Berita

Meriahkan Harteknas, P2 Kimia Usung Produk Unggulan di RITECH Expo Pekanbaru


10 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Pekanbaru] Puncak acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23 dilaksanakan di Komplek Rumah Dinas Gubernur, Pekanbaru, Riau, pada Jumat, 10 Agustus 2018. Tema tahun ini adalah “Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi” dengan sub tema: “Sektor Pangan dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0.”  Rangkaian Hakteknas di Pekanbaru ini berlangsung dari 9-12 Agustus 2018. Hakteknas sendiri diperingati pada setiap tanggal 10 Agustus. Tanggal tersebut merupakan momentum bersejarah peluncuran penerbangan pesawat kebanggaan Indonesia, pesawat N250 Gatotkaca, buatan PT DI, pada 10 Agustus 1995 di Bandung. Pada acara puncak ini Menristekdikti, Mohamad Nasir, menyampaikan dalam pidatonya bahwa acara Hakteknas tahun ini pertama kalinya dilaksanakan di Pulau Sumatra. “Provinsi Riau merupakan representatif lumbung energi nasional dan penyangga kebutuhan pangan di Sumatra, “ bebernya mengungkapkan lokasi penyelenggaraan expo kali ini. Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, dalam sambutannya mengapresiasi peranan inovasi dalam memberikan dampak positif terhadap peningkatan indeks kesejahteraan masyarakat Riau. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Presiden ketiga RI, B.J. Habibie.    Salah satu kegiatan pada rangkaian Hakteknas di Pekanbaru adalah Ritech Expo. Ritech Expo diikuti oleh berbagai institusi perguruan tinggi, kementerian dan lembaga, Balitbang daerah, BUMN, industri, serta komunitas. Masing-masing booth pameran menonjolkan fokus utama, yaitu inovasi bidang pangan dan energi. Pusat Penelitian Kimia LIPI juga turut ambil bagian dalam kegiatan Ritech Expo. Bersama dengan produk-produk unggulan LIPI lainnya, P2 Kimia menampilkan produk hasil penelitian seperti pangan pintar asam folat untuk bayi dan balita, bio-oil dari cangkang kelapa sawit dan biodiesel dari mikroalga. Selain itu, P2 Kimia juga mengusung pestisida nabati dari minyak nimba, karbon aktif dari lindi hitam proses produksi bioetanol, serta informasi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioetanol G2 di P2 Kimia. Produk-produk tersebut merupakan hasil riset para peneliti di P2 Kimia dan dikemas secara menarik oleh desainer produk di P2 Kimia. P2 Kimia juga menampilkan produk L’Cos yang merupakan produk hasil kerjasama dengan PT Nanotech Herbal Indonesia. Produk L’Cos saat ini masuk dalam Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) Ristekdikti. Yenny Meliana, inventor L’Cos, sangat mendukung adanya Kegiatan Hakteknas, khususnya Ritech Expo. Bersama dengan timnya dari P2 Kimia dan PT NHI, Yenny menyiapkan 100 tube sampel produk L’Cos untuk dibagikan ke pengunjung sebagai sarana promosi. L’Cos yang telah melalui serangkaian pengujian, diklaim dapat mengembalikan elastisitas kulit akibat gangguan metabolit. (adl/p2k)

Baca

Peserta Pendidikan Sekolah Staf Komando TNI Angkatan Laut Kunjungi Pusat Unggulan Iptek Bioetanol G2 di P2 Kimia


09 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Staf TNI Angkatan Laut yang sedang menjalankan pendidikan di Sekolah Staf Komando TNI Angkatan Laut (SESKOAL) mengunjungi Pusat Unggulan Iptek Bioetanol Generasi Kedua di P2 Kimia pada Rabu, (8/8). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengenalkan kegiatan penelitian dan pengembangan, khususnya yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan. Rombongan diterima oleh Kepala Sub Bidang Diseminasi dan Kerjasama P2 Kimia, Sujarwo. “Kami sangat senang mendapat kunjungan dari rekan-rekan TNI AL. Mudah-mudahan awal silaturahmi ini membuka peluang kerjasama ke depan antara TNI AL dengan P2 Kimia,” ujar Sujarwo saat menyambut rombongan TNI AL. Guna mengenalkan P2 Kimia, para peserta kunjungan dipersilakan untuk melihat video profil P2 Kimia. Para peserta menyimak dengan seksama tayangan yang memberikan gambaran singkat terkait aktivitas penelitian dan capaian dari P2 Kimia. Salah satu yang menjadi konsen adalah pengembangan bioetanol dari limbah biomassa. Selain itu, juga ditampilkan penelitian-penelitian terkait pengembangan cat anti korosi yang berpotensi untuk diaplikasikan di kapan laut. “Satuan kerja kami memiliki beberapa kegiatan penelitian yang barangkali berkaitan dengan TNI. Salah satunya adalah pengembangan cat anti korosi. Saat ini, P2 Kimia bekerjasama dengan salah satu perusahaan swasta di Bogor tengah mengembangkan material sebagai bahan cat anti korosi yang nantinya akan diaplikasikan salah satunya untuk kapal laut,” ungkap Sujarwo lebih lanjut. Kemudian rombongan peserta dipersilakan untuk mengunjungi Pilot Plant Bioetanol Generasi Kedua milik P2 Kimia. Yan Irawan selaku penanggung jawab pilot plant memberikan pemaparan kepada seluruh peserta yang sebagaian besar diantaranya berpangkat Mayor. Yan menjelaskan proses kerja dari pilot plant yang dapat mengubah limbah biomassa menjadi etanol. “Kami saat ini sedang melakukan uji coba produksi bioetanol dari limbah tandan kosong sawit sebagai bahan bakunya. Kita tahu bahwa Indonesia sangat kaya akan limbah biomassa khususnya yang berasal dari perkebunan sawit,” terang Yan Irawan. “Pilot plant yang kami miliki ini memiliki kapasitas produksi 10 liter per hari. Kapasitas ini tentunya hanya dalam skala pilot. Kami bekerjasama dengan perusahaan BUMN, sedang melakukan uji coba untuk mencari kondisi terbaik dari setiap proses. Tentunya dalam rangka meningkatkan nilai keekonomian dari proses produksi bioetanol berbahan baku limbah biomassa,” Yan menjelaskan lebih lanjut tentang kegiatan yang sedang dia dan tim lakukan. Selain mengunjungi pilot plant bioetanol, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki P2 Kimia. Beberapa laboratorium yang dikunjungi yaitu Laboratorium GC-MS, Laboratorium Liquid Chromatography, dan Laboratorium Karekterisasi Material. Rohmana Taufik, staf Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian P2 Kimia berkesempatan untuk memandu rangkain acara hari itu. Setelah dirasa mencukupi, seluruh peserta berpamitan untuk kembali ke SESKOAL. Kunjungan hari tersebut pun berakhir. <sjw, p2k>

Baca

P2 Kimia Dukung Penyelenggaraan Seminar Internasional BASIC & ISMART di Universitas Indonesia


03 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI turut berperan aktif dalam mendukung seminar “The 2nd Basic and Applied Sciences Interdisciplinary Conference (BASIC) 2018” dan “The 3rd International Science and Mathematics Academics Research Talks (ISMART) 2018” pada hari Jum’at-Sabtu (3-4 Agustus 2018). Bertempat di Gedung Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) dan dibuka secara resmi oleh Prof.Dr.Rosari Saleh, Wakil Rektor, Bidang Riset dan Inovasi.Inovasi, kedua acara paralel ini diselenggarakan melalui kolaborasi apik antara FMIPA - Universitas Indonesia, Komisi Ilmu Dasar-Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan P2 Kimia LIPI. “P2 Kimia LIPI sangat menyambut baik penyelenggaraan seminar ini secara reguler dengan mengundang berbagai pakar dari dalam dan luar negeri,“ terang Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia LIPI saat turut memberikan sambutan pembukaan acara. “Semoga ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang diskusi ilmiah yang konstruktif dan memperluas jaringan ilmuwan secara internasional, “ harapnya. BASIC merupakan seminar tahunan yang digelar pada bulan Agustus setiap tahun oleh Fakultas MIPA UI. Ruang lingkup seminar ini mencakup matematika, fisika, kimia, biologi, geoscience dan ilmu lingkungan. Para peneliti P2 Kimia juga turut terlibat di acara ini, baik sebagai panitia maupun peserta. Panitia dari P2 Kimia sebagai Scientific committee  diantaranya Prof. Dr. Silvester Tursiloadi, Prof. Dr. Yanni Sudiyani dan Prof.Dr. M.Hanafi serta Dr. Anny Sulaswatty. Beberapa pembicara kunci yang diundang dalam acara ini misalnya Prof. Hak Soo Kim (Korean Academy of Science and Technology - Korea), Prof. Chris Margules (James Cook University [JCU], Australia), Prof. Hendra Gunawan (AIPI – Indonesia), Dr. Fang-Yuh Lo (National Taiwan Normal University [NTNU] – Taiwan) dan Prof. Jeff Sayer (University of British Colombia [UBC] – Canada). Di samping itu ada pula Dr. Agni Klintuni Boedhihartono (UBC – Canada), Dr. James D. Langston (JCU – Australia) dan Dr. Rebecca Riggs (JCU – Australia). “Kerjasama riset untuk pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu perhatian kita semua, “ terang Dr. Anny Sulaswatty, Ahli Peneliti Utama P2 Kimia LIPI saat diwawancarai di tempat terpisah. “Oleh karenanya, AIPI sangat berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan even ilmiah seperti ini, “ lanjut Anny yang saat ini juga tengah diamanahi sebagai Asisten Profesional Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar- AIPI. Lebih dari seratus peserta nampak hadir di acara tersebut. Mereka adalah para dosen, peneliti dan mahasiswa dari berbagai universitas dan lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri. Para peneliti dari P2 Kimia LIPI juga berperan serta di acara ini. Direncanakan, publikasi seminar ini akan dimasukkan ke dalam prosiding internasional terindeks global  <aars/ p2k>.

