PT Graha Atsiri Indonesia dan LIPI. Ismail berharap agar kegiatan-kegiatan pemberdayaan UMKM semacam ini terus digalakkan oleh pemerintah guna mendorong perekonomian masyarakat pedesaan. "Tentu harapan kami, kelompok tani, agar kegiatan-kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat semacam ini terus digalakkan. Kami sangat merasa terbantu apabila ada para ahli yang mendampingi kami seperti pengembangan proses penyulingan minyak nilam ini," ujar Ismail menyampaikan. Dari P2 Kimia, Prof. Tursiloadi diminta untuk memberikan sambutan. Pria yang akrab disapa Adi tersebut menyampaikan bahwa P2 Kimia sangat senang dapat bekerjasama dengan KTH Mukti Tani. “Kami memiliki pengalaman yang panjang dalam hal pengembangan teknologi penyulingan atau ekstraksi. Khususnya untuk minyak atsiri. Sebagai bagian dari instansi pemerintah, tentunya P2 Kimia sangat terbuka untuk bekerjasama dan memberikan kontribusinya kepada kelompok tani, koperasi, dan usaha kecil menengah lainnya,” ungkap pria yang merupakan profesor riset tersebut. Sebagai informasi, alat penyulingan kapasitas 400 liter yang digunakan oleh KTH Mukti Tani Pandeglang merupakan salah satu produk inovasi P2 Kimia. Alat tersebut mendapat pendanaan dari program Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Daerah (IPTEKDA) LIPI. Melalui program IPTEKDA tersebut, LIPI ingin memberi nilai tambah bagi produk UMKM. Kemudian, pelaksanaan program tersebut merupakan perwujudan sinergitas antara lembaga penelitian dengan UMKM serta stakeholder terkait. Ditemui dalam rangkaian acara, Egi Agustian selaku peneliti yang selama ini sangat konsen dalam pengembangan teknologi penyulingan minyak atsiri menyampaikan harapannya. Pria yang merupakan peneliti muda di P2 Kimia tersebut ingin agar teknologi-teknologi yang dikembangkan dia bersama tim dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. “Tentu sebagai peneliti kami sangat senang apabila hasil-hasil inovasi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi jika dapat meningkatkan nilai ekonomi dari hasil perkebunan seperti sekarang ini di KTH Mukti Tani. Apabila diperlukan, saya bersama rekan-rekan di P2 Kimia akan sangat senang untuk dapat membantu. Harapannya, semoga alat yang ada saat ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh rekan-rekan di sini,” tutur Egi kepada peserta acara. Setelah prosesi pembukaan, acara tasyakuran dan temu usaha tersebut pun dilanjutkan. Para peserta yang merupakan anggota kelompok tani tersebut dipersilakan untuk berdiskusi dengan jajaran Pemkab Pandeglang maupun perwakilan dari LIPI. Setelah sesi diskusi, para tamu undangan diberikan kesempatan untuk melihat-lihat aktivitas penyulingan di KTH Mukti Tani. Menjelang istirahat dan makan siang acara ditutup oleh ketua KTH Mukti Tani. <sjw/ p2k>

Baca

Pelantikan Pejabat di LIPI, Tiga Pejabat Struktural P2 Kimia Turut Diambil Sumpah


10 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Senin (9/10/2017), Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subiyanto melantik 42 pejabat baru. Seperti dikutip dari laman resmi LIPI, sebanyak 40 orang merupakan pejabat struktural dan dua orang adalah pejabat fungsional. Acara yang berlangsung di Auditorium LIPI tersebut dimaksudkan untuk melantik pejabat struktural eselon 2, eselon 3, dan eselon 4 serta pejabat fungsional. Ini merupakan kali kedua LIPI melatik pejabat fungsional setelah sebelumnya pada September lalu telah dilakukan pelantikan terhadap 44 pejabat fungsional lainnya. Dalam sambutannya pada acara pelantikan, Bambang menyampaikan supaya setiap pejabat mampu menginspirasi dan memotivasi sivitas LIPI di lingkungan satuan kerjanya masing-masing. “Kami berharap para pejabat yang baru dilantik hari ini mampu melakukan perubahan-perubahan, membangun dan mengembangkan sistem yang sudah ada agar mendukung hasil kerja yang semakin efektif dan efisien,” pesan Bambang kepada para pejabat yang dilantik. Apalagi tantangan ke depan akan semakin berat di era globalisasi. Bambang ungkapkan, kemajuan teknologi saat ini telah memberikan kemudahan transaksi antar negara, tetapi di satu sisi hal tersebut menjadi tantangan daya saing bangsa. “Menipisnya kondisi batas negara dan masyarakat yang menjadi single world society menyebabkan persoalan daya saing dan kedaulatan bangsa menjadi hal yang patut diperhatikan,” lanjutnya. Sementara itu, dari P2 Kimia, turut dilantik sebanyak 3 pejabat struktural baru. Mereka yaitu Hendris Hendarsyah sebagai Plt. Kasubbid Sarana Penelitian Khusus, Andri Prihatmoko sebagai Kasubbag Keuangan, dan Dian Hailani sebagai Kasubbag Umum. Dari ketiga pejabat yang dilantik, Hendris dan Dian merupakan pejabat struktural baru, sedangkan Andri sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Umum. Ditemui setelah prosesi pelantikan, Agus Haryono, Kepala P2 Kimia menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapannya kepada para pejabat yang baru dilantik. “Saya sampaikan selamat kepada rekan-rekan yang baru saja dilantik menjadi pejabat struktural di P2 Kimia. Teriring doa semoga dapat menjalankan tugas serta amanah dengan baik. Sesuai pesan dari Pak Bambang tadi, saya mengharapkan pejabat yang baru dilantik dapat melakukan perubahan dan perbaikan di P2 Kimia. Apa yang sudah baik dari pejabat sebelumnya supaya dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ungkap Agus. “Kepada pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya, saya secara pribadi menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama yang baik selama ini. Bagi Bapak/Ibu yang kembali di kelompok penelitian, saya harapkan dapat melanjutkan karyanya. Fokus melakukan penelitian kembali dan menorehkan prestasi untuk kemajuan Iptek,” lanjut Agus menyampaikan pesan kepada pejabat sebelumnya. <sjw/ p2k> Berita terkait: http://lipi.go.id/berita/42-Pejabat-Dilantik-Ini-Pesan-Pelaksana-Tugas-Kepala-LIPI/19212

