Berita

Hari Perdana ISE 2017, Minyak Atsiri dan Lotion Anti Selulit Jadi Primadona Science Show


Administrator, 23 Oktober 2017

(Liputan Peran Serta P2 Kimia LIPI di ISE2017 Bagian 2)

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Dalam rangkaian kegiatan Indonesian Science Expo (ISE) 2017, Science Show dirancang penyelenggara sebagai salah satu ajang penarik perhatian para pengujung terutama anak sekolah dan mitra industri. Bertempat di Balai Kartini, acara Science Show ISE 2017 diselenggarakan selama empat hari berturut–turut mulai 23 hingga 26 Oktober 2017. Pameran dan Science Show ini dapat dikatakan sebagai media sosialisasi yang bersifat umum untuk penjelasan teknologi yang telah dikembangkan LIPI selama 50 tahun mengabdi untuk negeri. Sementara sarana sosialisasi yang bersifat lebih ilmiah bagi akademisi dan komunitas ilmiah internasional memiliki ruangnya tersendiri dalam bentuk seminar imiah seperti International Symposium on Applied Chemistry (ISAC).

P2 Kimia diberi kehormatan menjadi salah satu pengisi Science Show di hari perdana rangkaian acara ISE 2017. Proses ekstraksi minyak atsiri dan lotion anti selulit diusung sebagai teknologi tepat guna yang diperkenalkan P2 Kimia.

Alat soxchlet atsiri yang dipajang di tengah panggung oleh peneliti muda P2 Kimia, Egi Agustian M.Eng, mengundang rasa ingin tahu pengujung untuk menyimak lebih lanjut. Dipandu oleh Ivan, acara Science Show menjadi lebih interaktif. Egi menjelaskan bahwa soxchlet adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengambil minyak atsiri dari suatu bahan alam di laboratorium.

“Minyak atsiri itu sebenarnya apa sich kak Egi?” Tanya Ivan mewakili para penonton yang ternyata masih asing dengan kata atsiri.

Egi menjelaskan bahwa minyak atsiri adalah bahan kimia yang mudah menguap yang terdapat di bagian bagian tumbuhan seperti bunga, daun, batang atau kulit kayu.

“Bahan kimia ini bisa kita pindahkan dari bagian tumbuhan ke dalam zat cair tertentu lewat proses yang dinamakan ekstraksi sehingga diperoleh apa yang disebut minyak atsiri, “ terangnya. “Sederhananya, proses ekstraksi serupa dengan memisahkan tannin dari daun teh kering ke dalam air yang kemudian kita sebut sebagai minuman teh,” lanjutnya.

Indonesia sebagai negara tropis yang kaya akan biodiversitas merupakan gudangnya tumbuhan yang memiliki minyak atsiri. Sebagian besar tumbuhan yang memiliki minyak atsiri lebih dikenal sebagai rempah. Maka sejatinya minyak atsiri pula lah yang mengundang negara kolonial jauh jauh datang ke Indonesia, untuk berdagang kemudian menjajah. Jika masyarakat Indonesia tidak menyadari kekayaan yang dimilikinya, bukan tidak mungkin minyak atsiri Indonesia memasuki jaman penjajahan gaya baru di mana proses ekstraksi dan pemasarannya dimonopoli oleh negara asing.

Kuis-kuis seru digelar oleh Egi dan Ivan untuk menguji pengetahuan minyak atsiri pengunjung. Pengunjung diminta mencium beberapa botol berisi minyak atsiri lalu menebak dari tumbuhan apa minyak ini berasal. Para pengunjung yang berhasil menebak dengan benar mendapatkan cinderamata berupa sabun transparan beraroma minyak atsiri. Pengunjung semakin antusias mengikuti acara untuk mendapatkan sabun minyak atsiri. Sayembara pun diperluas menjadi tanya-jawab mengenai daerah di Indonesia yang memiliki banyak tumbuhan minyak atsiri tersebut. Ternyata banyak juga pengunjung yang tahu bahwa Aceh punya banyak nilam namun baru kali ini mencium minyak nilam. Sebaliknya, banyak yang langsung kenal aroma cengkeh tetapi baru tahu kalau Sulawesi memiliki kebun cengkeh yang luas.