Baca

Tingkatkan Kompetensi Personil, P2 Kimia Selenggarakan Workshop on Fundamental of Gas Chromatography–Mass Spectrometry


02 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pada tanggal 1-2 Agustus 2018, Pusat Penelitian Kimia LIPI (P2 Kimia) menyelenggarakan Workshop on Fundamental of Gass Chromatography – Mass Spectrometry (GC-MS). Workshop yang memadukan antara penyampaian teori dan demonstrasi alat ini merupakan salah satu bagian dari program Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Bioetanol Generasi ke-2. Peserta yang hadir tidak hanya dari internal P2 Kimia, tetapi juga dari eksternal P2 Kimia. Workshop ini diadakan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi civitas P2 Kimia atas instrumentasi GC-MS, dan juga untuk pihak di luar civitas P2 Kimia. Instrumentasi GC-MS sendiri adalah salah satu instrumentasi milik P2 Kimia dengan pengguna layanan yang cukup banyak. Sebagai informasi, seluruh instrumentasi milik P2 Kimia, termasuk GC-MS dapat terbuka pemanfaatannya untuk pihak di luar P2 Kimia. Workshop dibuka oleh Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono. Beliau menyambut baik diadakannya workshop ini, dan juga berharap pengetahuan para peserta akan instrumen GC-MS akan semakin bertambah setelah menghadiri workshop ini. “Dengan bertambahnya pengetahuan tentang alat ini, harapan P2 Kimia adalah semakin banyak pihak yang dapat melakukan analisa memakai instrumen GC-MS dan mendapatkan manfaat dari alat ini”, tambah Dr. Agus Haryono. Keseluruhan materi workshop dua hari ini disampaikan oleh Andreas, M.Si. Andreas adalah salah satu peneliti di P2 Kimia, sekaligus Manajer Teknis Lab GC di P2 Kimia, yang sudah sangat berpengalaman menggunakan GC-MS dalam penelitiannya. Peserta diberikan materi tentang dasar dan prinsip analisa menggunakan GC-MS GC-MS adalah salah satu alat analisa yang merupakan kombinasi dari dua instrumen, yaitu gass chromatography (GC) dan mass spectrometry (MS). Cara kerjanya secara umum, sampel mula-mula dipisahkan oleh komponen GC, kemudian sampel yang sudah dipisahkan dideteksi oleh komponen MS. Masing-masing komponen memiliki keunggulan, sehingga kombinasi keduanya menghasilkan hasil analisa yang lebih lengkap dengan sensitivitas yang juga meningkat. Contoh penggunaan GC-MS adalah dalam analisa narkoba, doping, serta screening kelainan metabolisme. Selain itu kombinasi penggunaan GC-MS dengan instrumen lain seringkali digunakan untuk menentukan struktur senyawa kimia yang belum diketahui. <AR/p2k>

Baca

Kepala P2 Kimia: Terima Kasih Atas Dedikasi Pak Sawono Selama Menjabat Kepala Sub Bagian Kepegawaian


31 Juli 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Bertempat di Ruang Rapat Utama P2 Kimia dilaksanakan serah terima jabatan Kepala Sub Bagian Kepegawaian dari Sawono kepada Shima Tri Aksa, Senin (30/7). Serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Kepala P2 Kimia, Dr. Eng Agus Haryono. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat lama, Sawono atas dedikasinya selama mengemban tugas sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian. Hadir dalam acara serah terima jabatan tersebut diantaranya para pejabat struktural di P2 Kimia dan beberapa Koordinator Kelompok Penelitian. “Atas nama P2 Kimia saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Sawono. Banyak hal yang sudah diselesaikan oleh Pak Sawono berkaitan dengan administrasi kepegawaian dan pensiunan P2 Kimia,” ujar Agus dalam sambutannya. “Mohon nantinya Pak Sawono dapat mentransfer pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai kepada pejabat yang baru, Bu Shima, supaya semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar,” lanjutnya. Sawono yang sebelumnya diperbantukan dari P2 Material dan Metalurgi untuk menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian di P2 Kimia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan yang baik selama dirinya bertugas di P2 Kimia. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang terbangun dengan baik di P2 Kimia memberikan kenyamanan dalam melakukan pekerjaan. Hal inilah yang menurutnya harus terus dipertahankan supaya seluruh sivitas P2 Kimia dapat bekerja secara optimal. “Terus terang saya senang sekali dapat bekerjasama dengan Bapak dan Ibu di P2 Kimia. Suasana yang nyaman untuk bekerja membuat saya kerasan selama menjalankan tugas di sini. Saya ucapkan terima kasih yang tiada terkira atas dukungan dari semua rekan-rekan di P2 Kimia,” ungkap Sawono saat diminta memberikan kesan dan pesannya. Berikutnya acara inti hari itu pun dilaksanakan, yaitu penyerahan jabatan Kepala Sub Bagian Kepegawaian dari pejabat lama kepada pejabat baru. Prosesi serah terima jabatan disaksikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha serta Kepala P2 Kimia. Penandatanganan berita acara serah terima menandakan berpindahnya tugas manajemen kepegawaian dari Sawono kepada Shima Tri Aksa. Sebelumnya, seperti dikutip dari laman resmi LIPI (18/7), Kepala LIPI melantik pejabat administrasi, pengawas, dan fungsional pada Senin (16/7). Pergantian pejabat dalam lingkungan LIPI merupakan sebuah sarana penyegaran agar renegerasi berjalan dengan baik dan kinerja organisasi lebih meningkat lagi. Hal tersebut seperti diungkapkan Laksana Tri Handoko, Kepala LIPI. Khusus untuk P2 Kimia, pada kesempatan tersebut dilantik salah seorang pejabat pengawas yang berasal dari Biro Kerjasama Hukum dan Humas untuk menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian. Masih dalam rangkaian acara serah terima jabatan di P2 Kimia, kepada pejabat baru, Kepala P2 Kimia berpesan agar apa yang sudah baik dari pejabat lama supaya tetap dipertahankan dan tentunya ditingkatkan. Menurutnya, Sub Bagian Kepegawain merupakan instrumen struktural yang sangat erat kaitannya dengan kepentingan banyak orang berkenaan kenaikan golongan, jabatan fungsional, dan pensiun. Oleh karena itu, Agus berharap agar pejabat yang baru segera beradaptasi dengan lingkungan kerja di P2 Kimia sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh staf P2 Kimia. <sjw, p2k> Berita Terkait: http://lipi.go.id/berita/kepala-lipi-lantik-42-pejabat-administrasi-pengawas-dan-fungsional/20902

Baca

Prof. Ryozo Noguchi Sampaikan Kuliah Umum di P2 Kimia Terkait Sistem Pengolahan Biomassa Sebagai Sumber Energi


31 Juli 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pusat Penelitian Kimia LIPI (P2 Kimia) mendapat kehormatan dikunjungi Prof. Ryozo Noguchi dari University of Tsukuba, Jepang pada Senin (30/7). Dalam kunjungan ini, Prof. Noguchi menyampaikan kuliah yang dikemas dalam sebuah workshop singkat dengan tema 'Analisa Sistem Pemanfaatan Biomassa Sebagai Sumber Energi'. “Kami sangat senang menerima kunjungan ini. Apalagi, beberapa peneliti kami juga tengah meneruskan studi di Universitas Tsukuba,“ terang Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono yang sekaligus sebagai moderator workshop tersebut. “Semoga kunjungan ini dapat dimanfaatkan untuk menjalin kerjasama-kerjasama lain di masa yang akan datang,“ imbuhnya. Selama workshop ini, banyak diskusi yang dilakukan antar Prof. Noguchi dengan beberapa peserta yang memiliki minat penelitian yang sama. Dari diskusi, muncul beberapa potensi yang dapat dikembangkan bersama antara P2 Kimia dengan institusinya. Prof. Noguchi. juga berkesempatan melihat beberapa fasilitas penelitian yang ada di P2 Kimia diantaranya Pilot Plant Bioetanol G2 yang merupakan Pusat Unggulan Iptek dalam pembinaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Prof. Noguchi adalah Associate Professor di Graduate School of Life and Environmental Sciences, University of Tsukuba. Beliau banyak melakukan penelitian terkait bidang lingkungan, rekayasa sistem, bioproses, sumber energi terbarukan, dan sistem/teknik pertanian. Beberapa penelitannya dilakukan bersama dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang beliau bimbing di kelompok penelitiannya. Salah satunya adalah Agusta Samodra, salah satu peneliti P2 Kimia yang sekarang sedang melaksanakan tugas belajar di University of Tsukuba. Dalam workshop ini, Prof. Noguchi memaparkan beberapa riset yang beliau kerjakan. Terkait bidang teknologi lingkungan, beliau meneliti dan mengembangkan beberapa teknologi sistem pengolahan air limbah. Salah satu penelitiannya dilakukan di Indonesia, terkait dengan pemanfaatan limbah buangan industri minyak sawit di Sumatra sebagai sumber nutrien bagi kultur mikroalga. Lemak yang dihasilkan oleh kultur mikroalga kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan biodiesel, sehingga dihasilkan sumber energi yang terbarukan. Selain penelitian laboratorium, Prof. Noguchi juga melakukan kajian dampak lingkungan dari teknologi sistem yang dikembangkannya. Kajian dilakukan dengan menggunakan framework Life Cycle Analysis (LCA). Melalui aktivitas-aktivitas penelitiannya, Prof. Noguchi berharap dapat mengembangkan sistem produksi energi terbarukan dengan sumber daya lokal biomassa atau limbah dan sistem yang terpadu dengan kegiatan industri dan pertanian. <AR/p2k, ed: SJW>

Baca

Di Kementrian Kesehatan, P2 Kimia Sampaikan Perkembangan Kegiatan Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat


