: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Menyapa Ujung Timur Indonesia, LIPI Goes to School Hadir di Madrasah Aliyah DDI Lampu Satu Merauke


Administrator, 13 Desember 2017

[Berita P2 Kimia, Merauke] Sebagai upaya pembinaan ilmiah terhadap generasi muda, LIPI Goes to School kembali diselenggarakan. Ada yang spesial dari pelaksanaan LIPI Goes to School kali ini karena sekolah yang didatangi berada di ujung timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Merauke. Sekolah tersebut yaitu Madrasah Aliyah (MA) Darul Da’wah Islamiyah (DDI) Lampu Satu Kabupaten Merauke. Acara yang merupakan kerjasama antara P2 Kimia dengan MA DDI Lampu Satu tersebut berlangsung pada Selasa (12/12/2017). Selain diikuti oleh siswa/siswi dan guru MA DDI Lampu Satu, kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan dari siswa/siswi serta guru dari sekolah lain di Kabupaten Merauke bahkan seorang guru dari Kabupaten Boven Digoel.   

Untuk mengawali acara, Umar Latifu, Kepala MA DDI Lampu Satu menyampaikan laporan penyelanggaraan LIPI Goes to School. Pria yang merupakan pengajar bahasa Inggris tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dirinya setelah sebelumnya mengikuti program yang diadakan oleh Kementerian Agama untuk guru-guru madrasah seluruh Indonesia di awal tahun 2017 yang lalu.

“Awalnya saya bertemu dengan rekan-rekan dari LIPI yang menjadi narasumber acara di Kementerian Agama. Lantas, saya meminta kesediaan LIPI untuk berkunjung ke Merauke melalui program LIPI Goes to School. Alhamdulillah, Alloh SWT memudahkan ikhtiar kita bersama sehingga pada hari ini LIPI Goes to School hadir di Merauke, wilayah paling timur tanah air”, Umar menceritakan awal mula penyelenggaraan acara yang berlangsung hari itu.

Berikutnya, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke diminta untuk menyampaikan sambutannya. Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke sangat mengapresiasi kegiatan LIPI Goes to School dan berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat siswa-siswi dalam belajar sains. Selanjutnya sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Yayasan DDI Lampu Satu. Ustaz Anwar dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terimakasih atas perkenan LIPI mengunjungi Merauke.

“Saya sangat berterimakasih kepada LIPI dalam hal ini Pusat Penelitian Kimia yang berkenan jauh-jauh berkunjung ke tempat kami, berbagi ilmu dengan guru dan siswa-siswi kami. Tentunya ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi murid-murid dan staf pengajar baik di MA DDI Lampu Satu maupun rekan-rekan dari sekolah sekitar,” ungkap Ustaz Anwar dalam sambutan singkatnya.

Untuk mengenalkan LIPI dan program-program yang dimiliki terkait pembinaan imliah, Dr. Yenny Meliana selaku Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian P2 Kimia memberikan pemaparannya.

“LIPI memiliki program tahunan yang bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa-siswi maupun guru terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kami memiliki PIRN, Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional yang tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-16 kalinya. NYIA, National Young Inventor Awards, sebagai ajang kompetisi para inovator muda. Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) yang merupakan ajang lomba kreativitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran guna mempermudah pemahaman ilmu pengetahuan bagi para peserta didik. Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang menampilkan hasil penelitian remaja sekolah menengah (SMP/SMA/sederajat) di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) dan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK). Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI), ajang kompetisi ilmiah bagi mahasiswa perguruan tinggi jenjang S1 dan usia maksimal 24 tahun yang memiliki ketertarikan penelitian di Bidang IPA, IPSK, dan IPT. Dan beberapa program lainnya,” papar Meli panggilan akrab wanita yang juga merupakan peneliti madya di P2 Kimia tersebut.

Acara inti hari itu pun dimulai. Kegiatan pertama yaitu praktek pembuatan lotion anti nyamuk yang dibimbing oleh Melati Septiyanti, peneliti yang menggeluti bidang kosmetik. Siswa-siswi dan guru diberikan penjelasan tentang proses pembuatan lotion termasuk reaksi-reaksi apa saja yang berlangsung. Seluruh peserta sangat gembira setelah mereka berhasil membuat lotion dari campuran berbagai bahan-bahan yang disediakan oleh panitia. Menginjak kegiatan kedua yaitu praktikum pembuatan biodiesel dan sabun dari bahan minyak nabati. Kali ini Beuna Bardant, peneliti bidang teknologi proses mendemonstrasikan bagaimana cara membuat biodiesel dari bahan baku minyak sawit. Beuna memaparkan reaksi kimia apa yang berlangsung pada saat minyak sawit dicampur dengan metanol menghasilkan biodiesel. Juga bagaimana proses yang terjadi pada saat minyak sawit direaksikan dengan soda api sehingga menjadi sabun. Siswa-siswi dan guru yang hadir di acara LIPI Goes to School sangat antusias untuk belajar dan bertanya sehingga tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat. Menjelang pukul 4 sore WIT, acara LIPI Goes to School pun diakhiri dengan meminta kesan-pesan khususnya dari guru-guru peserta. Rura, salah seorang guru SMA negeri di Merauke menyampaikan kesan-pesannya mengikuti rangkaian kegiatan hari itu.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi saya selaku staf pengajar. Kami terinspirasi untuk menghadirkan kegiatan pembelajaran yang interaktif kepada siswa-siswi sehingga belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan. Secara pribadi saya sangat berterimakasih kepada MA DDI Lampu Satu yang sudah mengundang saya dan siswa-siswi. Juga kepada LIPI yang sudah datang memberikan ilmu kepada kami”, terang Rura saat memberikan kesan-pesannya terhadap kegiatan LIPI Goes to School. <sjw/p2k>

ZONA INTEGRITAS