: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

PENELITI P2 KIMIA MENJADI NARASUMBER DALAM PENYUSUNAN PETA JALAN BBN NASIONAL


Admin, 17 Desember 2014

BBN[Berita P2 Kimia] Dalam rangka menyediakan panduan kegiatan penelitian dan pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) yang dapat diaplikasikan di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3T KEBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) “Kegiatan Peta Jalan Pengembangan BBN Nasional”.  Penyusunan peta jalan (road map) dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan terkait pengembangan BBN seperti penyediaan bahan baku, teknologi produksi, serta kebijakan yang menunjang sistem rantai pasok BBN. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 12 Desember 2014 ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya dengan mengundang narasumber dari berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan bahan bakar nabati. Pada hari pertama, acara diisi dengan seminar dan diskusi di kantor P3T KEBTKE Jakarta. Sejumlah peneliti P2 Kimia LIPI pun diundang untuk menjadi narasumber, moderator maupun peserta diskusi di bidang teknologi produksi BBN. Peneliti tersebut diantaranya Prof. Silvester Tursiloadi, Dr. Nino Rinaldi, Prof. Broto Kardono, Dr. Yanni Sudiyani dan Teuku Beuna Bardant. Selain dari LIPI, sejumlah pakar BBN dari universitas maupun industri juga turut diundang, seperti Dr. Tatang Hernas dan Dr. Subagjo (ITB), Prof. Arief Budiman (UGM), Dr. Hery Haerudin (Pertamina), Prof. Achmad Rosyadi dan Hamzah Fansuri, Ph.D (ITS), Prof. Misri Gozan dan Prof. M. Nasikin (UI), Prof. M. Said (Unsri), Drs. R. Isdiyanto, Ir. Faridha, Hani T.Sasti (P3T KEBTKE) dan sebagainya. P2 Kimia LIPI merupakan satu diantara berbagai lembaga yang sejak lama dikenal peduli dan intens melakukan penelitian dan pengembangan BBN tersebut. Beberapa contoh yang telah dihasilkan sejak tahun 1990an diantaranya biodiesel, surfaktan untuk meningkatkan produktifitas energi, bio-oil, syngas, dan bioetanol. Khusus untuk bioetanol, para ilmuwan P2 Kimia telah meneliti teknologi bioetanol generasi kedua menggunakan limbah tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini sudah sampai pada skala pilot plant berkapasitas 10 liter per hari dan merupakan pilot plant pertama di Indonesia. Riset ini merupakan hasil kerjasama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA), Korea Institute of Science and Technology (KIST) dan Changhae Energering. Prof. Tursilo dalam presentasinya di hari pertama menampilkan tentang proses produksi bioetanol. Presentasi tersebut mencakup status, tantangan teknologi dan usulan pengembangan riset. Dipaparkan oleh Tursilo, Indonesia perlu berkaca dari negara maju seperti Amerika yang sudah memiliki kebijakan untuk pengembangan teknologi bioetanol generasi kedua berbasis limbah lignoselulosa. Meskipun, teknologi ini masih perlu dikembangkan lebih jauh agar biaya proses produksinya bisa bersaing dengan teknologi bioetanol generasi pertama. Tursilo pun memberikan contoh teknologi pengolahan bioetanol yang telah dikembangkan di P2 Kimia. Berkaca dari pengalaman di P2 Kimia, Profesor bidang Fisika Kimia ini lalu merekomendasikan sejumlah teknologi yang perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pembuatan peta jalan.  Teknologi tersebut diantaranya proses sakarifikasi, fermentasi dan proses alternatif selain fermentasi. “Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Weakness) terkait potensi penggunaannya yang disesuaikan demografis di Indonesia juga perlu dilakukan,” jelas Tursilo. Selain itu, “Integrasi pilot plant ethanol dengan panas bumi juga perlu dikembangkan untuk distribusi listrik dengan investasi yang lebih murah dibanding kabel bawah laut,” tambah koordinator kelompok penelitian katalis dan makromolekul di P2 Kimia ini. Usai Tursilo, peneliti lain yang menjadi narasumber adalah Nino Rinaldi. Peneliti bidang katalis dan makromolekul ini menampilkan materi terkait proses persiapan bahan baku BBN bio hidrokarbon. Nino bersama timnya telah lama meneliti potensi dan pemanfaatan katalis untuk mendukung pengolahan BBN, seperti pembuatan bio oil. Pada hari kedua, acara diisi dengan kunjungan untuk melihat contoh teknologi produksi BBN yang ada di P2 Kimia. Dalam kunjungan ini, Tursilo dan Nino memandu rombongan FGD untuk melihat pilot plant dan lab katalis yang dipakai untuk penelitian dan pengembangan BBN. Beberapa alat yang dipakai untuk analisis produk BBN juga turut diperlihatkan. Sejumlah peserta tampak antusias mengamati dan berdiskusi tentang teknologi tersebut. Dari kegiatan diskusi dan kunjungan lapangan ini, diharapkan dapat memberikan gambaran konkrit dalam menyusun langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk penelitian dan pengembangan riset yang mendukung ketahanan energi nasional di masa datang

ZONA INTEGRITAS