31 Juli 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Guna melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin, dilaksanakan pertemuan di Badan Litbang Kementrian Kesehatan, Jakarta pada Senin (30/7). Acara dibuka oleh Kepala Balitbang Kementrian Kesehatan, Dr. Siswanto. Dalam sambutan dan arahannya, Pak Sis berharap supaya kegiatan-kegiatan yang dilakukan masing-masing anggota konsorsium dapat dibuat dalam sebuah bunga rampai untuk disampaikan kepada Ibu Menteri Kesehatan RI. “Saya mohon supaya nantinya, hasil-hasil yang diperoleh dapat dibuat dalam semacam bunga rampai supaya saya dapat sampaikan kepada Ibu Menteri Kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan koordinasi dengan Badan POM supaya hasil yang sudah diperoleh dapat segera direalisasikan menjadi obat yang memenuhi persyaratan,” pesan Pak Sis dalam sambutan dan arahannya. Berikutnya PT. Indofarma (Persero) Tbk menyampaikan perkembangan kegiatan yang dilakukannya dalam kerangka kegiatan Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin. Direktur Produksi dan Supply Chain, Eko Dodi Santoso bertindak langsung untuk menyampaikan pemaparannya. Dalam presentasinya, Dodi menggaris bawahi beberapa capaian (milestone) yang sudah diperoleh oleh tim dari PT. Indofarma (Persero) Tbk. Dirinya berharap agar dapat dilakukan studi kelayakan bisnis yang komperhensif dari hulu ke hilir sebagai pegangan bagi perusahaannya dalam membuat perencanaan investasi. “Bagi kami, sektor industri, sangat penting untuk segera melakukan studi kelayakan bisnis supaya perseroan dapat melakukan perencanaan khususnya yang berkaitan dengan investasi. Sekiranya nanti kita dapat menyusun tim studi tersebut dan dapat bekerja dalam waktu dekat,” ujar Dodi sekaligus menyampaikan harapannya. Untuk memperoleh informasi yang sudah dicapai oleh Pusat Penelitian Kimia LIPI, Arthur A. Lelono selaku Koordinator Tim Penelitian dari LIPI dalam kegiatan Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin menyampaikan presentasinya. Arthur menjelaskan bahwa pengembangan metode ekstraksi yang telah timnya lakukan sudah membuahkan beberapa hasil. Secara umum, metode ekstraksi yang dikembangkannya memiliki peluang untuk dapat digunakan oleh indutsri. Saat ini, dirinya bersama tim juga sudah mendaftarkan paten terkait metode ekstraksi. “Masih ada beberapa tantangan bagi kami di Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam kegiatan konsorsium ini. Salah satu bagian dari metode masih berbiaya tinggi, hal inilah yang sedang kami carikan alternatifnya supaya lebih efektif dan efisien,” ungkap pria yang berlatar belakang Ph.D bidang kimia bahan alam tersebut. Di akhir acara, dilakukan sesi diskusi untuk membahas penyelesaian-penyelesaian dari permasalahan yang timbul. Kepala Balitbang Kementrian Kesehatan memimpin langsung diskusi itu. Dari hasil diskusi, banyak hal yang dirumuskan untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti baik secara bersama maupun oleh masing-masing anggota konsorsium. Tak lupa, foto bersama menjadi penutup rangkaian kegiatan hari itu. <sjw, p2k>

Baca

Dalam Agenda Supervisi oleh Kemenristekdikti, Tim Pakar Apresiasi Capaian PUI Bioetanol G2 di P2 Kimia


17 Juli 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Dalam rangka pembinaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Selasa (17/7) P2 Kimia mendapat jadual supervisi oleh Sekretariat PUI Kemenristekdikti. Yudho Baskoro dan Edita Diah dari Sekretariat PUI Kemenristekdikti datang bersama tim pakar yaitu Prof. Misri Ghozan (UI) dan Ir. Paulus Tjakrawan (APROBI). Acara dibuka oleh Dr. Arthur Lelono selaku Kepala Bagian Tata Usaha P2 Kimia. Tujuan dari kegiatan supervisi adalah untuk melihat aktivitas di PUI Bioetanol G2 P2 Kimia termasuk menggali solusi dari kendala-kendala yang timbul. Oleh karena itu, Sekretariat PUI Kemenristekdikti melibatkan tim pakar yang berkompeten. “Kami ucapkan selamat datang kepada Pak Yudho dan tim dari Sekretariat PUI Kemenristekdikti serta kepada tim pakar. Terima kasih atas jadual supervisi ke Pusat Unggulan Iptek Bioetanol Generasi Kedua (G2) di P2 Kimia ini. Nanti Pak Muryanto selaku Koordinator PUI akan mempresentasikan perkembangan dari PUI Bioetanol G2,” buka Arthur mengawali kegiatan supervisi hari itu. Muryanto, ST, MT selaku koordinator kegiatan PUI Bioetanol G2 P2 Kimia lalu mempresentasikan perkembangan kegiatan di P2 Kimia termasuk kendala-kendala yang dihadapi. Sebagai informasi, P2 Kimia merupakan salah satu satuan kerja di bawah LIPI yang sedang dalam proses pembinaan sebagai Pusat Unggulan Iptek (center for excellence) dalam bidang pengembangan bioetanol berbahan baku biomassa. Ini merupakan tahun kedua bagi P2 Kimia mendapat skema pembinaan dari Kemenristekdikti. “Sampai dengan triwulan kedua, beberapa hal telah dicapai oleh P2 Kimia baik dalam hal kelembagaan, penelitian dan pengembangan, serta diseminasi. Saya akan menyampaikan beberapa yang berhasil kami capai termasuk kendala dan tantangan yang kami hadapi. Tentunya, masukan dan saran dari tim pakar nantinya akan menjadi bekal bagi PUI Bioetanol G2 P2 Kimia untuk memperoleh hasil yang paling optimal di tahun ini sesuai dengan yang sudah direncakakan,” ungkap Muri, sapaan lelaki yang juga merupakan peneliti bidang lingkungan di P2 Kimia tersebut. Setelah penyampaian oleh Muri, berikutnya Yudho mempersilakan tim pakar untuk memberikan komentar, masukan, dan saran. Kesempatan pertama diberikan kepada Prof. Misri Gozan yang merupakan tim pakar pada tahun sebelumnya juga. Misri mengapresiasi beberapa kemajuan yang telah dicapai oleh PUI Bioetanol G2 dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun beberapa hal masih menjadi catatannya. “Sebagai orang yang tidak baru bagi PUI Bioetanol G2 di P2 Kimia, saya sangat mengapresiasi kemajuan yang telah diperoleh oleh P2 Kimia. Persiapan akreditasi KNAPPP sebagai landasan operasional manajemen litbang telah menunjukkan progresnya. Selain itu beberapa diseminasi juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, seperti kerjasama dengan dua BUMN terkemuka,” ujar Misri, tim pakar yang merupakan guru besar di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Pada kesempatan berikutnya, Ir. Paulus Tjakrawan yang merupakan ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) juga memberikan catatan positif atas capaian PUI Bioetanol G2. Dirinya mengaku optimis bahwa ketekunan P2 Kimia dalam mengembangkan bioetanol dari limbah biomassa dapat memberikan kontribusi nyata atas permasalahan energi di tanah air. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang sudah seharusnya mendapat dukungan penuh dari semua stakeholder. “Yang diperlukan P2 Kimia adalah terus konsisten dengan riset energi terbarukan ini. Ditambah dengan secara aktif berkoordinasi bersama berbagai pihak. Tentunya, kami dari asosiasi dan rekan-rekan industri sangat menyambut baik apabila diminta untuk berkontribusi. Silakan, jangan sungkan untuk menemui kami dan berdiskusi dengan kami,” kata Paulus dalam komentarnya sembari memberikan motivasi kepada tim dari P2 Kimia. Untuk menutup acara, Muri mengajak tim dari Sekretariat PUI Kemenristekdikti serta tim pakar untuk meninjau langsung aktivitas di Pilot Plant Bioetanol G2 milik P2 Kimia. Yan Irawan yang merupakan koordinator Pilot Plant Bioetanol G2 memberikan beberapa penjelasan terkait kondisi dan aktivitas yang sedang berlangsung di sana. Tak lupa, sesi foto bersama dilakukan untuk mengabadikan momen di hari tersebut. <sjw, p2k>

Baca

Memasuki Tahun Kedua Berbasis OJS, Jurnal Kimia Terapan Indonesia (JKTI) Terindeks SINTA