Baca

PT Futami F&B: Besar Harapan, Penelitian P2 Kimia Dapat Diaplikasikan di Tempat Kami


06 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Dalam rangka menginisiasi kerjasama penelitian antara PT Futami Food & Beverage dengan P2 Kimia, Jum’at (6/10/207) perwakilan dari perusahaan yang berlokasi di Caringin, Bogor tersebut berkunjung ke P2 Kimia. Rombongan yang terdiri dari empat orang itu dipimpin oleh Irianton Daely. Diterima oleh Sujarwo, Kasubbid Kerjasama P2 Kimia, rombongan dipersilakan untuk menuju ruang rapat lantai 2. Hadir dari P2 Kimia yaitu Dr. Ajeng Arumsari, Muryanto, dan Feni Amriani, peneliti kimia lingkungan. “Selamat datang kepada kolega dari PT Futami ke kantor kami. P2 Kimia sebagai salah satu satuan kerja di LIPI memiliki kelompok penelitian Biomass and Environmental Chemistry. Kelompok penelitian ini sangat konsen dengan permasalahan lingkungan. Seperti Bu Ajeng yang selama ini fokus mengembangkan teknologi untuk pengolahan limbah. Oleh karena itu, kami sangat senang apabila dapat bekerjasama dengan PT Futami untuk mengaplikasikan hasil penelitian P2 Kimia,” ungkap Sujarwo membuka pertemuan tersebut. Selanjutnya, Irianton selaku pimpinan rombongan dari PT Futami memperkenalkan profil perusahaannya. “Plant PT Futami berlokasi di Jl. Mayjen H.E. Sukma Km 18 Caringin Bogor. Kami fokus pada produksi minuman seperti teh, korma, dan sari buah. Perusahaan kami telah tersertifikasi halal dari MUI, ISO 9001, ISO 22000 dan Proper dari KLHK,” papar Irianton memperkenalkan profil perusahaannya. Lalu, pria yang merupakan Plant Manajer tersebut memperkenalkan timnya dan menyampaikan tujuannya berkunjung ke P2 Kimia kali ini. Irianton menungkapkan bahwa perusahaannya tertarik untuk bekerjasama mengaplikasikan penelitian P2 Kimia dalam bidang pengolahan limbah. Setelah membaca profil P2 Kimia, dia kemudian mengetahui bahwa P2 Kimia melakukan penelitian tentang elektrokoagulasi. Berawal dari berkomunikasi dengan Dr. Ajeng Arumsari selaku ketua tim peneliti pengolahan limbah di P2 Kimia, Irianton berinisiatif untuk berdiskusi secara lebih detail. “Kami berharap penelitian yang dilakukan P2 Kimia nantinya dapat diaplikasikan di tempat kami. Salah satu penelitian yang kami baca yaitu tentang elektrokoagulasi. Perusahaan kami sangat tertarik dengan teknologi ini. Oleh karena itu kami sangat antusias apabila ke depan dapat bekerjasama dengan P2 Kimia untuk mengembangkan dan mengaplikasikan di tempat kami,” lanjut Irianton menjelaskan maksud kedatangannya ke P2 Kimia. Muryanto, peneliti kimia lingkungan P2 Kimia memberikan pemaparannya terkait hasil penelitian pengolahan limbah. ”Kami telah melakukan beberapa percobaan aplikasi terhadap berbagai macam limbah industri. Dari hasil penelitian kami, elektrokoagulasi cukup efektif diterapkan pada skala laboratorium termasuk limbah dari pabrik makanan dan minuman. Akan tetapi, untuk skala industri memang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” Muryanto menjelaskan dalam pemaparannya. Kemudian diskusi hangat pun terus berlanjut antara peneliti P2 Kimia dengan perwakilan dari PT Futami. Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat sehingga acara yang berlangsung setengah hari tersebut pun berakhir. Sebagai tindaklanjut dari pertemuan tersebut, berikutnya kedua belah pihak sepakat untuk menyusun perjanjian kerjasama antara PT Futami dengan P2 Kimia. <sjw/ p2k>

Baca

Kerjasama Disdagperin Kabupaten Muna dengan P2 Kimia Bukti Nyata Kiprah LIPI di Daerah


