Berita

Di KLHK, Edi Ungkap potensi LCA Guna Dukung Pengambilan Kebijakan


Administrator, 08 Mei 2017

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan (Pustanlinghut), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Penerapan SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017 tentang Manajemen lingkungan- Penilaian Daur Hidup”. Bertempat di Gedung Rimbawan, Manggala  Wanabakti, KLHK, Jakarta, acara diadakan selama 2 hari (5-6 April 2017).

Bimtek tersebut dihadiri sekitar 50 orang yang terdiri dari para peneliti dan pengambil kebijakan di lingkungan KLHK. Kementerian/ Lembaga lain yang diundang diantaranya Kementerian Perindustrian, Pertanian, Energi Sumber Daya dan Mineral, Kelautan dan Perikanan, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Tenaga Kerja, Luar Negeri, Badan Perencanaan Nasional, Badan Standarisasi Nasional, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.

“Bimtek ini dimaksudkan untuk mengkaji implementasi ISO 14040/44 terutama pemanfaatan LCA di level pengambilan kebijakan, “ terang Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc, Kepala Pustanlinghut saat memberikan sambutan pembukanya.

Di sesi pertama, Noer selanjutnya menerangkan beberapa contoh penerapan LCA untuk mendukung kebijakan, baik di dalam maupun luar negeri. “Aplikasi ini misalnya untuk ekolabel tipe 1 dan 3, untuk efisiensi produksi, penurunan emisi, dst.,” terangnya lebih lanjut.

Dalam sesi tersebut, peneliti P2 Kimia LIPI, Dr.  Edi Iswanto Wiloso, juga turut diundang menjadi pembicara. Edi yang juga ketua Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) menyampaikan pengantar konsep LCA dan beberapa studi kasus penggunaannya di luar negeri terkait dengan daya saing komoditi ekspor.

“Indonesia termasuk tertinggal dalam menerapkan LCA, dibandingkan negara tetangga seperti Thailand maupun Singapura, “ terang doktor lulusan Leiden University, Belanda ini. Edi kemudian menyampaikan beberapa contoh aplikasi LCA di bidang energi, bangunan, kelautan dan sebagainya.

Pembicara selanjutnya adalah Dr. Jessica Hanafi. Pengajar Universitas Pelita Harapan ini menyampaikan materi metodologi LCA.

“Ada empat tahapan metode LCA, yaitu Penentuan Tujuan dan Ruang Lingkup, Inventori Daur Hidup, Penilaian Dampak Daur Hidup dan, Interpretasinya, “ terang Jessica yang juga merupakan pengurus ILCAN ini. Jessica selanjutnya menguraikan lebih rinci keempat tahap metode tersebut.

Peserta tampak antusias mengikuti bimtek ini. Beberapa dari mereka mengajukan pertanyaan secara berulang dan dijawab satu persatu oleh para pembicara. Di awal dan akhir acara, para peserta mengerjakan tes singkat untuk mengetahui tambahan pemahaman materi yang diberikan. <aars/p2 kimia>

ZONA INTEGRITAS