17 Juli 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] “Apa hasilnya Rp 24,9 Triliun? Saya tanya,” demikian ungkapan Jokowi di Istana Merdeka, Senin, 9 April 2018 saat membahas besarnya anggaran untuk riset di tiap Kementerian dan Lembaga di Indonesia. Kalimat ini pula yang dikutip oleh Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam acara Sosialisasi Akreditasi Jurnal Nasional di Auditorium Utama LIPI, Selasa (17/7). Pertanyaan yang sama sebenarnya tidak hanya ditanyakan oleh orang nomor satu di Indonesia, namun sebenarnya oleh banyak masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Untuk memberikan pelayanan informasi mengenai publikasi ilmiah yang telah diterbitkan oleh akademisi dan peneliti di seluruh Indonesia, maka Kementerian Ristekdikti meluncurkan portal SINTA yang memberikan indeks untuk setiap kinerja setiap akademisi, peneliti dan institusi yang terlibat dalam pengembangan riset dan teknologi. “Setiap orang dapat mengakses SINTA baik dari komputer maupun gawai masing-masing dan dapat mengetahui berapa banyak publikasi ilmiah yang dimiliki Indonesia secara keseluruhan, masing-masing institusi atau universitas, bahkan untuk masing-masing peneliti atau akademisi. Rekam jejak kepakaran masing-masing akademisi dan peneliti dapat diamati dari publikasi yang dihasilkannya sehingga publik yang membutuhkan konsultasi ilmiah pada suatu tema khusus tertentu dapat dengan mudah mengetahui siapa pakar yang perlu dihubungi. Data yang digunakan SINTA akan terus diperbaharui sehingga publik yang mengakses SINTA akan selalu mendapatkan informasi terkini,” lanjut Dimyati. SINTA sendiri adalah hasil penggabungan dari sistem akreditasi LIPI dan sistem akreditasi ARJUNA. Sebelumnya terdapat 197 jurnal yang telah terakreditasi LIPI dan 333 jurnal terakreditasi ARJUNA dalam kategori A dan B. SINTA menggabungkan keduanya dalam kategori SINTA 1 (S1) dan S2 sehingga saat ini terdapat 530 jurnal dalam kategori S1 dan S2. SINTA juga mewadahi jurnal jurnal yang sudah berbasis elektronik lainnya dalam kategori S3 hingga S6 yang hingga kini telah terakreditasi sebanyak 1152 jurnal. Database jurnal ini masih terus diperkaya hingga dalam 2 bulan ke depan diharapkan telah terakreditasi 3500 jurnal dalam kategori SINTA dari S1 hingga S6. Acara sosialisasi ini kemudian dilanjutkan dengan serah terima Daftar Jurnal Terakreditasi LIPI oleh Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko kepada Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Ristekdikti sebagai penanda sudah tidak ada lagi dualisme sistem akreditasi jurnal di Indonesia. Selanjutnya Kepala LIPI dan Dirjen menyerahkan secara simbolis Sertifikat Akreditasi terindeks SINTA kepada 10 pengelola jurnal. Sebanyak 730 pengelola jurnal dari berbagai universitas dan instansi penelitian milik Kementerian dan Lembaga turut hadir dan menerima sertifikat akreditasi dalam acara tersebut. Para pengelola yang hadir berasal dari jurnal yang mengajukan akreditasi sepanjang tahun 2018. Untuk jurnal terakreditasi lainnya akan dikirimkan lewat pos. Dalam sambutannya Kepala LIPI menyatakan SINTA telah memberikan banyak kemudahan dalam proses akreditasi jurnal nasional, diantaranya masa berlaku akreditasi yang 5 tahun. Syarat pengajuan akreditasi ulang untuk memperbaiki peringkat SINTA juga menjadi lebih mudah, cukup dengan penerbitan satu edisi terbaru. “Jadi tidak harus menunggu hingga 2 tahun penerbitan rutin,” lanjut Kepala LIPI. Penjelasan lanjut mengenai SINTA disampaikan oleh Lukman, Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah Kemenristekdikti. “Jangankan SINTA, metode pengindeks yang sudah ternama seperti Scopus saja sebenarnya masih asing bagi sebagian peneliti dan akademisi di Indonesia. Beberapa bahkan ada yang beranggapan Scopus sebagai tempat untuk mencari artikel ilmiah terkini. Ini sebenarnya adalah pemahaman yang keliru,” ujar Lukman. “Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang ada di ruangan ini adalah pengelola dan penerbit jurnal. Serupa dengan Elsevier, Hindawi atau Springler di luar negeri. Penilaian kredibilitas isi tulisan di jurnal yang Bapak Ibu terbitkan sebagai suatu jurnal ilmiah dilakukan oleh sistem Akreditasi Jurnal Nasional yang kita namakan ARJUNA. Sistem ARJUNA dengan asssessor yang kompeten dikelola oleh kemenristekdikti. Setelah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah, maka jurnal Bapak Ibu akan dimasukkan ke dalam portal pencari artikel ilmiah, misalnya Science Direct kalau di luar negeri. Indonesia sudah mengembangkan portal pencari untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di Indonesia yaitu Garda Rujukan Digital atau yang kita namakan GARUDA. SINTA adalah sistem yang mengukur dampak dari tulisan ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah, baik sebagai penulis perseorangan, sebagai institusi, atau lembaga, melalui jumlah tulisan yang dipublikasikan dan berapa banyak tulisan tersebut telah dibaca, diunduh dan dikutip. Jadi SINTA akan menggunakan data dari GARUDA dan portal pencari lainnya untuk mengukur kinerja riset sebagaimana yang dilakukan Scopus, menentukan peringkat sebagaimana yang dilakukan Scimago dan bahkan melakukan analisis terhadap dampak riset sebagaimana dilakukan Scival. Mungkin demikian perbandingan sistem pengelolaan tulisan ilmiah di Indonesia dengan apa yang dilakukan di luar negeri,” lanjut Lukman menerangkan. “Seyogyanya acara hari ini adalah sosialisasi Permenristekdikti No. 9 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Jurnal Ilmiah Nasional. Akan ada peraturan peraturan lanjutan yang diterbitkan oleh Menteri yang akan mengatur adaptasi dari peraturan ini pada sistem penilaian jabatan fungsional baik dosen maupun peneliti,” pungkas Lukman. Workshop Peningkatan Kualitas Editorial Berbasis Open Journal System (OJS) 2018 Pusat Penelitian Kimia sebagai penerbit Jurnal Kimia Terapan Indonesia (JKTI) telah mengantisipasi sistem akreditasi ARJUNA dan pengindeks SINTA yang baru diluncurkan oleh Kemenristekdikti tahun ini. Dua minggu sebelumnya (4/7) Pusat Penelitian Kimia telah melaksanakan Workshop Peningkatan Kualitas Editorial Berbasis Open Journal System (OJS) 2018 di Telaga Meeting Hall, BSD City dengan mengundang Tinton Dwi Atmaja selaku pengelola Journal of Mechatronics, Electrical Power, and Vehicular Technology (MEV Journal) untuk menjadi narasumber. MEV Journal adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh salah satu satuan kerja LIPI yang telah terindeks Scopus dan berada dalam kategori S2 dalam sistem pengindeks SINTA. “JKTI yang saat ini berada dalam kategori S3. Melalui Workshop ini diharapkan JKTI dapat meningkatkan kualitasnya untuk bisa masuk dalam kategori S2 atau S1,” Ungkap Yenny Meliana, Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Pusat Penelitian Kimia saat mewakili Kepala Pusat Penelitian Kimia dalam membuka Workshop. Cita-cita ini ditegaskan pula oleh Haznan Abimanyu selaku Editor in Chief JKTI. “Kami mengamati bahwa 51 persen penilaian akreditasi pada muatan ilmiah dari tulisan yang dimuat. Muatan ini dinilai dari kedalaman pembahasan dan keterlibatan reviewer dalam mengkaji kedalaman pembahasan dalam tulisan tersebut. Sarana yang disediakan oleh OJS memungkinkan semua proses review tercatat dan pemutakhiran review dapat dilakukan tepat waktu. Jika ini bisa diterapkan pada proses review JKTI maka InsyaAllaah kita bisa mendapatkan nilai yang tinggi dari assessor dan bisa segera naik kelas,“ ungkap Haznan. “Karena itu kami mengundang pengelola MEV Journal untuk sedikit berbagi dengan pengelola JKTI dalam workshop ini sehingga para editor dan reviewer JKTI bisa menjalankan perannya masing masing dengan sekasama dan sebaik baiknya serta bisa menggunakan fitur-fitur yang telah tersedia di OJS dalam melakukan review dan penyuntingan,” lanjut Haznan mengungkapkan harapannya. Workshop diikuti oleh 20 peserta yang kesemuanya terlibat dalam masing masing tahap penerbitan JKTI. Turut hadir dalam workshop dua professor dari Pusat Penelitian Kimia yang menjadi reviewer JKTI yaitu Muhammad Hanafi dan Yanni Sudiyani. “Transformasi menuju jurnal berbasis elektronik atau jurnal online memang sering dihadapkan pada tantangan penguasaan terhadap teknologi informasi. Karena itu saya gembira sekali Bapak Ibu yang hadir disini bersedia untuk kembali belajar untuk menguasai teknologi informasi yang digunakan dalam sistem OJS” ujar Tinton membuka penyampaian materi. Peneliti yang berdomisili di Bandung ini kemudian melanjutkan bahwa penguasaan sistem OJS dibutuhkan oleh semua pihak yang terlibat mulai dari penulis, editor, reviewer hingga penyusun tata letak jurnal dan tampilan situs. Untuk itu panduan untuk penulis yang ditampilkan pada situs perlu ditulis secara rinci. “Apabila nanti JKTI mendapatkan akreditasi S2 versi SINTA, maka artikel pada edisi selama 2 tahun berurutan yang diajukan untuk penilaian akreditasi S2 akan dinilai sebagai artikel yang dimuat dalam jurnal kategori S2. Jadi jangan takut untuk memuat di jurnal yang sedang dalam proses akreditasi ulang. Penulis tidak akan dirugikan dari sisi angka kreditnya,” jawab Tinton saat mendengar permasalahan pengelola jurnal yang kesulitan mengundang penulis untuk berpartisipasi pada jurnal yang sedang mengajukan akreditasi. Workshop selama sehari penuh benar benar telah meningkatkan kemampuan pengelola jurnal, editor dan reviewer terutama pada pengetahuan teknis fitur fitur OJS. Mengelolaan akun untuk semua pihak terlibat hingga pemahaman dan pengaturan metadata akhirnya makin dikuasai. “Terima kasih buat Pak Tinton dan teman-teman dari MEV journal yang telah sangat membantu kami dalam workshop kali ini. InsyaAllaah semua yang dibagikan hari ini akan membantu kami dalam mengelola JKTI dengan lebih cepat dan tercatat secara tertib. Tentunya satu hari tidak cukup untuk bisa menguasai secara utuh. Jadi Saya mohon teman-teman dari MEV journal untuk masih bersedia menerima telepon atau membalas surat-surat kami di kemudian hari apabila ada hal-hal yang masih perlu kami tanyakan,” harapan Haznan saat menutup acara Workshop. <bardant, p2k>

Baca

Diskusikan JSPS-LIPI Joint Research Program, Peneliti dari Kobe University Bertemu dengan Peneliti P2 Kimia


12 Juli 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Sebagai tindak lanjut dari JSPS-LIPI Joint Research Program, civitas Kobe University mengunjungi P2 Kimia pada Rabu (11/7). Mereka adalah Dr. Chie Utsubo dan Dr. Masanori Kameoka dari Graduate School of Health Sciences, Kobe Univerity. Kedatangan keduanya disambut langsung oleh Dr. Agus Haryono selaku Kepala P2 Kimia dan Prof. Dr. M. Hanafi selaku koordinator JSPS-LIPI Joint Research Program. Maksud kedatangan Utsubo dan Kameoka yaitu dalam rangka mendiskusikan perkembangan kerjasama penelitian dan rencana lebih lanjut. “Kami hendak berdiskusi dengan rekan-rekan peneliti P2 Kimia yang terlibat dalam JSPS-LIPI Joint Research Program, termasuk rencana ke depan untuk mengembangkan kerjasama lebih lanjut misalnya melalui SATREP,” ujar Chie Utsubo saat diterima oleh Kepala P2 Kimia. “Tentunya P2 Kimia sangat menyambut baik kegiatan kerjasama yang telah kita jalin dari tahun sebelumnya. Harapannya adalah jalinan kerjasama ini dapat bersifat long-term dan memperoleh hasil yang optimal untuk kemajuan sains dan teknologi,” timpal Agus kepada kolega dari Kobe University. Selanjutnya, Utsubo dan Kameoka mengunjungi fasilitas laboratorium yang dimiliki oleh P2 Kimia. Pada kesempatan tersebut, Prof. Hanafi juga mengajak mereka untuk melihat langsung progres pembangunan Gedung CPOTB yang rencananya akan selesai pada Oktober mendatang. Fasilitas Gedung CPOTB merupakan upaya LIPI untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian khususnya berkenaan dengan obat tradisional. “Melalui fasilitas berstandard GMP tersebut, kami berupaya supaya hasil-hasil penelitian obat tradisional dapat segera diadop oleh industri. Hal ini tentunya memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk dengan Kobe University,” ungkap Prof. Hanafi saat memberikan penjelasan pembangunan Gedung CPOTB. Diskusi antara peneliti P2 Kimia dengan peneliti dari Kobe University berlangsung di Ruang Rapat Utama Lt. 2 P2 Kimia. Diawali dengan santap siang, kegiatan diskusi berlangsung dengan hangat. Nampak peneliti dari Kelompok Penelitian Kimia Bahan Alam dan Kimia Medisinal di P2 Kimia terlibat aktif dalam diskusi itu. Turut hadir dalam diskusi, Dr. Teni Ernawati, Koordinator Keltian Kimia Bahan Alam dan Dr. Tjandrawati Mozef, Koordinator Keltian Kimia Medisinal. Topik yang mengemuka dalam diskusi yaitu peluang kerjasama penelitian khususnya kimia bahan alam. Menjelang berakhirnya jam kerja di P2 Kimia, acara diskusi ditutup oleh Dr. Yenny Meliana selaku Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian P2 Kimia. Tak lupa Yenny memberikan kenang-kenangan kepada Kameoka untuk disampaikan kepada Graduate School of Health Sciences, Kobe University. Untuk mengakhiri acara hari tersebut, dilakukan sesi foto bersama antara peneliti P2 Kimia dengan kolega dari Kobe Univeristy. Kameoka yang baru pertama kali mengunjungi P2 Kimia merasa sangat senang dapat mengunjungi salah satu pusat penelitian yang sangat konsen dengan kimia bahan alam dan obat tradisional di Indonesia ini. <sjw, p2k>