04 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Bertempat di Media Center LIPI, Rabu (4/10/2017) dilakukan penandatangan kerjasama antara Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Muna dengan P2 Kimia. Acara penandatangan diawali dengan sambutan dan pengantar dari Biro Kerjasama Hukum dan Humas (BKHH) LIPI. Yusuar, selaku Kepala Bagian Bina Ilmiah Masyarakat BKHH menyampaikan bahwa LIPI sangat terbuka untuk bekerjasama dengan Pemda. “Pertama-tama, saya mewakili Ibu Kepala Biro menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir pada acara pagi ini. LIPI dengan multidisplinnya sangat welcome untuk bekerjasama dengan Pemerintah Daerah. Kami mengembangkan banyak teknologi yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat. Salah satu satker kami yaitu Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (Pusbang TTG) sangat aktif bekerjasama dengan Pemda. Begitu juga dengan P2 Kimia, mereka juga banyak bekerjasama dengan industri,” ungkap Yusuar membuka acara penandatanganan pagi itu. Berikutnya, perwakilan dari Disdagperin Kabupaten Muna dipersilakan untuk memperkenalkan diri dan memberikan sambutannya. La Ode Muhammad Taufiq mewakili Kepala Disdagperin memberikan sambutan. “Kami juga menyampaikan permohonan maaf dari Kadis kami dikarenakan tadi malam harus kembali ke Muna sehingga pagi ini tidak dapat hadir di acara yang sangat penting ini. Penandatangan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan P2 Kimia ke tempat kami beberapa waktu yang lalu. Pada saat itu kami mengundang tim dari P2 Kimia untuk melihat potensi yang ada di Kabupaten Muna sekaligus memberikan rekomendasinya. Oleh karena itu, pagi ini Disdagperin dan P2 Kimia berkomitmen untuk bekerjasama lebih intens dalam rangka menggali potensi pengembangan sumber daya alam di tempat kami. Mewakili Pak Kadis, sekali lagi kami mengucapkan terimakasih atas sambutan baik dari P2 Kimia pada khususnya dan LIPI pada umumnya,” terang Taufiq memberikan sambutannya. Yenny Meliana selaku Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian lalu dipersilakan untuk menyampaikan sambutan mewakili Kepala P2 Kimia. Dalam pemaparannya, Yenny mengungkap bahwa Kabupaten Muna memiliki potensi yang sangat besar. “Kebetulan saya merupakan bagian tim P2 Kimia yang berkunjung ke Kabupaten Muna. Kami melihat di sana banyak menghasilkan produk-produk unggul seperti nilam, jambu mete, rumput laut, jati, dan lainnya. Melalui pengalaman dan hasil-hasil penelitian yang sudah P2 Kimia lakukan, harapannya P2 Kimia dapat berkontribusi untuk Kabupaten Muna. Kemarin Pak Yan Irawan dan Pak Egi Agustian sudah memberikan laporan dan rekomendasi dari hasil kunjungan kami ke Kabupaten Muna,” Yenny menyampaikan dalam sambutannya. Dalam kesempatan tersebut BKHH juga mengundang Kepala Pusbang TTG, Yoyon Ahmudiarto. Yoyon mengungkapkan bahwa Pusbang TTG memiliki banyak teknologi terapan yang dapat dimanfaatkan oleh Pemda. Yoyon juga menyampaikan bahwa Pusbang TTG memiliki banyak paket pelatihan teknologi tepat guna. “Kantor kami berlokasi di Subang. Selama ini, sudah banyak Pemda yang melakukan pelatihan teknologi tepat guna baik datang ke Subang maupun kami yang berkunjung ke sana. Beberapa yang menjadi andalan kami yaitu teknologi pengolahan air bersih dan mesin pengering. Saya sangat senang apabila ke depan Kabupaten Muna ingin memanfaatkan teknologi tepat guna yang kami kembangkan,” ujar Yoyon memaparkan. Kemudian acara inti di hari tersebut, yaitu penandatangan kerjasama pun dilakukan. Untuk seremoni penandatanganan, Ridwan Stiaji selaku Kesubbag Kerjasama Dalam Negeri BKHH meminta Yenny mewakili Kepala P2 Kimia dan Taufiq mewakili Kepala Dinas Disdagperin untuk maju ke depan. “Untuk prosesi penandatanganan kerjasama, kami meminta Bu Yenny dan Pak Taufiq untuk memberikan paraf terlebih dahulu sebelum nantinya ditandatangani oleh Pak Kadis dan Pak Kapus masing-masing,” pinta Ridwan kepada Yenny dan Taufiq. Acara pun dilanjutkan dengan ramah-tamah dan diskusi antara perwakilan dari Kabupaten Muna dengan perwakilan dari LIPI. Dari P2 Kimia nampak Egi Agustian dan Yan Irawan yang merupakan peneliti teknologi proses terlibat aktif dalam diskusi. Selain itu, BKHH juga mengundang perwakilan dari P2 Oseanografi yang memberikan gagasan tentang pengembangan rumput laut. Menjelang istirahat siang, acara pun ditutup oleh Yusuar. <sjw/ p2k>

Baca

Di Ajang PIF, Agus Terangkan Manajemen Keselamatan dan Keamanan Kimia


02 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] P2 Kimia LIPI tampak all out mendukung pagelaran Puspiptek Innovation Festival (PIF) 2017. Mulai dari keterlibatan di acara writingthon, peragaan sains kimia seru, pameran, lomba menggambar hingga workshop iptek. Di acara workshop, Kepala P2 Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono, turut menjadi pembicara untuk menyampaikan pentingnya manajemen keamanan dan keselamatan bahan kimia. “Workshop ini merupakan salah satu wadah penyampaian edukasi iptek dari instansi di Kawasan Puspiptek kepada masyarakat luas,“ terang Ganang Sukoco dari TBIC Puspiptek yang menjadi moderator pagi hari itu (30/09/2017). Bertempat di ruang 1001 Graha Widya Bhakti Puspiptek, acara dimulai pukul 9 pagi. Tampak para peserta dari berbagai lembaga baik dalam maupun luar Puspiptek mulai memadati ruangan. Acara ini juga dihadiri oleh para pelajar yang juga tengah berkunjung di pameran PIF. “Potensi bahaya kimia ada sekitar kita, dari rumah tangga, akademisi hingga industri,“ ujar Agus memulai paparannya. “masih hangat menjadi pemberitaan media misalnya kasus kopi sianida, penyiraman air keras hingga kecelakaan di lab kampus,“ jelas peneliti senior yang menggeluti polimer ini mengilustrasikan beberapa contoh. Agus selanjutnya menerangkan bahaya penggunaan bahan kimia sebagai senjata. Bahaya senjata kimia dapat menyerang melalui mulut, kulit, mata, sistem syaraf hingga menyebabkan tubuh sulit bernafas, mual, muntah, kejang-kejang, lumpuh fisik dan mental hingga kematian. Kasus ini terjadi di berbagai belahan dunia sehingga muncul kesadaran bersama untuk menanggulanginya. “Oleh karena itu pada tahun 1993 ditandatangani Organization for Prohibition of Chemical Weapon (OPCW) dan telah diratifikasi peraturannya oleh Pemerintah Indonesia,“ lanjutnya. Beberapa peraturan yang dimaksudkan adalah UU No.6/1998 terkait Ratifikasi Konvensi Senjata Kimia dan UU No.9/ 2008 terkait Penggunaan Bahan Kimia dan Pelarangan Senjata Kimia. “Pada tahun 2017 telah diturunkan UU tersebut dalam Perpres No.19/2017 tentang pembentukan Otoritas Nasional Senjata Kimia dan Keppres No.4/2017 tentang Susunan Keanggotaan Otoritas Nasional Senjata Kimia,“ papar peneliti yang menyelesaikan studi S1 hingga S3 dari Universitas Waseda, Jepang ini. “LIPI melalui Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik bersama Kementerian / lembaga lainnya juga bersama-sama duduk menjadi anggota Otoritas ini,“ lanjutnya. Selanjutnya Agus menguraikan konsep pengelolaan keselamatan dan keamanan bahan kimia. Dijelaskan olehnya, konsep ini mencakup antara lain desain lab, keamanan kimia, penyimpanan bahan kimia, keselamatan dan kesehatan, transportasi, pengelolaan bahan berbahaya dan sebagainya. <aars/ p2k>

