: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Peringati Hari Perempuan International, Peneliti P2 Kimia Diliput Media


Administrator, 09 Mei 2017

Memperingati Hari Perempuan international yang jatuh 8 Maret 2017, sejumlah peneliti LIPI termasuk dari Pusat Penelitian Kimia menjadi iiputan media sebagai figur keberhasilan perempuan. Berikutan liputan lengkapnya.

 

Peneliti Perempuan Berperan Signifikan Untuk Perubahan

Para peneliti perempuan selama ini memberikan peran yang signifikan dalam bidang sains. Karena itu Hari perempuan internasional 2017 yang jatuh pada Rabu, 8 Maret 2017 ini layak diperingati untuk mengapresiasi keberhasilan kaum perempuan di berbagai bidang termasuk sains.

Hal tersebut diutarakan Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas (BKHH) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nur Tri Aries Suestiningtyas. Dia menuturkan para peneliti perempuan menempati posisi penting dalam kemajuan peradaban bangsa.

"Sejumlah hasil karya dan temuan penelitian telah berhasil diberikan oleh perempuan di bangsa ini untuk perkembangan sains di Indonesia," ujarnya di Jakarta, dalam siaran pers yang diterima "PR".

Dia menjelaskan, berdasarkan data Sistem Informasi Pegawai (SIMPEG), saat ini LIPI memiliki peneliti perempuan sebanyak 723 orang yang tersebar di 48 satuan kerja seluruh Indonesia.

"LIPI memiliki sederet kisah inspiratif dari peneliti perempuan tersebut yang diharapkan bisa memotivasi perempuan Indonesia lainnya,” katanya. Karena itu, pihaknya pada Rabu, 8 Maret 2017 ini menyelenggarakan diskusi Hari Perempuan Sedunia 2017 dengan tema “Peneliti Perempuan untuk Perubahan”.

Diskusi tersebut menurut dia juga diharapkan dapat mendorong peran mereka untuk lebih signifikan lagi dalam dunia sains, dan juga memberikan motivasi bagi generasi muda.

Sejumlah peneliti perempuan yang dimiliki LIPI diantaranya adalah Evy Ayu Arida (Peneliti Bidang Zoologi), Ratih Asmana Ningrum (Peneliti Bidang Bioteknologi), Neni Sintawardani (Peneliti Bidang Teknologi Sanitasi Lingkungan), dan Yenny Meliana (Peneliti Bidang Kimia).

Evy Ayu Arida adalah Peneliti Bidang Zoologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI, penelitian yang ditekuninya seputar hewan melata atau herpetofauna. Sejak bergabung pada 2000 sebagai peneliti, bidang herpetofauna masih sangat minim peminat. Namun, hingga saat ini bidang tersebut ditekuninya.

Evy meraih gelar Master of Science, Flinders University Adelaide, Australia pada 2005 dan Doktor rerum naturalium, Rheinische Friedrich-Wilhelms- Universität Bonn, Jerman pada 2011.

Sementara itu Ratih Asmana Ningrum adalah Peneliti Muda Bidang Bioteknologi Kesehatan di Pusat Penelitian Bioteknologi. Ratih fokus melakukan riset di laboratorium protein terapeutik dan vaksin. Pada 2012, ia telah berhasil meraih gelar Doktor bidang farmasi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, Ratih sempat memperoleh penghargaan program National Fellowship Loreal UNESCO for Women in Sciences 2013 dengan kategori Life Sciences.

Adapun Neni Sintawardani adalah Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI. Penelitian yang dilakukannya adalah teknologi sanitasi lingkungan dan salah satu temuannya yakni Biotoilet Berpengaduk Manual. Fokus penelitian Neni bertujuan agar memudahkan masyarakat miskin memiliki akses sanitasi yang memadai dan air bersih. Neni meraih gelar Doktor bidang process engineering di Hohenheim University, Jerman.

Sedangkan Yenny Meliana merupakan Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI. Sejak bergabung sebagai peneliti pada 2005, Yenny telah fokus pada riset bidang kimia. Lewat penemuan pada Pengembangan Bahan Baku Obat Malaria dengan Teknologi Nano, ia berhasil memperoleh penghargaan di bidang ilmu sains, teknologi dan matematika dari L’Oréal – UNESCO for Women In Sciences National Fellowship Awards for Woman 2016. Yenny meraih gelar doktor bidang Chemical Engineering di National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan.***

 

 

Para Ilmuan Perempuan LIPI Berbagi Kisah di Hari Perempuan Internasional

Peran perempuan dalam membangun negara semakin diakui. Kesetaraan gender yang kerap diperjuangkan membuat perempuan berani membuktikan potensi yang dimilikinya.

 Dalam bidang keilmuan, perempuan juga menempati posisi penting sebagai peneliti. Hal ini terlihat dari banyaknya perempuan yang menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dalam rangka merayakan Hari Perempuan Sedunia, yang jatuh pada Rabu (8/3) sejumlah perempuan peneliti dari LIPI berbagi kisah inspiratis mereka kepada para perempuan, dan akademisi.

Para peneliti itu antara lain, Evy Ayu Arida (peneliti bidang zoologi), Ratih Asmara Ningrum (peneliti bidang bioteknologi), Neni Sintawardani (peneliti bidang lingkungan), dan Yenny Meliana (peneliti bidang kimia).

Evy Ayu Arida, peneliti bidang zoologi ini fokus pada proyek penelitian tentang hewan melata atau reptil. Baginya, pekerjaan yang identik dengan laki-laki itu sangat menyenangkan.

