: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Senjata Kimia


Administrator, 14 November 2017

Menurut Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW, https://www.opcw.org/), “Istilah senjata kimia dapat diterapkan pada setiap bahan kimia yang memiliki sifat toxic (racun), atau juga prekursornya, yang dapat menyebabkan kematian, cedera, kelumpuhan sementara atau iritasi pada indera manusia sebagai akibat dari terpapar bahan tersebut. Amunisi senjata atau perangkat pengiriman yang dirancang untuk mengirimkan senjata kimia, baik yang terisi atau tidak terisi, juga dianggap senjata kimia.“

 

Dalam peperangan modern, senjata kimia pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I (1914-18), di mana senjata gas menyebabkan cedera lebih dari satu juta korban dan membunuh sekitar 90.000 orang. Bertahun-tahun kemudian, senjata kimia telah digunakan berkali-kali, terutama dalam Perang Iran-Irak (1980-1988). Amerika Serikat dan Uni Soviet, selama dekade konfrontasi mereka dalam Perang Dingin (1945-1991), membangun sejumlah besar persediaan senjata kimia. Akhir dari Perang Dingin tersebut, dibuatlah kesepakatan untuk melarang semua senjata kimia dari jenis-jenis yang telah dikembangkan selama Perang Dunia I (generasi pertama), Perang Dunia II (generasi kedua), dan Perang Dingin (generasi ketiga).

 

Layaknya senjata nuklir dan senjata biologis, senjata kimia juga diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal. Senjata pemusnah massal sangat efektif dalam melumpuhkan musuh karena potensi ledakan, sifat racun, atau sifat membakarnya. Senjata kimia dapat tersebar luas dalam bentuk gas, cair dan padat, dan dapat dengan mudah menimpa ke banyak orang, selain dari target yang diinginkan. Gas syaraf, gas air mata dan semprotan merica adalah tiga contoh senjata kimia modern

ZONA INTEGRITAS