“Naah... Kalau cendana ada dimana?” tanya Egi kemudian. Sebagian menjawab Nusa Tenggara. “Salaah... Cendana adanya di Jakarta, rumah Pak Harto dulu”. Celetukan Ivan disambut gelak tawa para pengunjung.

Peragaan kedua Science Show: Lotion Anti Selulit

Melati Septiyanti S.T. M.T., peneliti muda lainnya dari P2 Kimia kemudian menyampaikan bahwa penggunaan minyak atsiri tidak hanya pada sabun transparan. Melati kemudian menjelaskan bagaimana membuat bahan dasar lotion sebagai salah satu media untuk menerapkan penggunaan minyak atsiri.  Misalnya saja minyak sereh wangi bisa digunakan sebagai campuran lotion untuk kemudian dijual sebagai lotion pengusir nyamuk. Namun kali ini, komponen aktif yang digunakan dalam lotion bukan minyak sereh, tetapi ekstrak daun pegagan. Lotion ekstrak daun pegagan telah teruji secara klinis mampu mengurangi selulit pada pada kulit.

Masih berusaha memperkenalkan pegagan, Melati menampilkan foto daun pegagan.

“Saya tadi melihat ada anjungan di pameran ini yang memamerkan daun pegagan. Siapa yang bisa mengambil foto daun pegagan dan menunjukkannya pada saya, akan mendapatkan hadiah lotion anti selulit“ kata Melati sambil menunjukkan lotion dalam kemasan cantik di tangannya.

Pengunjung yang sebagian adalah siswa sekolah menengah langsung berlarian berkeliling mencari pohon pegagan yang dimaksud.

“Selulit itu biasa juga disebut stretch mark, begitu khan kak Melati?” tanya Ivan menggali penjelasan. Setelah diamini Melati, Ivan lebih yakin dalam menjelaskan lebih lanjut apa itu selulit. “Jadi biasanya, saat kulit kita tertarik lalu dikembalikan ke keadaan awal, misalnya dulunya gemuk lalu sekarang kurus, seperti ibu-ibu yang hamil lalu melahirkan, maka permukaan kulit tidak lagi semulus sebelum tertarik, “ terangnya.

Selulit tidak hanya pada perempuan. Selulit juga bisa terjadi pada laki-laki misalnya yang sering melakukan olah raga seperti push-up. Di bagian pangkal lengan juga bisa terbentuk kerutan kerutan selulit. Karena itu mengapa binaragawan melaburi kulitnya dengan minyak sebelum bertanding.

Dibantu Sri Harmami, asisten peneliti, Melati kemudian menunjukkan bahwa meracik lotion bisa dilakukan menggunakan alat-alat rumah tangga sederhana. Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara tiga komponen utama, air, minyak, dan komponen yang menjaga air dan minyak tetap stabil dalam campuran emulsi yang dinamakan surfaktan. Pencampuran bisa dilakukan dengan pengaduk listrik (mixer) rumah tangga. Semakin kencang putarannya maka semakin kecil partikel koloid dalam emulsi sehingga semakin mudah menyelusup ke dalam pori kulit. Di laboratorium, Melati menggunakan kecepatan putar 10.000 rpm sehingga ukuran partikel koloid yang diperoleh sepersejuta meter, yang dikenal dengan nanoemulsi.

Kemeriahan Science Show diakhiri dengan pembagian lotion yang diracik di atas panggung. Para pengunjung terlihat antusias untuk memperoleh lotion anti selulit. Melalui sabun transparan dan lotion anti selulit, semoga pesan utama dari kedua produk P2 Kimia ini sampai ke rumah dan hati para pengunjung. Bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang menunggu keberanian rakyatnya untuk memanfaatkannya demi meningkatkan kesejahteraan karena ternyata teknologi dan peralatan yang diperlukan bisa dikuasai oleh anak bangsa. Semoga. <TBB /p2k>

ZONA INTEGRITAS