: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

penggolongan senjata kimia


Administrator, 20 November 2017

Bahan-bahan kimia, yang secara eksplisit ditentukan dalam Konvensi Senjata Kimia oleh OPCW untuk tujuan pemantauan, mencakup berbagai senyawa dan mencakup agen kimia, serta prekursornya. Senyawa-senyawa kimia ini  tercantum dalam tiga daftar Schedule di Lampiran Konvensi tentang bahan kimia. Masing-masing Schedule ini memiliki persyaratan verifikasi yang berbeda.


Schedule 1 :

Bahan kimia termasuk yang telah atau dapat dengan mudah digunakan sebagai senjata kimia; dan sangat terbatas, digunakan untuk tujuan selain senjata kimia (jika ada). Bahan kimia di Schedule 1 ini tunduk pada pembatasan yang sangat ketat, termasuk plafon untuk produksi satu ton per tahun per negara anggota Konvensi OPCW, plafon pada kepemilikan total pada suatu waktu tertentu satu ton per negara anggota, persyaratan perizinan, dan pembatasan transfer. Pembatasan ini berlaku untuk fasilitas industri yang relatif sedikit yang menggunakan bahan kimia Schedule 1. Sebagai contoh, beberapa bahan kimia Schedule 1 digunakan sebagai bahan dalam sediaan farmasi atau sebagai bahan diagnostik. Misalnya, saxitoxin di Schedule 1, digunakan sebagai standar kalibrasi dalam program pemantauan keracunan kerang paralitik, dan juga digunakan dalam penelitian neurologis. Ricin, bahan kimia di Schedule 1 lainnya, telah digunakan sebagai alat penelitian bio-medis. Bahan kimia Schedule 1 lainnya biasanya diproduksi dan digunakan untuk tujuan perlindungan, seperti untuk menguji peralatan pelindung senjata kimia dan indikator agen kimia.

Schedule 2:

Bahan-bahan kimia, termasuk juga yang merupakan prekursor, atau dalam beberapa kasus dapat digunakan sebagai agen senjata kimia, namun memiliki sejumlah kegunaan komersial lainnya (seperti bahan dalam resin, penghambat api, aditif, tinta dan pewarna, insektisida, herbisida, pelumas dan beberapa bahan baku untuk produk farmasi). Sebagai contoh, BZ adalah bahan kimia neurotoksik yang tercantum dalam Schedule 2, yang juga merupakan perantara industri dalam pembuatan obat-obatan seperti klindinium bromida. Thiodiglycol adalah prekursor gas mustard sekaligus bahan dalam tinta berbasis air, pewarna dan beberapa resin. Contoh lain adalah DMMP, bahan kimia yang terkait dengan prekursor agen saraf tertentu yang digunakan sebagai flame retardant pada tekstil dan produk plastik berbusa.


Schedule 3:

Bahan-bahan kimia, termasuk yang dapat digunakan untuk memproduksi, atau dapat digunakan sebagai senjata kimia, namun banyak digunakan untuk tujuan damai (termasuk plastik, resin, bahan kimia pertambangan, fumigan penyulingan minyak bumi, cat, pelapis, agen anti-statis dan pelumas). Di antara bahan kimia beracun yang tercantum dalam Schedule 3 adalah fosgen dan hidrogen sianida, yang telah digunakan sebagai senjata kimia, namun juga digunakan dalam pembuatan resin polikarbonat dan plastik poliuretan, serta bahan kimia pertanian tertentu. Trietanolamina, bahan kimia prekursor untuk nitrogen mustard gas, ditemukan dalam berbagai deterjen (termasuk shampo, bak mandi busa dan pembersih rumah tangga) serta digunakan dalam desulfurisasi aliran gas bahan bakar.

 

ZONA INTEGRITAS