Baca

Melalui Art Competition on Chemistry P2 Kimia Ajak Generasi Muda Berkreasi


01 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Bertempat di Graha Widya Bhakti dalam rangkaian PUSPIPTEK Innovation Festival (PIF), Minggu (1/10/2017) P2 Kimia menyelenggarakan Art Competition on Chemistry. Ajang ini merupakan kompetisi mewarnai dan menggambar yang terdiri dari tiga kategori yaitu Kategori A (Lomba Mewarnai untuk TK dan SD Tingkat 1, 2); Kategori B (Lomba Menggambar untuk SD Tingkat 3, 4, 5, 6); dan Kategori C (Lomba Menggambar untuk SMP). Antusiasme siswa-siswi sangat tinggi untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini. Hal ini terlihat dari banyaknya pendaftar, dimana lebih dari 300 siswa-siswi tercatat oleh panitia. Kategori A diikuti oleh 119 peserta, kategori B diikuti oleh 115 peserta, dan kategori C diikuti oleh 60 peserta. Dibuka oleh Dr. Yenny Meliana, Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian P2 Kimia, acara mulai pukul 08.00 WIB. “Selamat datang adik-adik peserta dan seluruh pendamping. Pagi ini kita akan melaksanakan Art Competition on Chemistry. P2 Kimia menyampaikan terimakasih atas antusiasme yang tinggi dari adik-adik semua dalam kompetisi ini,” buka Yenny memberikan sambutannya. Kemudian sekitar pukul 08.10 WIB kompetisi mewarnai dan menggambar dimulai. Ratusan anak-anak dengan serius melakukan aktivitasnya. Beberapa peserta dapat menyelesaikan mewarnai sebelum waktu berakhir. Hingga tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat. Sekitar pukul 11.10 WIB, panitia menyatakan waktu menggambar selesai. Seluruh peserta diminta untuk mengumpulkan karya mereka. Pembawa acara pun mengumumkan bahwa pengumuman pemenang akan dilaksanakan pukul 12.00 WIB di Panggung Utama PIF. “Adik-adik dan pendamping kami persilakan untuk melihat-lihat pameran yang ada di dalam Graha Widya Bhakti sembari menunggu pengumuman pemenang. Di dalam, terdapat booth masing-masing satuan kerja yang ada di Kawasan PUSPIPTEK,” pembawa acara mengarahkan peserta dan pendamping. Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Bersamaan dengan pengumuman pemenang lomba-lomba yang dilaksanakan dalam rangkaian PIF, panitia juga mengumumkan pemenang Art Competition on Chemistry. Pembawa acara lalu mengumumkan pemenang tiap-tiap kategori. Adapun pemenang juara I, juara II, juara III, dan juara harapan masing-masing kategori adalah sebagai berikut: KATEGORI A (Lomba Mewarnai untuk TK dan SD Tingkat 1, 2) Juara I : Khalisa Adisti Purnama (SDIT Bina Insan Kamil) Juara II : Hana Qonita Anastasya (SD Kademangan 1) Juara III : Raisha Asyla Berutu (SD Cikal Harapan 1 BSD) Juara Harapan : Alif Nashri (SDIT Bina Insan Kamil) KATEGORI B (Lomba Menggambar untuk SD Tingkat 3, 4, 5, 6) Juara I : M. Nufail Fudhoil (SD Kesatuan Bogor)  Juara II : Faeyza Zahra Anindita (Syafana Islamic School) Juara III : Egalita Adliyah (SD Al-Azhar Syifa Budi Cibinong) Juara Harapan : Khuriatunnisa Az-Zahra (SDIT Nur Fatahillah) KATEGORI C (Lomba Menggambar untuk SMP) Juara I : Fairuz Atiiqah Zerlinda (SMPN 115 Jakarta) Juara II : Ilona Adzra Alexsandria (SMPN 1 Tangerang) Juara III : Nasywa Novia Ashila (SMPN 8 Tangerang Selatan) Juara Harapan : Dinda Setyaningrum (SMP 5 Klari) “Kepada pemenang yang disebutkan namanya, kami minta untuk maju ke atas panggung. Sekaligus kami juga mengundang Bapak Agus Haryono selaku Kepala Pusat Penelitian Kimia untuk memberikan hadiah kepada masing-masing pemenang,” pinta pembawa acara dalam sesi penyerahan hadiah tersebut. “Saya sampaikan selamat kepada pemenang masing-masing kategori. Semoga kegiatan ini semakin memacu kecintaan anak-anakku semua kepada ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Mudah-mudahan, ini dapat dilanjutkan dan ditingkatkan penyelenggaraannya pada masa yang akan datang. Atas nama P2 Kimia, saya menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal yang kurang berkenan baik bagi anak-anakku maupun pendamping selama kegiatan ini berlangsung,” ungkap Agus memberikan sambutan dalam prosesi penyerahan hadiah. Seiring dengan penutupan PIF oleh Kepala PUSPIPTEK, Art Competition on Chemistry yang memperebutkan hadiah uang pembinaan total 10 juta rupiah tersebut pun berakhir. Sembari membawa tropi yang membanggakan, senyum bahagia nampak dari anak-anak pemenang kompetisi.  Sebagai apresiasi, karya-karya para pemenang akan dipajang di kantor P2 Kimia yang terletak di Gedung 452 Kawasan PUSPIPTEK. <SJW, P2 Kimia>

