: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Jajaki Kerjasama Energi Terbarukan, Tim Research and Technology Center Pertamina Kunjungi P2 Kimia


Administrator, 15 Januari 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Tim dari Research and Technology Center PT. Pertamina (Persero) yang dikoordinasi oleh Chief of Renewable Energy Dev. Research, Nindiyo Caroko, bertandang ke P2 Kimia pada hari Senin (15/1). Tim yang terdiri dari tiga orang tersebut bermaksud menjajaki potensi kerjasama pengembangan energi terbarukan khususnya bioetanol generasi kedua. Saat ini kegiatan penelitian dan pengembangan bioetanol generasi kedua di P2 Kimia merupakan salah satu Pusat Unggulan Iptek yang telah dicanangkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sejak tahun 2017 lalu.

Kedatangan rombongan disambut oleh Pembina Tim Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioetanol Generasi Kedua 2018, Prof. Dr. Yanni Sudiyani, Ketua Tim PUI, Muryanto, S.T. M.T. dan sejumlah tim peneliti bioetanol. Selain itu, turut hadir Kabid Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian, Dr. Yenny Meliana guna mendiskusikan konsep mekanisme kerjasama yang dapat dilakukan pada masa mendatang.

“Kami saat ini tengah mencari berbagai potensi riset untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia dan mengetahui bahwa P2 Kimia merupakan salah satu yang konsen dengan penelitian bioetanol berbasis lignoselulosa. Oleh karena itu, saya bersama rekan-rekan berinisiatif untuk berkunjung ke Serpong. Mudah-mudahan dari kunjungan ini, ke depan kita dapat melakukan kolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan," ujar Nindiyo saat mengawali diskusi.

Prof. Yanni menyambut baik rencana Pertamina tersebut. “Ini sangat sesuai dengan apa yang tengah kami lakukan di P2 Kimia,“ ungkap Prof. Yanni dalam saat memberikan sambutannya. Dijelaskan olehnya, saat ini penelitian bioetanol di P2 Kimia sudah sampai pada skala pilot plant. Penelitian yang dikembangkan merupakan bioetanol generasi kedua menggunakan limbah lignoselulosa seperti tandan kosong kelapa sawit. “Beberapa industri juga tengah menjajaki kerjasama komersialisasi hasil riset ini di Indonesia. Tentunya ini merupakan cita-cita kami para peneliti, supaya hasil penelitian kami dapat dimanfaatkan oleh stakeholder,“ sambungnya lebih lanjut.

Acara di ruang rapat tersebut pun berlanjut dengan diskusi teknis terkait pengembangan bioetanol dan situasi terkini di tanah air. Diskusi berlangsung dengan hangat sehingga tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat. Guna mengetahui apa yang sudah dikembangkan dan dicapai oleh P2 Kimia, Muryanto pun menawarkan kepada rombongan dari PT. Pertamina untuk mengunjungi pilot plant bioetanol. Tawaran tersebut pun disambut baik oleh Nindiyo dan rekan-rekan. Berikutnya, mereka dijelaskan langsung proses produksi bioetanol mulai dari pretreatment hingga distilasi. “Bioetanol yang didapatkan sesuai untuk pemakaian kendaraan bermotor di Indonesia,“ terang Sudiyarmanto, MT salah seorang anggota peneliti saat menerangkan proses produksi bioetanol menggunakan pilot plant P2 Kimia.

Sesi diskusi pun akhirnya berlanjut antara rombongan dari PT. Pertamina dengan peneliti P2 Kimia di pilot plant bioetanol. Banyak hal yang mengemuka dalam sesi diskusi antara kedua belah pihak tersebut. Diharapkan, dari kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama penelitian dan pengembangan ke depannya. <aars/p2 kimia>

ZONA INTEGRITAS