Baca

P2 Kimia Mendapat Kunjungan dari Dosen dan Mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Nusa Bangsa


09 Juli 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Senin (9/7) P2 Kimia mendapat kunjungan dari Program Studi Kimia Universitas Nusa Bangsa Bogor. Sekitar 40 mahasiswa dan 5 orang dosen berpartisipasi dalam kunjungan tersebut. Mamay Maslahat, S.Si, M.Si selaku Kepala Program Studi Kimia yang memimpin rombongan tersebut menyampaikan bahwa kunjungan kali ini dalam rangka mengenalkan aktivitas penelitian kepada mahasiswa khususnya yang mengambil mata kuliah spektroskopi. “Sebelumnya kami sampaikan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik dari P2 Kimia. Maksud kunjungan ini adalah dalam rangka mengenalkan aktivitas penelitian kepada mahasiswa kami. Khususnya pengenalan instrumen pengujian sebagai penunjang utama aktivitas penelitian,” ujar wanita yang merupakan dosen senior di Universitas Nusa Bangsa tersebut. Rombongan disambut oleh Hendris Hendarsyah, Kasubbid Sarana Penelitian Khusus dan Sujarwo, Kasubbid Diseminasi dan Kerjasama. Pada kesempatan tersebut, beberapa mahasiswa menanyakan bagaimana untuk mereka dapat melakukan tugas akhir di P2 Kimia. Selain itu, mahasiwa juga meminta informasi terkait layanan pengujian di P2 Kimia. “Saat ini, sesuai kebijakan di P2 Kimia bahwa kami memprioritaskan mahasiswa yang akan melakukan tugas akhir daripada mahasiswa PKL. Untuk tugas akhir, kami mensyaratkan mahasiswa dapat melakukan penelitian minimal 3 bulan di Laboratorium P2 Kimia. Hal ini supaya hasil yang diperoleh mahasiswa dan peneliti kami lebih optimal,” ungkap Sujarwo menjawab pertanyaan terkait bimbingan tugas akhir. Selanjutnya, Hendris menjelaskan bahwa layanan pengujian di P2 Kimia sudah memiliki tarif yang ditetapkan oleh pemerintah. Beberapa diantaranya menerapkan tarif khusus untuk mahasiswa. Sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan, hasil pengujian dapat diperoleh maksimal empat belas hari kerja. “Beberapa pengujian kami telah masuk dalam lingkup akreditasi ISO/IEC 17025. Guna dapat menggunakan layanan pengujian, pelanggan diminta untuk mengirimkan email ke layanan.kimia@mail.lipi.go.id. Selanjutnya, apabila sudah mendapat notifikasi terkait ketersediaan layanan, sampel dapat dikirimkan langsung ke P2 Kimia ataupun dikirim melalui jasa pengiriman,” terang Hendris menjelaskan prosedur layanan pengujian di P2 Kimia. Akhirnya, seluruh mahasiswa dan dosen peserta kunjungan tersebut dipersilakan untuk melihat fasilitas pengujian yang ada di Laboratorium P2 Kimia. Tidak lupa, mereka juga diperkenankan untuk berdiskusi langsung dengan peneliti dan staf laboratorium yang menjadi penangggung jawab masing-masing instrumen pengujian. Para mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengunjungi Lab. Liquid Kromatografi, Lab. Gas Kromatografi, Lab. AAS, Lab. NMR, dan Lab. FTIR. Para mahasiswa terlihat begitu antusias  berdiskusi dengan peneliti dan staf laboratorium. Hingga menjelang berakhirnya jam kerja di P2 Kimia, mereka masih larut dalam aktivitas diskusi. Setelah dirasa mencukupi dalam menggali informasi, mahasiswa dan dosen peserta kunjungan pun berpamitan untuk kembali ke Bogor. “Kami sangat senang dapat melihat langsung aktivitas di laboratorium penelitian seperti di P2 Kimia ini. Tentu, wawasan yang kami peroleh sangat bermanfaat karena kami dapat melihat langsung bagaimana cara kerja dari instrumen-instrumen pengujian kimia yang kami pelajari di kampus,” kesan salah seorang mahasiswa saat dimintai pendapatnya terkait kegiatan kunjungan hari itu. <sjw, p2k>

Baca

Upayakan Segera Peroleh Akreditasi Sistem Manajemen Mutu KNAPPP, P2 Kimia Selenggarakan Audit Internal


07 Juni 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Dalam rangka penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) KNAPPP, P2 Kimia melaksanakan Audit Internal SMM KNAPPP pada Rabu (6/6) sampai Kamis (7/6). Guna membantu pelaksanaan Audit Internal, P2 Kimia mengundang Dr. Fatimah Zulfah dari Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2 SMTP). Acara dibuka oleh Kepala P2 Kimia pada Rabu (6/6) yang bertempat di Ruang Rapat Utama P2 Kimia. “Terima kasih kami sampaikan kepada Dr. Fatimah Zulfah atas perkenannya membantu kami dalam pelaksanaan Audit Internal hari ini. Kegiatan ini merupakan agenda yang sudah direncakan oleh P2 Kimia dalam rangka perolehan akreditasi KNAPPP yang ditargetkan tahun ini,” ungkap Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia. Agus juga berpesan supaya seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Audit Internal dapat bekerjasama sehingga kegiatan berjalan dengan lancar. Dr. Fatimah Zulfah memberikan sambutan sebagai perwakilan dari auditor. Dirinya mengapresiasi usaha yang telah dilakukan oleh P2 Kimia untuk menata sistem manajemen Litbang dengan mengikuti skema akreditasi KNAPPP. Dia pun berharap supaya P2 Kimia dapat segera memperoleh akreditasi dari Kementrian Ristekdikti. “Pertama saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan P2 Kimia mengundang saya untuk terlibat dalam kegiatan ini. Tentunya penerapan SMM KNAPPP akan sangat membantu satuan kerja Pranata Litbang dalam membenahi manajemennya. Mudah-mudahan ke depannya prosesnya berjalan lancar dan P2 Kimia segera memperoleh akreditasi KNAPPP ini,” ujar Fatimah yang merupakan peneliti senior di P2 SMTP dan pernah menjabat sebagai Deputi di LIPI tersebut. Berikutnya Dr. Galuh Widiyarti selaku Manajer Mutu SMM KNAPPP di P2 Kimia mengawali pelaksanaan Audit Internal dengan mengenalkan tim auditor dan seluruh auditi yang akan terlibat dalam dua hari itu. “Audit Internal dua hari ini akan dipimpin oleh Dr. Fatimah Zulfah dengan anggota saya sendiri, Pak Arthur, Pak Didin, Bu Dian Burhani, Bu Zatil dan Pak Sudiyarmanto,” papar Galuh mengawali penjelasannya. “Adapun auditi yang akan terkait yaitu Pak Agus, Pak Adep selaku ketua PME, seluruh manajemen P2 Kimia, Koordinator Keltian dan juga anggota Keltian,” lanjut wanita yang merupakan peneliti bidang kimia bahan alam di P2 Kimia tersebut. Akhirnya pelaksanaan Audit Internal hari pertama, Rabu (6/6) pun dimulai. Masing-masing auditor melakukan tanya-jawab dengan auditi termasuk mengecek dokumen-dokumen terkait. Kegiatan hari pertama tersebut berlangsung dengan lancar. Pelaksanaan audit pun sampai melewati jam kerja P2 Kimia yang berakhir lebih awal dari biasanya dikarenakan menyesuaikan jam kerja pada bulan suci Ramadhan. Hari kedua, Kamis (7/6), kegiatan audit kembali dilanjutkan mulai pagi hari. Auditor dan auditi nampak begitu serius mengikuti pelaksanaan audit. Hingga akhirnya, setelah semua auditor telah menyelesaikan tugasnya untuk mengecek penerapan SMM sesuai dengan lingkupnya, diadakan pertemuan penutupan pelaksanaan Audit Internal untuk memaparkan temuan-temuan dalam kegiatan dua hari tersebut. Dian Burhani, M.T. selaku anggota tim auditor diberikan mandat untuk menyampaikan temuan-temuan dari pelaksanaan Audit Internal. “Merupakan hal yang dimaklumi bahwa dalam penerapan awal sebuah sistem manajemen masih ditemukan ketidakseuaian di sana-sini. Ini merupakan langkah perbaikan dan peningkatan dalam pelaksanaan sistem manajemen mutu,” papar Dian saat mempresentasikan temuan-temuan dari pelaksanaan Audit Internal SMM KNAPPP tersebut. Untuk menutup acara, Dr. Arthur Lelono selaku Kabag Tata Usaha mewakili Kepala P2 Kimia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim auditor dan seluruh auditi atas kelancaran pelaksanaan audit tersebut. Arthur berujar bahwa P2 Kimia berkomitmen untuk sesegera mungkin melakukan tindakan perbaikan dari seluruh temuan Audit Internal yang telah dilaksanakan. “Hasil ini akan kami bawa ke rapat rutin manajemen dan keltian supaya temuan-temuan dari audit internal ini segera ditindaklanjuti. Saya mewakili P2 Kimia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bu Fatimah dan seluruh auditor serta auditi atas kelancaran pelaksanaan audit internal dua hari ini. Temuan-temuan ini akan menjadi bekal bagi kita bersama untuk meningkatkan kualitas kita sebagai satker Pranata Litbang,” pungkas Arthur, sekaligus mengakhiri pelaksanaan audit internal dua hari itu. <sjw, p2k>