Baca

Dipandu Narji, Siswa-Siswi Antusias Belajar Kimia Seru di Ajang PIF


01 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Dalam rangka memeriahkan PUSPIPTEK Innovation Festival (PIF) yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), P2 Kimia berkesempatan menampilkan ‘Kimia Seru’. Acara berlangsung pada Sabtu (30/09/2017) dengan pembawa acara Narji, host sekaligus pelawak kondang yang sering muncul di stasiun televisi. ‘Kimia Seru’ diisi dengan demo pembuatan sabun dan biodiesel. Hadir sebagai narasumber yaitu Beuna Bardant, peneliti P2 Kimia. Acara yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut diikuti oleh ratusan siswa-siswi TK, SD, dan SMP sampai dengan pengajar. Dibuka oleh Narji, para peserta nampak begitu antusias untuk mengikuti ‘Kimia Seru’. Meskipun harus duduk lesehan tetapi senyum dan tawa bahagia terpancar dari siswa-siswi yang berasal dari sekolah di sekitar Kawasan PUSPIPTEK. “Selamat pagi adik-adik, siapa di sini yang suka belajar kimia? Kalo Kak Narji dulu waktu sekolah suka banget pelajaran kimia lho. Suka dapet nilai jelek maksudnya,” buka Narji mengawali acara ‘Kimia Seru’. Pesera pun sontak tertawa mendengar lawakan-lawakan yang dilemparkan oleh Narji. Kemudian, Beuna Bardant memberikan pemaparan terkait apa yang akan didemonstrasikan dalam kegiatan ‘Kimia Seru’ kali ini. “Nah adik-adik, pagi ini kita akan praktek membuat sabun batang dan biodiesel. Kakak percaya kalo semua orang pasti membutuhkan sabun baik untuk mandi, mencuci baju, dan cuci tangan. Sehingga pengetahuan bagaimana cara membuat sabun pastinya akan bermanfaat untuk adik-adik semua. Selain bahan-bahan yang mudah didapat, kakak juga mencoba untuk membuatnya dari peralatan-peralatan yang sederhana. Contohnya yang dapat adik-adik lihat di depan ini,” ungkap Kak Beuna membuka kegiatan di pagi yang cerah itu. Narji lalu memanggil perwakilan dari peserta untuk membantu Kak Beuna melakukan percobaan. Begitu diminta, para peserta banyak yang menawarkan diri untuk membantu percobaan pembuatan sabun dan biodiesel. Kemudian dipilihlah dua orang perwakilan dari peserta yaitu Adit dan Naila. Keduanya nampak begitu senang dapat berpartisipasi aktif dalam praktikum tersebut. “Untuk membuat sabun dan biodiesel bahan dasarnya sama, yaitu minyak nabati,” papar Beuna menjelaskan bahan-bahan pada praktikum tersebut. Lalu, Beuna menjelaskan secara lebih rinci bagaimana proses pembuatan sabun dan biodiesel. Dengan dibantu oleh Adit dan Naila, pria yang merupakan peneliti muda di P2 Kimia tersebut memulai praktikum. Disela-sela percobaan, Narji membagi-bagikan doorprize kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan. “Ayo, siapa yang bisa menyebutkan jenis-jenis sabun?” Narji mencoba melempar pertanyaan kepada peserta. Para peserta pun mengacungkan jari mereka guna menjawab pertanyaan. Lantas dipilihlah seorang peserta untuk maju menjawab pertanyaan. Dapat menjawab pertanyaan dengan tepat, peserta tersebut pun mendapatkan doorprize. Proses pembuatan sabun dan biodiesel pun selesai. Beuna meminta kepada Adit untuk mencetak sabun yang sudah dibuat. Selain itu, seorang peserta juga diminta untuk menguji biodiesel yang diproleh. Dengan menyemprotkannya pada api, nampak biodiesel tersebut dapat membuat api menyala dengan terang. “Jika kita bandingkan, pada saat api disemprot dengan minyak goreng, tidak membuat nyala api tersebut membesar. Tapi pada saat api disemprot dengan biodiesel yang tadi sudah kita buat, nyala api akan membesar. Ini terjadi karena perbedaan viskositas antara minyak goreng dengan biodiesel. Jadi dari pada proses pembuatan biodiesel tadi telah terjadi reaksi kimia yang mengubah minyak menjadi ester,” Beuna menjelaskan kepada seluruh peserta. Di temui setelah acara, seorang peserta yang merupakan pengajar dari salah satu SMP swasta di Tangerang Selatan menyampaikan antusiasmenya terhadap acara tersebut. “Acara ini membuka cakrawala saya bahwa melakukan percobaan kimia ternyata dapat dilakukan dengan alat-alat yang sederhana. Saya nanti akan praktikan di sekolah supaya murid-murid lebih senang dalam belajar kimia,” ungkap pria yang sehari-hari mengajar bidang studi kimia. <SJW, P2 Kimia>

