Berita

Seru! Pemenang Writingthon Observasi P2 Kimia Hingga Simak Paparan Kapus


Administrator, 25 Agustus 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Di tengah-tengah semaraknya perayaan HUT LIPI ke-50 dan HUT RI ke-72 hari Jum’at (25/8), nampak sejumlah orang yang tengah asyik mengobservasi kegiatan penelitian di Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI. Mereka adalah para pemenang lomba Writingthon yang digelar Pusat Penelitian Iptek (Puspiptek) bekerja sama dengan Bitread. 

Writingthon merupakan kompetisi penulisan artikel terkait tokoh iptek atau ilmuwan Indonesia yang digelar dalam rangka Puspiptek Innovation Festival 2017. Dari hasil seleksi telah terpilih 10 orang pemenang yang dikumpulkan di Puspiptek selama tiga hari untuk menyelesaikan karya tulis terkait kegiatan penelitian di Puspiptek.

Di hari pertama (Jum’at), siang hari para peserta didampingi panitia disebar di sejumlah pusat penelitian yang ada di Puspiptek. Dua dari para pemenang, Nunik Utami dan Heni Prasetyorini berkunjung ke P2 Kimia LIPI. Mereka diajak berkunjung ke sejumlah fasilitas riset terutama terkait bioenergi didampingi peneliti P2 Kimia, Sudiyarmanto, S.T. M.T. Di samping itu, mereka juga bertemu dengan Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono untuk berdiskusi terkait kebijakan pengembangan riset di P2 Kimia.

Sore harinya, para peserta dikumpulkan di Wisma Tamu Puspiptek. Mereka diajak mendengarkan semacam kuliah dari para peneliti berprestasi di Puspiptek. Agus termasuk yang diundang sebagai narasumber di pertemuan tersebut.

“Ini merupakan upaya untuk lebih mengenalkan dunia penelitian di Puspiptek kepada masyarakat luas lewat tulisan, “ terang Dwi Wiratno Prasetijo, M.Eng, Kepala Bagian Tata Usaha Puspiptek saat memberikan sambutan.

Di acara tersebut, Agus membeberkan pengalamannya, baik sebagai peneliti maupun pemimpin lembaga penelitian kepada para pemenang.

“Saat kuliah di Jepang, kegiatan penelitian dilakukan dengan tekun dari pagi hingga dini hari di laboratorium universitas, “ kenang Agus menceritakan pengalamannya saat kuliah di Jepang. “Saat post doctoral di Swiss, kegiatan penelitian dilakukan dengan mengutamakan efektivitas,” lanjutnya membandingkan.

“Budaya kerja keras, fokus dan ketekunan yang telah terbentuk tersebut merupakan kunci penting kesuksesan kegiatan penelitian, “ simpul pria yang telah terdaftar dengan 24 paten di Indonesia tersebut.

Agus kemudian menceritakan pengalamannya memimpin instansi riset. Menurutnya, dengan keterbatasan anggaran riset dari pemerintah saat ini, para peneliti harus lebih kreatif dalam mencari terobosan pendanaan dari luar.

“Alhamdullillah, di tempat saya para peneliti masih mampu melakukan terobosan untuk kegiatan penelitiannya meskipun dengan keterbatasan anggaran, “ ujarnya.

Saat sesi diskusi, para peserta tampak bersemangat mengajukan pertanyaan ke para pembicara. Mereka tampak penasaran dengan kiat-kiat yang harus ditempuh agar kegiatan penelitian bisa berjalan. Sejumlah contoh kasus pun dikemukakan untuk mendapatkan inti sari permasalahan dan jawaban.

Hasil dari observasi dan diskusi ini akan dituangkan para peserta dalam sebuah buku yang akan diterbitkan di acara puncak Puspiptek Innovation Festival (28/9-1/10). <aars/ p2kimia>.

ZONA INTEGRITAS