Baca

Buka Puasa Bersama Sebagai Ajang Silaturahmi Karyawan, Keluarga Besar, dan Purnabakti P2 Kimia


31 Mei 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Menandai momentum bulan suci Ramadhan, Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI menggelar acara Buka Puasa Bersama pada hari Rabu, 30 Mei 2018. Para karyawan dan keluarga mereka turut diundang menghadiri acara ini, baik peneliti, perekayasa, analis teknis, dan pegawai administrasi. Selain karyawan aktif, karyawan yang sudah pensiun atau purnabakti juga turut diundang sehingga silaturahmi tetap terjaga. Sebagai salah satu bagian dari acara, dilakukan juga pelepasan karyawan purnabakti, Bapak Suhanda, yang akan menyelesaikan tugasnya sebagai PNS pada 31 Mei 2018. Acara dimulai dengan pembacaan ayat Al-Quran dan terjemahannya. Kemudian sambutan oleh Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan tentang pentingnya peningkatan kinerja dalam mendukung capaian-capaian Satker sesuai dengan yang telah direncanakan.  “Momentum ini perlu kita gunakan untuk makin meningkatkan kinerja dan disiplin dalam bekerja, sesuai dengan semangat ibadah di bulan Ramadhan. Tentunya dengan niatan bahwa bekerja merupakan sarana kita dalam beribadah kepada Alloh SWT,“ terang Agus saat memberikan sambutannya. Acara kemudian dilanjutkan dengan penganugrahan Karyawan Non-peneliti Terbaik Bulan Mei 2018. Kepala Bagian Tata Usaha, Dr. Arthur A. Lelono mengumumkan Dwi Prasetyo, driver di P2 Kimia, sebagai karyawan non-peneliti terbaik untuk bulan Mei 2018. Penilaian didasarkan atas sejumlah indikator, seperti tingkat disiplin, kehadiran dan prestasi kerja. Selanjutnya Dr. Agus Haryono dan Drs. Nono Suharno, MM memberi pengantar dalam acara Pelepasan Purnabakti Bapak Suhanda. Baik Agus maupun Nono amat mengapresiasi dedikasi Suhanda yang telah berkiprah selama 36 tahun di P2 Kimia. “Saya amat berterimakasih atas dukungan Bapak/Ibu selama saya mengabdi di sini sampai pada akhirnya menyelesaikan masa tugas saya,“ papar Suhanda yang nampak tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. “Semoga P2 Kimia akan semakin maju di masa mendatang dengan terus menghasilkan karya-karya yang bermanfaat untuk negara dan masyarakat,“ harapnya kepada P2 Kimia. Usai pesan dan kesan dari Suhanda, Ustadz Nur Akly Sholeh kemudian menyampaikan tausiah beberapa menit sebelum waktu berbuka. Nur Akly mengingatkan semua yang hadir untuk memperbanyak ibadah agar memperoleh keberkahan dan ampunan Allah SWT. Acara kemudian ditutup dengan doa. Saat azan Magrib berkumandang, para peserta kemudian menikmati santapan berbuka puasa yang telah disediakan dan menjalankan sholat Maghrib berjama’ah di Ruang Rapat Utama P2 Kimia. <AR/p2k>

Baca

Uji Coba Riset Polimer Untuk Senjata Genggam, Peneliti P2 Kimia Kunjungi PT. Pindad di Bandung


18 Mei 2018

[Berita P2 Kimia, Bandung] Kepala Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono, didampingi sejumlah peneliti mengunjungi fasilitas pabrik pembuatan senjata PT. Pindad. Kunjungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut pembahasan kerjasama antara P2 Kimia dan PT Pindad. P2 Kimia dengan PT. Pindad telah melakukan kerjasama pengembangan material polimer thermoplastik untuk diaplikasikan pada produksi senjata genggam. Kegiatan riset tersebut juga didanai oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Program Pengembagan Teknologi Industri (PPTI). “Kerjasama penelitian dan pengembangan ini dimulai sejak tahun 2017,“ terang Dr. Agus Haryono saat menjelaskan latar belakang kerjasama. “Saat itu, tim peneliti kami telah berhasil menentukan formulasi bahan polimer thermoplastik untuk senjata genggam, dengan tahap awal warna hitam,“ lanjutnya. Agus menerangkan bahwa dengan adanya bahan polimer ini, diharapkan dapat memperingan bobot senjata genggam yang dibuat. Rombongan dari P2 Kimia ini disambut oleh Dr. Hery Mochtady, M.Eng. Vice President PT. Pindad. Hery mengungkapkan optimismenya terkait pengembangan senjata genggam berbahan polimer ini di masa mendatang. “Semoga kerjasama yang dimulai dari senjata genggam laras pendek ini dapat diteruskan untuk senjata tipe lainnya,“ terang Hery mengungkapkan harapannya. "PT. Pindad sangat berkomitmen untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan dengan berkolaborasi bersama Lembaga Litbang. Kami yakin kolaborasi ini akan membawa dampak yang signifikan pada pengembangan produk di perusahaan kami," lanjutnya. Usai berdiskusi, rombongan diajak melihat-melihat beberapa lokasi fasilitas produksi dan uji coba senjata. Para peneliti juga diajak mencoba prototipe senjata baru yang telah dikembangkan dari penelitian mereka menggunakan bahan polimer. Turut serta dalam kunjungan tersebut, Dr. Yenny Meliana, Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian P2 Kimia. Muhammad Ghozali, M.T., peneliti bidang polimer P2 Kimia, selaku koordinator kerjasama penelitian antara PT. Pindad dengan P2 Kimia mengungkapkan bahwa dia bersama tim sangat menyambut positif terkait pencapaian kerjasama penelitian tersebut. Dirinya merasa termotivasi karena penelitian yang dilakukan di laboratoriumnya bersama tim dapat diaplikasikan di PT. Pindad. "Ini tentunya menjadi pemacu semangat bagi saya bersama tim untuk terus melakukan riset dan pengembangan dalam bidang polimer. Merupakan suatu kebahagiaan apabila hasil riset kami dapat dimanfaatkan oleh industri. Apalagi industri strategis nasional seperti PT. Pindad ini," ungkap Ghozali saat dimintai kesan dan pesannya. <aars/ p2k>

Baca

Diskusikan Kolaborasi Riset, Peneliti P2 Kimia Kunjungi Perkebunan Teh di Gambung


15 Mei 2018

[Berita P2 Kimia, Bandung] Para peneliti Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI mengunjungi Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) di Gambung (21/5). Para peneliti ini terdiri dari enam orang yang berasal dari berbagai kelompok penelitian dan latar belakang bidang keilmuan. Berangkat dini hari dari Serpong, lamanya perjalanan yang hampir delapan jam di tol tak mengurangi semangat mereka mengunjungi perkebunan dengan ketinggian 1300 m di atas permukaan laut ini. “Kunjungan kami ke sini adalah dalam rangka diskusi lebih lanjut kerjasama penelitian terkait teh,“ terang Dr. Ir. Anny Sulaswatty, peneliti senior bidang teknik kimia yang mengkoordinasi kedatangan rombongan P2 Kimia. Pihak PPTK juga nampak sangat antusias menyambut kedatangan rombongan. “Selamat datang di tempat kami kepada Tim Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia LIPI,“ sapa Caretaker Direktur PPTK, Dr. Luqman Erningpraja, yang turun langsung memimpin para peneliti dan stafnya dalam menyambut tamu. Luqman didampingi sejumlah staf dan peneliti seperti Kepala Kelompok Peneliti Pra Panen dan Pasca Panen (Ir. Sobar Dorana, M.Sc.), Kepala Urusan Penyampaian Hasil Penelitian dan Tata Operasional Penelitian & Kerjasama Penelitian, (Eko Pranoto, Sp., MP.), dan para peneliti (seperti Heri Syahrian Khomaeni, Shabri, Hilman Maulana). “Kerjasama ini semoga dapat menjadi langkah yang sangat strategis yang dapat membawa manfaat bagi kita semua,“ imbuh Luqman. Dalam pertemuan di ruang rapat PPTK tersebut, dibahas mengenai tindak lanjut rencana pengembangan produk baru teh. Proposal riset yang disusun bersama, baik dari P2 Kimia LIPI maupun PPTK, telah disetujui melalui program Insinas  oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Bidang riset yang diteliti dan dikembangkan adalah lintas kluster, mulai dari teknologi penanaman teh, budidaya teh, pengujian senyawa aktif teh, pengembangan minuman fungsional teh, optimasi produksi teh, dan analisis potensi lingkungan berbasis daur hidup teh. Usai berdiskusi di ruang rapat, rombongan P2 Kimia diajak berkeliling ke fasilitas perkebunan teh, mulai dari lahan penanaman teh, workshop, pabrik hingga gudang produk. Mereka dijelaskan terkait berbagai jenis klon unggul teh, cara panen, teknologi pengolahan dan pengemasan. Setelah berkeliling, rombongan berkumpul kembali di ruang rapat untuk berdiskusi lebih detail teknis pelaksanaan kegiatan. Diskusi dipimpin langsung oleh Dr. Nino Rinaldi, Koordinator Kelompok Penelitian Teknologi Proses P2 Kimia. Nino memaparkan target keseluruhan pengembangan produk baru dan jadwal pelaksanaan kegiatan. Diskusi berlangsung sangat seru dan interaktif, baik dari P2 Kimia dan PPTK. Mereka saling memahami rencana kegiatan yang disusun dan berkomitmen untuk saling mendukung. <aars/ p2k>

