: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Bahan Acuan (Reference Material)


Administrator, 20 Mei 2010

Pengantar Pada tanggal 20 Mei 1908, di Indonesia telah berdiri sebuah organisasi yaitu Boedi Oetomo yang memiliki tujuan untuk menciptakan kemajuan yang selaras (harmonis) bagi negara dan bangsa Indonesia, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan perdagangan, teknik dan industri, serta kebudayaan (kesenian dan ilmu pengetahuan) dan kemudian setiap tanggal 20 Mei dikenal sebagai hari kebangkitan nasional. Tahukah anda bahwa pada tanggal yang sama, 33 tahun sebelum Boedi Oetomo berdiri (tepatnya 20 Mei 1875) di Paris – Perancis telah berdiri sebuah organisasi tingkat dunia yaitu International Bureau of Weights and Measures (Bureau International des Poids et Mesures-BIPM) untuk bidang metrologi dan tanggal tersebut ditetapkan menjadi hari metrologi sedunia ? Seandainya saja bangsa Indonesia telah mengetahui tentang metrologi sejak tahun 1908, mungkin sekarang kita sudah bisa duduk sejajar dengan negara-negara adikuasa seperti Amerika, Jepang, dan beberapa negara Eropa lainnya. Namun tidak ada kata terlambat bagi ilmu pengetahuan, sekaranglah saatnya bagi kita untuk mengejar ketinggalan dalam ilmu metrologi. Pengertian Bahan acuan (Reference Material) Dalam tulisan ini dibahas salah satu istilah yang sering muncul dalam ilmu metrologi, yaitu reference material (RM) atau bahan acuan. Menurut International Vocabulary of Metrology – Basic and general concept and associated term (VIM), pengertian reference material adalah: ”material, sufficiently homogeneous and stable with reference to specified properties, which has been established to be fit for its intended use in measurement or in examination of nominal properties”. RM disini dapat diartikan sebagai bahan atau zat yang memiliki sifat-sifat tertentu yang cukup homogen dan stabil, yang telah ditetapkan untuk dapat digunakan dalam pengukuran atau dalam pengujian suatu contoh. Bahan acuan dapat digunakan untuk mengontrol presisi pengukuran walaupun bahan acuan tersebut tidak memiliki nilai acuan (assigned value), sedangkan untuk kalibrasi atau untuk mengontrol kebenaran pengukuran hanya bahan acuan yang memiliki nilai acuan yang dapat digunakan. Selain reference material, ada istilah certified reference material (CRM) atau bahan acuan bersertifikat yaitu: ”reference material, accompanied by documentation issued by an authoritative body and providing one or more specified property values with associated uncertainties and traceabilities, using valid procedures”(1). CRM disini dapat diartikan sebagai bahan yang satu atau lebih sifatnya telah diberi sertifikat dengan suatu prosedur teknis yang baku, yang disertai dengan ketidakpastian dan ketertelusurannya. Pengertian CRM menurut ISO REMCO (2005) adalah: “reference material yang salah satu atau lebih sifatnya sudah disertifikasi dengan prosedur metrologi yang absah, disertai sertifikat yang memuat nilai sifat, ketidakpastiannya, dan pernyataan ketertelusuran metrologinya(2). Kegunaan Bahan Acuan Bahan acuan memainkan peranan yang penting dalam memvalidasi akurasi data. Bahan acuan digunakan untuk beberapa tujuan yaitu: untuk memfasilitasi pengujian yang akurat dari keseluruhan sistem pengujian selama pengembangan atau penerapan suatu metode analitik (contohnya mulai dari ekstraksi hingga kuantisasi menggunakan analisis instrumental); untuk penentuan apakah suatu metode berada dalam kontrol selama penggunaan rutin; untuk penetapan ketertelusuran nilai acuan bagi sebuah in-house control material; atau sebagai sebuah sampel pembanding bagi penilaian antar laboratorium(3). Jadi dapat disimpulkan bahwa dari sudut pandang metrologi, bahan acuan berfungsi untuk menjamin ketertelusuran hasil pengujian, dalam hal ini ke Sistem Internasional (SI) atau kalau belum memungkinkan, ke bahan acuan sejenis yang lebih tinggi tingkatannya(2). Lebih Lengkapnya certified-reference-material.pdf Penulis : Fitri Dara

ZONA INTEGRITAS