Baca

Reakreditasi Laboratorium, Tim Asesor KAN Apresiasi Pusat Penelitian Kimia


29 September 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Dalam rangka proses reakreditasi sistem manajemen mutu Laboratorium Pusat Penelitian Kimia, Kamis sampai Jum’at (28-29/09/2017) dilakukan asesmen oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Asesmen ini dimaksudkan untuk menilai kesesuaian penyelenggaraan laboratorium dengan standard SNI ISO/IEC 17025:2008. Bertindak sebagai tim asesor yaitu Dr. Komar Sutriah (asesor kepala), Dr. Aminuddin Sulaeman dan Yusmaria Novelina, M.Si (asesor anggota). Adapun lingkup yang diases adalah pengujian senyawa organik menggunakan FTIR, pengujian senyawa organik menggunakan GC-MS, pengujian logam berat dalam air menggunakan AAS, pengujian luas permukaan, dan pengujian ukuran partikel (particle size). Untuk mengawali acara, Kamis (28/09/2017), Dr. Agus Haryono selaku Manajer Puncak Laboratorium Pusat Penelitian Kimia memberikan sambutan sekaligus membuka acara asesmen. “Pertama-tama kami ucapkan selamat datang kepada tim asesmen KAN di P2 Kimia. Kami sangat senang pagi ini memperoleh kesempatan untuk dilakukan asesmen terhadap sistem manajemen laboratorium kami. Harapan kami, melalui kegiatan ini, penyelenggaraan laboratorium semakin baik,” ujar Agus yang merupakan Kepala P2 Kimia. Kemudian, Agus memperkenalkan tim manajemen mutu yang mengelola laboratorium penguji di P2 Kimia. Komar Sutriah, selaku ketua tim asesor lalu memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan anggota timnya. “Selaku ketua tim asesor, saya menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan laboratorium Bapak/Ibu terhadap KAN. Kedatangan kami di sini pada prinsipnya adalah untuk memotret laboratorium Bapak/Ibu terkait kesesuaian dengan standard SNI ISO/IEC 17025:2008,” buka Komar dalam sambutan awalnya. “Saya perkenalkan tim kami, yaitu saya sendiri Komar Sutriah dari IPB. Disamping saya Pak Aminuddin Sulaeman dari ITB, dan terakhir Bu Yusmaria Novelina dari BBIA Bogor. Saya akan melakukan asesmen terhadap manajemen secara umum (klausul 4). Pak Aminuddin akan melakukan asesmen untuk lingkup pengujian senyawa organik dengan FTIR dan GC-MS. Sedangkan Bu Yusmaria akan melakukan asesmen untuk lingkup pengujian logam berat dalam air minum, ukuran partikel, dan luas permukaan,” lanjut pria yang merupakan staf pengajar di Institut Pertanian Bogor tersebut. Memulai proses asesmen, Dr. Akhmad Darmawan selaku Manajer Mutu Laboratorium Pusat Penelitian Kimia memberikan pemaparan umum terkait sistem manajemen yang dikembangkan P2 Kimia. “Kami telah mengembangkan sistem berbasis web untuk mengarah kepada paperless. Seluruh personel laboratorium dapat mengakses dokumen secara on-line di jaringan intra kimia. Hal ini memudahkan dalam hal sosialisasi sistem mutu dan pendistribusian dokumen. Kami juga merekam pelaksanaan pengujian secara on-line, mulai dari penerimaan sampel sampai dengan hasil analisa. Melalui sistem ini, pengecekan pelaksanaan pengujian dan pendokumentasiannya menjadi lebih efektif,” papar Akhmad dalam presentasinya. Selanjutnya, rangkaian asesmen dimulai dimana masing-masing asesor melakukan audit terhadap setiap lingkup yang sesuai. Acara hari pertama pun berlangsung dengan lancar. Setiap auditi nampak dengan antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh tim asesmen. Diskusi juga berjalan hangat sehingga tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat. Akhirnya asesmen hari pertama berakhir sekitar pukul 16.00 WIB seiring berakhirnya jam kerja di P2 Kimia. Memasuki acara hari kedua, Jum’at (29/09/2017) di pagi harinya, kegiatan asesmen dilanjutkan oleh masing-masing asesor dan auditi terkait. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung dengan lancar. Menjelang istirahat siang, pelaksanaan asesmen berakhir dengan dilakukannya pertemuan penutup. Komar Sutriah selaku asesor kepala memberikan pemaparan terkait temuan-temuan (finding) dari kegiatan asesmen yang berlangsung dua hari tersebut. “Tim asesor mengapresiasi apa yang sudah dicapai oleh Laboratorium Pusat Penelitian Kimia dalam mengimplementasikan sistem manajemen mutu sesuai standard SNI ISO/IEC 17025:2008. Secara umum, laboratorium telah melaksanakan kegiatan pengujian dengan baik. Adapun beberapa temuan yang kami potret selama kegiatan dua hari ini, diharapkan dapat menjadi modal bagi Bapak/Ibu untuk terus melakukan peningkatan secara berkelanjutan. Kami juga menyampaikan terimakasih atas kerjasama Bapak/Ibu selama kegiatan ini berlangsung,” Komar menyampaikan dalam pertemuan penutup. Untuk mengakhiri rangkaian acara, Dr. Yenny Meliana selaku Deputi Manajer Puncak menutup kegiatan asesmen. “Atas nama P2 Kimia, kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada KAN yang telah berkenan melakukan asesmen dalam rangka reakreditasi laboratorium. Juga kepada asesor atas saran dan masukannya kepada laboratorium P2 Kimia. Terus terang, banyak hal yang kami pelajari selama pelaksanaan asesmen ini. Sesuai yang telah dijadualkan, kami akan melakukan tindakan perbaikan atas temuan-temuan dari tim asesmen,” tutur Yenny menutup kegiatan asesmen selama dua hari tersebut. <SJW/ P2 Kimia>

Baca

P2 Kimia Hadiri Peluncuran Basic Document Engineering BATAN


28 September 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pusat Penelitian Kimia LIPI dilibatkan dalam kesepakatan pembentukan Konsorsium Penelitian dan Pengembangan High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR), Indonesia. Penandatanganan keterlibatan tersebut dilakukan bersama dengan anggota konsorsium lainnya di acara “Launching Document Basic Engineering Design RDE Merah Putih Serta Fasilitas Pendukung Teknis dan Inisiasi Kolaborasi Nasional Pembangungan PLTN Indonesia”. Acara diadakan pada hari Kamis (28/09/2017) di Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). HTGR merupakan salah satu tipe reaktor daya eksperimental (RDE) bersuhu tinggi yang dapat mencapai suhu 1000o C. Desainnya memanfaatkan karakteristik keselamatan yang melekat pada kristal berpendingin grafit yang didinginkan helium. Grafit tersebut memiliki inersia panas yang besar dan pendingin helium adalah fasa tunggal, inert, dan tidak memiliki efek reaktivitas. “Dokumen basic engineering ini merupakan pengembangan dari desain konseptual yang dibuat tahun 2015, “ ujar Kepala Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Dr. Geni Rina S. “Kegiatan ini akan dikembangkan ke pembuatan alat uji eksperimen seperti fuel system, pemurnian helium dan control rod, “ lanjutnya. Konsorsium ini merupakan gabungan dari berbagai lembaga penelitian, universitas dan industri di tanah air guna menginisiasi kolaborasi nasional pengembangan teknologi nuklir di Indonesia. Salah satu pemanfaatannya yang dijajaki di masa mendatang adalah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). “Sebagai lembaga yang peduli terhadap keamanan dan keselamatan kimia, kami bersama-sama lembaga lain akan membantu pengembangan reaktor ini sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan umum, “ terang Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia LIPI. Beberapa lembaga penelitian yang dilibatkan diantaranya Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir BATAN, Balai Besar Teknologi Konversi Energi BPPT dan Pusat Penelitian Kimia LIPI. Sedang dari pihak universitas yang turut dilibatkan antara lain Fakultas Teknik UI, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB, Fakultas Teknologi Industri Universitas Pertamina, School of Science Technology Engineering and Mathematic Universitas Prasetiya Mulya, Lembaga Penelitian Pengabdian, dan Pengembangan Masyarakat Institut Teknologi Indonesia dan Fakultas Teknik, Universitas Pamulang. Adapun pihak industri yang turut membantu adalah PT. Industri Nuklir Indonesia dan PT. Rekayasa Engineering. <aars/ p2k>