Baca

Melalui Rapat Kerja 2018, P2 Kimia Anyam Tangga Menuju Kejayaan Riset Indonesia


04 Mei 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Dalam beberapa pekan terakhir, manajemen dan karyawan Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI tengah melaksanakan agenda khusus: rapat kerja (raker) 2018. Rapat ini terdiri dari rangkaian kegiatan yang tediri dari pra raker, raker dan outbound. Acara pra-raker diadakan terlebih dulu pada tanggal 23-24 April 2018 di P2 Kimia LIPI. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan P2 Kimia setahun sebelumnya, mensinkronisasi dengan rumusan raker tingkat LIPI, sekaligus menggodok konsep rumusan yang akan dibawa ke rapat kerja tingkat P2 Kimia LIPI. Ada tiga komisi yang menggodok materi rumusan: komisi reformasi birokrasi (RB), komisi perencanaan strategis (Renstra) program penelitian, dan komisi anggaran keuangan. Raker Kimia: Komitmen, Semangat, Sukses! Kepala P2 Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono, saat membuka raker hari Rabu (2/5) menekankan pentingnya rapat kerja guna merumuskan langkah strategis untuk memperkuat riset di P2 Kimia. “Berbagai capaian dan prestasi P2 Kimia di tahun sebelumnya hendaknya memotivasi kita semua untuk berkarya semakin baik di tahun-tahun mendatang,“ pesan Agus saat membuka raker di ruang rapat besar. “Raker ini merupakan forum bersama bagi kita dalam menyusun bentuk, program dan kegiatan terbaik yang akan mewadahi tujuan kita bersama,“ sambungnya di depan sekitar seratus orang karyawan yang memadati ruangan tersebut. Pernyataan Agus ini didukung oleh Dr. Laksana Tri Handoko, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) LIPI. Handoko mengungkapkan, selaras dengan reformasi birokrasi, sejumlah program dan rencana strategis tengah disusun, dianggarkan dan dilaksanakan LIPI hingga tahun 2024 mendatang. Program ini mencakup antara lain pembangunan infrastruktur penelitian dan sumber daya manusia. Secara khusus, LIPI tengah menyusun program peningkatan kompetensi agar para peneliti minimal memiliki latar belakang S2. “Kunci pentingnya adalah komitmen, semangat dan sukses!” tekan Handoko yang juga merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama LIPI ini. Di kesempatan berikutnya, acara diisi dengan sosialisasi terkait Suap, Gratifikasi dan Pemerasan. Acara disampaikan langsung oleh dua orang staf dari divisi pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam presentasinya, mereka mengungkapkan definisi korupsi dan berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah korupsi. Dijelaskan pula pembedaan antara suap, gratifikasi, dan pemerasan yang intinya terletak pada kesepakatan antara pengguna dan pemberi layanan. Dalam konteks reformasi birokrasi, kedua staf ini menekankan agar karyawan tak segan melaporkan gratifikasi yang diterimanya ke KPK jika dirasa memenuhi syarat untuk dilaporkan. Usai makan siang, acara dilanjutkan dengan pengumuman karyawan terbaik, peneliti terbaik dan karyawan favorit. Karyawan terbaik diberikan kepada staf non peneliti berdasarkan kinerja nya. Untuk bulan ini, karyawan terbaik diraih oleh Yayan, staf kepegawaian. Sementara peneliti terbaik ditentukan berdasarkan capaian publikasi ilmiah, paten dan perolehan pendanaan penelitian. Lima orang peneliti terbaik adalah Dr. Ajeng Arum Sari, Prof. M. Hanafi, Dr. Siti Nurul Aisyah Jenie, M. Ghozali, MT dan Dr. Amanda Septevani. Karyawan favorit menurut survei internal P2 Kimia jatuh pada Dr. Arthur Ario Lelono. Di sore harinya, acara dilanjutkan dengan diskusi pembahasan hasil pra-raker. Dr. Adep A. Dwiatmoko selaku Ketua PME P2 Kimia, membacakan notulen hasil pra raker P2 Kimia. Dalam diskusi ini, pihak manajemen dan penyusun rumusan pra raker maju ke depan dan berdiskusi dengan seluruh karyawan terkait poin-poin penyusunan hasil pra-raker. Dari hasil diskusi, disepakati rumusan hasil raker untuk ditindaklanjuti bersama. Secara umum, hasil rumusan berupa rekomendasi untuk implementasi program RB menuju nilai 81, perencanaan program penelitian yang lebih implementatif dan penyusunan anggaran yang mengikuti program prioritas nasional. Di hari berikutnya (3/5), para karyawan melaksanakan outbound bersama di Bogor. Tema yang diusung adalah “Merangkul pundak sesama, merajut kebersamaan, meniti langkah pada tangga kejayaan P2 Kimia LIPI”. <aars/ p2kimia>

Baca

Perkuat RB, P2 Kimia Sosialisasikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Whistle Blowing System (WBS)


26 April 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini sudah semakin baik dan akan terus ditingkatkan. Demikian diungkapkan Dr. Hiskia, Inspektorat dari LIPI, saat berbicara terkait “Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) dan Whistle Blowing System (WBS)”. Hiskia diundang sebagai narasumber di Pusat Penelitian (P2) Kimia (25/4). Menurut Hiskia, hal ini dapat dilihat dari sejumlah indikasi, diantaranya Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) dan adanya sejumlah unit/ satuan kerja di bawah LIPI yang sudah masuk ke Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). “Salah upaya penting dalam meraih WBK dan WBBM adalah penguatan SPIP dan WBS,“ tekan Hiskia yang diperbantukan ke inspektorat dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi tersebut. Hal senada diungkapkan Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono, saat membuka acara sosialisasi. “Pelaksanaan RB di P2 Kimia semakin baik dan selaras dengan kemajuan LIPI,” ujarnya. “Kami juga tengah mempersiapkan diri menuju WBK dan WBBM,“ lanjut peneliti madya tersebut. Dijelaskan oleh Hiskia, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi yang mengatur tentang pelaksanaan program reformasi birokrasi. Peraturan tersebut menargetkan tercapainya tiga sasaran hasil utama yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik. Dalam rangka mengakselerasi pencapaian sasaran hasil tersebut, maka Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) mengeluarkan Peraturan Menteri PAN dan RB No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah. “Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah sistem pengendalian intern (SPI) yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, “ terang Hiskia. “unsurnya mencakup lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemanfaatan pengendalian intern,” lanjutnya. Selain dengan SPIP, penguatan pengawasan juga melibatkan sistem WBS. Di LIPI, WBS dikelola secara terpusat oleh Inspektorat dan dilaksanakan di tiap unit satuan kerja. Dalam sesi diskusi, dibahas berbagai permasalahan teknis untuk implementasi SPIP dan WBS di P2 Kimia. Beberapa tindak lanjut yang dirumuskan antara lain pengembangan sistem terpadu dengan memanfaatkan teknologi informasi/ website yang terintegrasi dengan LIPI. <aars/ p2 kimia>

Baca

P2 Kimia Persembahkan Science Show Pembuatan Lotion Anti Nyamuk di Gelaran Indonesia Science Day 2018


26 April 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Dalam rangka HUT Pusat Peragaan IPTEK (PP-IPTEK), Kemenristekdikti ke-27, PP-IPTEK menyelenggarakan kegiatan Indonesia Science Day 2018 pada 20-22 April 2018 dengan tema "Science and Technology for Sustainable Life". Indonesia Science Day (ISD) 2018 merupakan ajang open house berbagai kegiatan sains yang didesain dengan konsep edutainment, menghibur, dan menginspirasi generasi muda dalam memajukan sains dan teknologi di Indonesia. Pameran Iptek dari berbagai instansi/sekolah/universitas pun digelar untuk menunjukkan kreativitas hasil karya anak bangsa dalam bidang sains dan teknologi. LIPI yang dimotori Biro Kerjasama Hukum dan Humas (BKHH) tak ketinggalan turut berpartisipasi untuk memeriahkan acara Indonesia Science Day (ISD) 2018 dengan menampilkan “Kolase PKT Kebun Raya Bogor" dan “Science Show” pembuatan lotion anti nyamuk berbahan herbal dari P2 Kimia. Kegiatan dilaksanakan pada Jum'at (20/4) di PP-IPTEK yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dalam kesempatan “Science Show”, P2 Kimia menyuguhkan materi bagaimana membuat lotion anti nyamuk dari bahan-bahan yang aman dan alami. Kegiatan dilaksanakan menjelang sore hari yang berpotensi membuat bosan dan lelahnya para siswa/mahasiswa setelah mengikuti acara demi acara. Namun hal tersebut tak membuat mereka kurang semangat mengikuti “Science Show”. Para peserta terlihat sangat antusias kala acara “Science Show” diumumkan akan segera dimulai. Dalam kegiatan tersebut, peserta ikut praktek langsung membuat lotion anti nyamuk. Hal ini membuat mereka begitu gembira. Sebanyak tujuh grup menerima bahan dan peralatan serta panduan cara kerja. Para peserta tak sabar segera melakukan praktek sambil mengikuti arahan dari Dr. Yenny Meliana selaku peneliti P2 Kimia dibidang emulsi dibantu oleh Melati Septiyanti, Eni Suryani dan Sri Budi Harmami. Diselingi pertanyaan sehubungan dengan kimia, mereka berebut menjawab karena akan mendapatkan hadiah souvenir dari LIPI. Sorak-sorai bahagia para peserta pun tergambar setelah mereka berhasil membuat lotion. Kemeriahan tercipta kala salah satu grup mampu menyelesaikan pembuatan lotionnya lebih dulu dibandingkan grup lain. Lotion dengan wangi sereh dan jeruk nipis itupun mereka masukan ke wadah-wadah yang sudah disediakan untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan acara praktik hari itu. “Ini merupakan salah satu upaya LIPI dalam rangka menyemangati generasi muda untuk belajar sains. Melalui tema yang disajikan oleh P2 Kimia tadi, saya yakin banyak hal dan pengalaman yang didapat oleh peserta. Mudah-mudahan ke depan minat generasi muda terhadap sains terus meningkat,” ungkap Yutainten Kepala Subbagian Pengayaan Ilmiah Masyarakat BKHH LIPI dalam penutupan acara tersebut. (ES/P2K ed: SJW).

