: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Hadiri Sidang FAO PBB, Delegasi P2 Kimia Diskusikan Polutan Organik Kimia


Administrator, 21 September 2018

[Berita P2 Kimia, Roma-Italia] The fourteenth meeting of the Persistent Organic Pollutant Review Committee (POPRC ke-14) dilaksanakan pada tanggal 17-21 September 2018 di Gedung FAO PBB, Roma-Italia. Pertemuan ini membahas tentang bahan-bahan kimia yang dilarang beredar di dunia yang beranggotakan 31 negara yang mewakili 5 Regional, serta pengamat yang merupakan wakil dari unsur pemerintah, industri maupun dan lembaga swadaya masyarakat. Pada pertemuan ini Indonesia diwakili oleh Dr. Eng. Agus Haryono dari Pusat Penelitian Kimia LIPI sebagai anggota komite POPRC. Selain itu Indonesia juga mengirimkan 3 pengamat yaitu Dr. Yenny Meliana, Dr. Ajeng Arum Sari dan Muhammad Ghozali, M.T dari Pusat Penelitian Kimia LIPI.

“Tim kami secara aktif bersama negara-negara lain menyerukan pentingnya perhatian terhadap bahan kimia berbahaya di dunia, “ terang Agus. “Salah satu aplikasi yang perlu dicermati adalah pada pangan dan pertanian, “ lanjutnya.

POPRC ke-14 fokus Pentadecafluorooctanoic acid (CAS No: 335-67-1, PFOA, perfluorooctanoic acid), senyawa garamnya dan senyawa-senyawa yang terkait PFOA;  dalam tahap rekomendasi kepada the Conference of the Parties; Perfluorohexane sulfonic acid (CAS No: 355-46-4, PFHxS), senyawa garamnya dan senyawa senyawa yang terkait PFHxS berupa draft profil resikonya; serta Perfluorooctane sulfonic acid (PFOS), senyawa garamnya dan senyawa-senyawa yang terkait perfluorooctane sulfonyl fluoride (PFOSF) dalam evaluasi kebutuhan beberapa aplikasi dalam acceptable purposes untuk dihilangkan dari Lampiran B pada Konvensi.

Hasil sidang menetapkan bahwa PFOA tergolong dalam Annex A konvensi Stockhlom dengan specific exemptions pada : manufaktur semikonduktor atau perangkat elektronik terkait, lapisan fotografi, tekstil anti minyak dan air untuk perlindungan pekerja dari cairan berbahaya yang mengandung resiko terhadap kesehatan dan keselamatan, perangkat medis invasif dan implan serta busa pemadam kebakaran. Sedangkan hasil sidang terkait PFOS merekomendasikan kepada angggota komite untuk mempertimbangkan perubahan Annex B konvensi Stockhlom berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan anggota komite. Hasil sidang juga memutuskan bahwa PFHxS merupakan senyawa yang mampu menjangkau panjangnya transportasi lingkungan hingga menimbulkan efek kesehatan manusia dan lingkungan yang merugikan secara signifikan sehingga tindakan global perlu dilakukan. Selanjutnya, membentuk kelompok kerja intersessional untuk menyiapkan evaluasi manajemen risiko yang mencakup analisis kemungkinan tindakan pengendalian untuk PFHxS sesuai Annex F pada Konvensi. <penulis: mg/p2k, editor: aars/p2k>

ZONA INTEGRITAS