Baca

Kyoto University: Riset LCA di P2 Kimia Berlangsung Progresif


19 September 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Rombongan Kyoto University yang dipimpin Prof. Dr. Toshiaki Umezawa dan perwakilan JICA (Japan International Cooperation Agency), Mitani Satoru, berkunjung ke Pusat Penelitian Kimia LIPI pada hari Selasa (19/09/2017). Kunjungan mereka didampingi rekan kerjasama mereka dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Prof. Dr. I Made Sudiana dan Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Prof. Dr. Subyakto. “Kunjungan kami ini untuk melihat sejauh mana LCA bisa diterapkan untuk pengembangan kolaborasi penelitian kami, “ ungkap Mitani Satoru saat menjelaskan latar belakang kunjungan. Mereka memang tengah terlibat dalam kerjasama penelitian terkait revegetasi alang-alang dengan sorghum pada lahan terdegradasi untuk memproduksi bioenergy dan material melalui program SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development) dan tengah mengkaji penerapan LCA untuk pengembangan kegiatan ini. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi kerjasama penelitian di masa mendatang, “ respon Dr. Yenny Meliana, Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian yang membuka acara. Prof. Umezawa, Koordinator kegiatan penelitian SATREPS, kemudian menerangkan sepintas terkait kegiatan mereka. “Kegiatan ini merupakan kerjasama penelitian antara Kyoto University, JICA dan beberapa pusat penelitian di LIPI untuk pengembangan sumber daya alam ramah lingkungan,“ papar profesor enerjik berkacamata tersebut. “Salah satu potensi yang kami kaji adalah analisis LCA nya, “ lanjutnya. Dr. Ajeng Arum Sari, ketua Tim Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi (PME) Penelitian P2 Kimia LIPI menguraikan lebih lanjut kegiatan penelitian yang telah dan tengah dilaksanakan di P2 Kimia LIPI. Secara khusus, Dipl. Ing. Haznan Abimanyu, Ph.D. menjabarkan kegiatan penelitian di Kelompok Penelitian Biomass and Environmental Chemistry yang dipimpinnya. “Kegiatan di tempat kami antara lain pengembangan bioetanol generasi kedua, pengolahan limbah dan LCA ini, “ papar Haznan yang merupakan peneliti lulusan Jerman dan Korea Selatan ini. Usai perkenalan dari masing-masing instansi, acara dilanjutkan dengan kajian potensi penggunaan LCA untuk program SATREPS ini. Materi dipresentasikan oleh peneliti senior LCA, Dr. Edi Iswanto Wiloso. “Kajian pendahuluan kami menunjukkan potensi pemakaian LCA untuk beberapa produk berbasis sorghum, “ papar peneliti yang mengambil doktor di bidang LCA di Leiden University, Belanda ini. “Sejumlah data inventori yang ada bisa kita jadikan referensi untuk menunjang penelitian ini, “ lanjutnya. Profesor Umezawa dan para partner tampak menyimak dengan seksama penjelasan Edi. Sesekali mereka mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan Edi terkait data yang diperlukan untuk analisis LCA. “Kami siap untuk bekerjasama lebih lanjut guna penerapan LCA ini, “ ungkap Prof. Made Sudiana yang diaminkan oleh Prof. Subyakto. “Saya sangat gembira dengan adanya kompetensi LCA dan peluang penerapannya untuk mendukung penelitian ini, “ tambah Prof. Umezawa. “Ini merupakan hal baik yang bisa terus kita kembangkan di masa datang, “ lanjutnya. Di samping dihadiri sejumlah pejabat struktural, peneliti senior dan yunior di P2 Kimia, tampak hadir di acara tersebut para mahasiswa bimbingan seperti mahasiswa magang program S2 dari Leiden University – Delft Technical University, Belanda. Mahasiswa tersebut, Pelle Gerard Sinke, tengah mengambil penelitian lanjutan terkait aspek ketidakpastian dalam kajian LCA yang dibimbing oleh Dr. Edi Wiloso. Di samping itu ada pula mahasiswa S2 Institut Teknologi Bandung yang juga akan penelitian terkait LCA. Tindak lanjut kegiatan ini adalah undangan dari Prof. Umezawa kepada Edi untuk mempresentasikan kegiatan penelitian LCA ini di Kyoto pada bulan November mendatang. <aars/ P2 Kimia>