Baca

P2 Kimia Tandatangani Kontrak dengan Kemenristekdikti Guna Kembangkan Riset Ekstraktor Artemisinin untuk Obat Malaria


17 April 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Penyakit Malaria di Indonesia masih menjadi ancaman mematikan, terutama di wilayah Indonesia Timur. Menurut data Annual Parasite Incidence (API) per provinsi tahun 2016, ada 6 besar wilayah yang masih endemis malaria dan masuk ke dalam zona merah, seperti Papua (39,93 persen), Papua Barat (10,20 persen), NTT (5,17 persen), Maluku (3,83 persen), Maluku Utara (2,44 persen) dan Bengkulu (1,36 persen). Menghadapi kenyataan ini, Pemerintah mendorong sinergi semua pihak untuk turut memerangi malaria. Kementerian Kesehatan menginisiasi Konsorsium Riset Nasional Kemandirian Bahan Baku Obat Malaria Dihidroartemisinin guna mengembangkan bahan baku obat malaria. Konsorsium ini beranggotakan antara lain badan litbang Kementerian Kesehatan, Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Kementerian Pertanian, satuan kerja Lembaga ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan PT Indofarma. Di antara satuan kerja LIPI yang terlibat adalah Kebun Raya Cibodas, Pusat Penelitian Biotek dan Pusat Penelitian Kimia. Melalui program pendanaan riset oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), konsorsium mendapatkan dukungan dana penelitian. Sekitar 1-2 Milliar rupiah dana digelontorkan ke konsorsium ini, yang dipecahkan berdasarkan kegiatan masing-masing anggota konsorsium. Pusat Penelitian (P2) Kimia juga memperoleh bantuan dana ini guna pengembangan lebih lanjut ekstraktor artemisinin HFC134 Sistem Tertutup untuk obat malaria. Riset ini dikoordinasi oleh Dr. Arthur Ario Lelono, peneliti bahan baku obat dan farmasi di P2 Kimia. “Ekstraktor yang kami kembangkan bertujuan untuk mengisolasi senyawa bahan baku obat tanpa memerlukan pelarut dan lebih selektif terhadap senyawa yang ditargetkan,“ jelas Arthur yang juga merupakan Kepala Bagian Tata Usaha P2 Kimia LIPI. Lebih lanjut, Arthur mengungkapkan, ekstraktor HFC134 yang timnya kembangkan memiliki keunggulan lain berupa proses ekstraksi yang cepat, aman dan efisien. Di samping itu, ekstraktor ini juga sesuai untuk senyawa yang sensitif terhadap panas sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk senyawa lain termasuk minyak atsiri. “Desain ekstraktor ini memang dikembangkan agar siap untuk diimplementasikan di industri dengan biaya yang ekonomis,“ pungkas pria yang menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 nya di Ehime University, Jepang ini. Penandatangan kontrak riset ini dilakukan dalam program bertajuk “Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Pendanaan Inovasi Industri & Inovasi Perguruan Tinggi”. Acara diselenggarakan oleh Kemenristekdikti di Auditorium BPPT Jakarta (17/4). Sejumlah universitas, lembaga litbang dan industri yang proposalnya terpilih turut hadir di kegiatan ini. Dari P2 Kimia, Dr. Agus Haryono selaku Kepala menandatangani kontrak riset dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Medy Eka Suryana, S.IP M.M. “Pendanaan ini makin memperkokoh peran LIPI termasuk P2 Kimia dalam mendukung riset bahan baku obat malaria di Indonesia,“ ujar Agus seusai penandatanganan. Agus menambahkan, ekstraktor yang tengah dikembangkan merupakan alat yang sangat efisien, hampir 40 kali lipat lebih efisien daripada metode ekstraksi solven yang konvensional. <aars/ p2kimia>

Baca

Dorong Hilirisasi Riset, P2 Kimia Gelar Workshop Feasibility Study and Technology Readiness Level


12 April 2018

[Berita P2 Kimia,Serpong] Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin kompetitif, lembaga litbang dituntut untuk semakin inovatif dalam mengembangkan produknya. Hilirisasi atau upaya pemanfaatan hasil-hasil penelitian ke masyarakat dan industri pun menjadi isu penting. Hal ini lah yang mendorong Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI untuk menyelenggarakan workshop sehari “Feasibility Study and Technology Readiness Level”. Bertempat di P2 Kimia, acara ini diadakan pada hari Kamis (12/4). Workshop ini juga terselenggara sebagai bagian dari program Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioetanol Generasi ke-2, sebagai salah satu upaya untuk mendorong riset bioetanol ke arah industri. Acara ini dimoderatori langsung oleh Dr. Sri Handayani, S.Farm. Apt. M., ketua panitia acara.  “Riset-riset di P2 Kimia, sebagaimana riset pada umumnya, dilakukan mulai dari skala laboratorium hingga skala pilot plant,“ ujar Dr. Yenny Meliana, Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian, saat memberikan sambutan pembuka mewakili Kepala P2 Kimia LIPI. “Riset ini perlu dikelola agar bisa dimanfaatkan ke masyarakat dan industri, salah satunya dengan melakukan kajian kelayakan dan mengakses tingkat kesiapan teknologi nya,“ sambungnya. Feasibility Study Di sesi pertama, Dr. Ir. Syahrul Aiman, peneliti senior P2 Kimia LIPI menyampaikan dua materi utama. Yang pertama adalah kajian-kajian pendukung (Soft Studies) untuk Evaluasi Pelaksanaan Hasil Penelitian. Yang kedua adalah Telaah Kelayakan Suatu Usulan. “Hasil penelitian dapat berupa ilmu pengetahuan, teknologi, dan peningkatan kemampuan/ skill,“ terang peneliti utama bidang Teknik Kimia tersebut saat mulai menjelaskan materi pertama. “Untuk membawa produk ke pengguna, perlu melewati beberapa proses: mulai dari penelitian, alih teknologi serta memperhatikan proses di luar seperti politik, pasar, hukum dan teknologi,“ ujar pria yang menyelesaikan S3 nya di The University of New South Wales, Australia ini. Lebih jauh, Syahrul menggarisbawahi perlunya para peneliti memperhatikan proses yang terjadi di luar. Hal ini dikarenakan seiring berjalannya waktu, penelitian yang dilakukan menjadi tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Syahrul mencontohkan pengalaman panjang penelitian di P2 Kimia LIPI sejak tahun 90an. Berdasarkan pengalaman tersebut, diperlukan suatu tools menggunakan metode manajemen/ Soft Studies untuk membantu perencanaan pemanfaatan hasil penelitian. Salah satu tool tersebut adalah studi kelayakan (Feasibility Study). “Studi kelayakan mencakup antara lain analisis lingkungan, analisis pasar, analisis  teknis, analisis keuangan, dan analisis sensitivitas,“ rinci peneliti yang pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI 2008-2014 ini. “Studi ini sebaiknya dilakukan sebelum assessmen tingkat kesiapan teknologi, “ jelasnya. Syahrul kemudian menjabarkan masing-masing komponen di atas. Secara khusus, peneliti yang pernah menjadi Kepala Pusat Inovasi LIPI 2001-2008 ini memberikan buku pedoman praktis “Memahami dan Menyiapkan Telaah Kelayakan” yang ditulisnya untuk sekitar 40 peserta dari berbagai instansi di ruangan itu. Menginjak materi kedua, Syahrul mengemukakan pembahasan terkait telaah kelayakan suatu usulan. “Agar kegiatan riset dapat dilakukan baik dan hasilnya dapat berdampak pada ekonomi, sosial dsb., maka (1) kegiatan harus layak dilakukan pengusul, dan (2) menarik/ terkait kebutuhan pasar/ pengguna/ target, “ tekannya. Lebih lanjut, Syahrul menjabarkan metode perencanaan program dan penentuan prioritas riset. Salah satu metode yang dapat dipakai adalah SERP yang dikembangkan US Industrial Research Institute tahun 1984 dan diadopsi LIPI dari CSIRO tahun 1999. Di samping dua materi utama di atas, Syahrul juga menyampaikan materi lain seperti metode valuasi paten di lembaga litbang. Presentasi juga diikuti dengan sesi diskusi tanya jawab dengan peserta. Usai presentasi dan diskusi, Kepala Bidang PDHP menyerahkan piagam apresiasi kepada Dr. Syahrul Aiman dan diiringi tepuk tangan dari para peserta. Technology Readiness Level Usai istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan materi Technology Readiness Level (TRL). Materi dipresentasikan oleh Arief A.R. Setiawan, M.Eng, peneliti bidang Teknik dan Manajemen Industri P2 Kimia. Sebelum materi dimulai, para peserta diberikan pre-test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terkait TRL.  Ada 10 soal singkat dalam pre-test yang dikerjakan dalam waktu 10 menit. Setelah tes berakhir, dilakukan pemberian kunci soal yang dicocokkan dengan jawaban peserta. Dari pengamatan sepintas, nampak para peserta dapat menjawab sekitar 40-70% soal dengan benar. Para peserta selanjutnya diajak menyimak sekilas terkait video TRL. Video ini memberikan informasi ringkas terkait apa itu TRL, jenjang level dalam TRL dan contohnya. “TRL merupakan pengukuran sistematik untuk mendukung assesmen kesiapan/ kematangan suatu teknologi,“ terang Arief memulai presentasinya. “Sejak disusun NASA tahun 1974, metode TRL terus berkembang dan dipakai di berbagai negara termasuk diadopsi BPPT dan Kemenristekdikti di Indonesia,“ lanjut peneliti yang menyelesaikan studi S2nya di Waseda University, Jepang. Di Indonesia, istilah TRL diterjemahkan sebagai Tingkat Kesiapan Teknologi yang kemudian berubah menjadi Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT). Arief kemudian memaparkan 9 tahapan dalam TRL. Tahap terendah adalah level 1 terkait prinsip dasar dari teknologi telah diteliti dan dikembangkan. Sementara tahap tertinggi adalah level 9 yang berarti sistem benar-benar telah teruji/ terbukti melalui keberhasilan pengoperasian. “Assessmen dimulai dari level 1 dan naik ke level di atas nya jika memenuhi prasyarat nilai tertentu,“ jelas peneliti yang juga sebagai Kepala Subbidang Pengelolaan Hasil Penelitian P2 Kimia LIPI ini. “Biasanya nilai yang dipakai adalah 80%,“ lanjutnya. Arief mengungkapkan, penggunaan TRL di Indonesia semakin penting. Apalagi dengan terbitnya berapa peraturan termasuk Permenristekdikti No. 42/2016 tentang Pengukuran dan Penetapan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT). “Di peraturan ini, dijelaskan siapa dan bagaimana yang melakukan pengukuran dan penetapan TKT,“ paparnya. Selanjutnya, Arief memberikan beberapa contoh penggunaan TRL untuk assessmen di P2 Kimia. Menurutnya, TRL ini bermanfaat bagi peneliti untuk mengetahui posisi penelitiannya dan menyusun rencana tindak lanjut. Diantara rencana tersebut adalah dapat diusulkan ke program pendanaan yang sesuai di Kemenristekdikti dan bekerjasama dengan industri. Terakhir, Arief juga menyampaikan topik lanjutan terkait pengembangan TRL di masa mendatang. Beberapa yang dikemukakan diantaranya semakin bervariasinya indikator dalam TRL yang sesuai dengan bidang penelitian, pengembangan “turunan” TRL sebagaimana yang pernah dikajinya, dan isu kompatibilitas TRL dengan alat ukur lain, seperti Innovation Readiness Level, Manufacturing Readiness Level, System Readiness Level, dsb. Acara dilanjutkan dengan simulasi pengukuran TRL menggunakan contoh dari peserta. Setelah melalui beberapa diskusi, acara pun ditutup jam tiga sore oleh Kepala Bidang PDHP. <aars/p2kimia>.

Baca
ZONA INTEGRITAS