"Saya berhadapan dengan hewan melata. Hal yang menjijikkan bagi perempuan, tapi saya menikmati itu. Dan saat saya melakukan pekerjaan ini, tidak ada perlakuan yang berbeda kepada saya," ujar Evy, Rabu (8/3) di Gedung LIPI, Semanggi, Jakarta Selatan.

Hal serupa juga dialami tiga peneliti lainnya. Mereka menganggap menjadi peneliti di Indonesia adalah tugas yang mulia. "Saya bukan berasal dari universitas ternama, tidak seperti teman-teman peneliti yang lain. Tapi saya mampu menjadi peneliti LIPI," ucap Ratih Asmara Ningrum.

Peneliti senior di bidang lingkungan, Neni Sintawardani menilai menjadi seorang peneliti di Indonesia memiliki tantangan tersendiri.

"Kalau di daerah maju, semuanya serba mudah, perlengkapan penelitian tersedia. Tapi di mana tantangannya, justru peneliti itu harus kreatif di tengah keterbatasan," ungkapnya.

Sementara peneliti bidang kimia, Yenny Meliana mengaku sempat menghadapi bermacam kendala saat menyelesaikan program doktornya.

"Saya bukan dari kalangan orang yang mampu melanjutkan kuliah sendiri. Saya mendapatkan beasiswa. Beasiswa itu sifatnya terbatas, nggak bisa santai-santai. Saya harus menghabiskan waktu lima setengah tahun untuk menyelesaikan S3, beasiswa cuma tiga tahun, untuk menyelesaikan sisanya saya harus bekerja agar bertahan hidup," tukas Yenny.

 

 

Hari Perempuan Internasional

Ini Empat Peneliti Wanita Handal di LIPI

Hari perempuan internasional adalah perayaan internasional yang diperingati untuk mengapresiasi keberhasilan kaum perempuan di berbagai bidang termasuk sains.

Sebagai bentuk penghargaan LIPI kepada perempuan Indonesia khususnya peneliti perempuan yang telah berkontribusi memajukan sains, maka LIPI menggelar diskusi publik untuk mendorong peran peneliti agar lebih signifikan lagi.

Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas (BKHH) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan, saat ini berdasarkan data  Sistem Informasi Pegawai (SIMPEG) memiliki peneliti perempuan sebanyak 723 orang yang tersebar di 48 satuan kerja seluruh Indonesia.

“LIPI memiliki sederet kisah inspiratif dari peneliti perempuan tersebut yang diharapkan bisa memotivasi perempuan Indonesia lainnya,” terang Nur saat memberikan sambutan dalam acara diskusi publik dengan tema 'Peneliti Perempuan untuk Perubahan', Rabu (8/3/2017).

Adapun peneliti perempuan yang membagi kisah inspiratifnya yakni Evy Ayu Arida (Peneliti Bidang Zoologi), Ratih Asmana Ningrum (Peneliti Bidang Bioteknologi), Neni Sintawardani (Peneliti Bidang Teknologi Sanitasi Lingkungan), dan  Yenny Meliana (Peneliti Bidang Kimia).

Evy Ayu Arida adalah Peneliti Bidang Zoologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI, penelitian yang ditekuninya seputar hewan melata atau herpetofauna. Sejak bergabung pada 2000 sebagai peneliti, bidang herpetofauna masih sangat minim peminat. Namun, saat ini bidang tersebut ditekuninya. Evy meraih gelar Master of Science, Flinders University Adelaide, Australia pada 2005 dan Doktor rerum naturalium, Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn, Jerman pada 2011.

Ratih Asmana Ningrum merupakan Peneliti Muda Bidang Bioteknologi Kesehatan di Pusat Penelitian Bioteknologi. Ratih fokus melakukan riset di laboratorium protein terapeutik dan vaksin. Pada 2012, ia telah berhasil meraih gelar Doktor bidang farmasi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, Ratih sempat memperoleh penghargaan program National Fellowship Loreal UNESCO for Women in Sciences 2013 dengan kategori Life Sciences.

Neni Sintawardani adalah Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI. Penelitian yang dilakukannya yakni teknologi sanitasi lingkungan dan salah satu temuannya yakni Biotoilet Berpengaduk Manual. Fokus penelitian Neni bertujuan agar memudahkan masyarakat miskin memiliki akses sanitasi yang memadai dan air bersih. Neni meraih gelar Doktor bidang process engineering di Hohenheim University, Jerman.

Yenny Meliana merupakan Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI. Sejak bergabung sebagai peneliti pada 2005, Yenny telah fokus pada riset bidang kimia. Lewat penemuan pada Pengembangan Bahan Baku Obat Malaria dengan Teknologi Nano, ia berhasil memperoleh penghargaan di bidang ilmu sains, teknologi dan matematika dari L’Oréal – UNESCO for Women In Sciences National Fellowship Awards for Woman 2016. Yenny meraih gelar doktor bidang Chemical Engineering di National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan.

Seperti diketahui, kesetaraan gender yang saat ini menjadi fenomena sosial telah menempatkan perempuan dalam posisi penting untuk kemajuan peradaban bangsa. Sebagai contoh, kontribusi wanita saat ini telah dirasakan dalam bidang sains. Sejumlah hasil karya dan temuan penelitian telah berhasil diberikan oleh perempuan untuk perkembangan sains di Indonesia.

"Ini sebagai bentuk apresiasi kepada peneliti perempuan Indonesia dan memberikan motivasi bagi generasi muda," tukas Nur.

ZONA INTEGRITAS