Baca

Liputan Khusus dari Bangkok: Thailand LAB INTERNATIONAL 2017


07 September 2017

[Liputan P2 Kimia, Bangkok] Masih dalam rangkaian ‘Thailand LAB INTERNATIONAL & BIO Facility Visit Program’, pada Rabu (6/9), Sujarwo selaku Ka. Sub. Bid. Diseminasi dan Kerjasama P2 Kimia mengikuti rangkaian kegiatan Thailand LAB INTERNATIONAL 2017. Acara yang diorganisasikan oleh VNU Exhibition Asia Pasific Co. Ltd. tersebut bertempat di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC). Dibuka oleh Dr. Suthiweth Saengchantara, Director General Departement of Science Services, Ministry of Science and Technology Thailand, rangkaian kegiatan berlangsung dari 6-8 September 2017. Dalam pidato pembukaannya, Suthiweth menyampaikan bahwa Thailand memiliki kebijakan untuk mendorong perekonomian dengan inovasi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D). “Pemerintah telah menginisiasi banyak program untuk mendukung kebijakan penguatan inovasi. Kami memiliki program seperti Eastern Economic Corridor of Innovation (EECI), Food Innopolis, Innovation Coupon, Talent Mobility Program dan 300% tax exemption on R&D spending,” papar Suthiweth dalam pidatonya.   Secara khusus dalam wawancara ekslusif, Suthiweth memberikan pandangannya terkait peluang dan tantangan yang dihadapi pemerintah Thailand dalam merealisasikan kebijakan-kebijakannya. “Tantangan yang kami hadapi saat ini adalah penyediaan infrastuktur. Seperti kita ketahui, pembangunan infrastruktur untuk R&D membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, perkembangan teknologi juga berjalan sangat cepat. Kita harus berlomba secara global untuk dapat mengikuti perubahan dan perkembangan teknologi. Ini memerlukan kerja keras, kerjasama dan kepemimpinan yang mendukung. Dengan alokasi sekitar 1% dari GDP untuk R&D, kami harus benar-benar memiliki fokus yang jelas. Melalui Thailand 4.0” policy, kami melakukan transformasi terhadap kegiatan industri di Thailand. Policy tersebut mempromosikan penerapan modern innovation, smart idea, dan business connection,” Suthiweth menjelaskan. Even Tahunan Ditemui dalam rangkaian seremoni pembukaan, Mr. Teerayuth Leelakajornkij selaku Direktur Science and Technology Competence VNU Exhibitions Asia Pasific Co. Ltd menerangkan bahwa Thailand LAB INTERNATIONAL merupakan even tahunan yang menjadi leading market place bagi perkembangan sains dan teknologi laboratorium di Asia Tenggara. “Thailand LAB INTERNATIONAL menjadi ajang untuk mempertemukan lebih dari 330 leading exhibitors yang berasal dari 30 negara termasuk ilmuwan, laboratory experts, pelaku industri, dan calon pembeli potensial. Even ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk membuka peluang bisnis baru dan berinvestasi di Thailand maupun kawasan (Asia Tenggara red.),” ungkap Teerayuth dalam keterangannya. “Tahun ini kami menyediakan pavilion khusus untuk mitra kami dari Jerman, India, Korea Selatan, dan Taiwan.  Selain itu, kami juga bekerjasama dengan leading conference partners, komunitas ilmiah dan praktisi dari industri untuk menyelenggarakan konferensi ilmiah dan simposium. Tidak kurang dari 50 topik yang menghadirkan lebih dari 160 pembicara mendiskusikan tentang bioteknologi, biofarmasi, toksikologi, teknologi medis, virologi, lab safety, quality control, chemical analysis, inovasi laboratorium, dan lain-lain,” tambahnya. Sarana Promosi Handal Mengunjungi beberapa exhibitor, Sujarwo mencoba menggali manfaat apa saja yang diperoleh mereka terkait partisipasinya dalam even tahunan tersebut. Sebuah perusahaan lokal yang menjadi distributor dan juga menjual reagen kimia produk Thailand mengutarakan bahwa partisipasi dalam Thailand LAB INTERNATIONAL sangat membantu usahanya. Ditemui secara khusus di stannya, Ms. Sukanya Jantarapassvorn dari Saengvith Science Co. Ltd  menyampaikan pendapatnya. “Selain menjadi distributor produk luar negeri, kami juga memasarkan reagen-reagen kimia produksi lokal (Thailand red). Memang kami menemukan kendala terkait kepercayaan konsumen terhadap produk yang baru apalagi buatan lokal. Lebih lagi untuk reagen-reagen kimia. Melalui even inilah kami memperoleh peluang bertemu dengan kolega praktisi laboratorium untuk mengenalkan produk-produk yang kami miliki. Terus terang, partisipasi dalam expho semacam ini sangat membantu bisnis kami. Oleh karena itu, perusahaan kami tidak pernah melewatkan untuk ambil bagian dalam Thailand LAB INTERNATIONAL,” papar wanita yang merupakan Senior Sales Excecutive tersebut. Dalam kesempatan lain di Pavilion Taiwan, Richard Lee yang merupakan General Manager SMOBIO Technology Inc. memberikan komentarnya terkait penyelenggaraan Thailand LAB INTERNATIONAL tahun ini. Pria yang berkantor di Science-Based Industrial Park, Hsinchu City, Taiwan tersebut menyampaikan bahwa terdapat hal spesial dalam pelaksanaan even tahun ini. “Seingat saya, ini merupakan kali ketiga perusahaan kami berpartisipasi dalam even tahunan ini. Setidaknya sampai dengan tahun lalu, belum disediakan pavilion khusus untuk exhibitor asal Taiwan. Tahun ini organizer rupanya menerapkan sesuatu yang berbeda. Ini sangat memudahkan para pengunjung untuk mengenali kami, perusahaan asal Taiwan,” tutur Richard saat berdiskusi. Diskusi Ilmiah Mengikuti rangkaian Thailand LAB INTERNATIONAL, pada hari ketiga, Kamis (7/9), Sujarwo secara khusus berpartisipasi dalam diskusi ilmiah bertajuk ‘Challenges in Natural Product, Drug Discovery and Opportunities for Open Innovation and Policy under Collaboration in Asia Pasific’. Forum ini menghadirkan beberapa pembicara kunci seperti Dr. Mohamed Ibrahim Noordin dari IPHARM Malaysia, Dr. Atsushi Hasuoka dari Takeda Inc. Japan, dan Dr. Korbtham Sathirakul dari Mahidol Univesity Bangkok. Ketiga pembicara memaparkan pandangan masing-masing terkait tantangan dan peluang yang dihadapi dalam penemuan dan pengembangan obat-obatan berbasis bahan alam (natural product). “Penguatan peran institusi riset dalam penemuan dan pengembangan obat-obatan adalah sebuah keniscayaan,” kata Atsushi selaku direktur R&D Takeda Inc., industri farmasi asal Jepang. “Kami sangat menunggu penemuan dan inovasi yang dilakukan oleh institusi riset untuk kemudian dikembangkan menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Tentunya melalui mekanisme yang disepakati, kolaborasi antara institusi penelitian dengan industri harus difasilitasi,” tambah pria berkacamata tersebut. Networking Reception Untuk menutup rangkaian acara ‘Thailand LAB INTERNATIONAL & BIO Facility Visit Program’, pada Kamis malam (7/9) diselenggarakan Networking Reception. Acara yang bertempat di Liquid Pool Bar Fl. 9 Compass Skyview Hotel Bangkok tersebut menjadi ajang bagi seluruh peserta untuk membangun networking. Seluruh peserta nampak begitu antusias untuk saling bertukar kartu nama dan berdiskusi. Hal ini tentunya tidak dilewatkan oleh Sujarwo untuk membangun jejaring dengan kolega yang berasal dari Jepang, India, Taiwan, Laos, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Thailand, dan negara lainnya. <SJW/ P2 Kimia>

Baca
ZONA INTEGRITAS