Berita

Uji Profisiensi Laboratorium


20 Mei 2010

Pendahuluan Dalam kehidupan modern saat ini kualitas hidup masyarakat dunia mendapat perhatian yang serius dalam berbagai aspek kehidupan. Kualitas produk, jasa maupun komoditas yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari menjadi isu penting yang sangat diperhatikan standarnya. Rendahnya kualitas suatu produk, jasa maupun komoditas dapat berdampak terhadap menurunnya pendapatan ekonomi, kesehatan manusia bahkan merusak lingkungan yang akhirnya menurunkan kualitas hidup manusia. Untuk menjamin kualitas suatu produk atau jasa atau dengan kata lain supaya kualitas mendapatkan pengakuan yang berlaku internasional, diperlukan 3 elemen kunci yaitu sistem akreditasi, pelaksanaan prosedur kontrol kualitas internal serta keikutsertaan dalam uji profisiensi antar laboratorium[1,2]. Laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi diakreditasi berdasarkan ISO/IEC 17025 oleh suatu lembaga akreditasi, seperti Komite Akreditasi Nasional (KAN) bila di Indonesia. Penggunaan standar nasional ini dapat memfasilitasi kerjasama antar laboratorium dengan lembaga-lembaga lainnya, serta membantu dalam pertukaran informasi dan pengalaman dalam harmonisasi standar dan prosedur[3]. Uji Profisiensi Berdasarkan ISO/IEC Guide 43:1997 bagian 1 [1] didefinisikan sebagai suatu perangkat yang powerful untuk membantu laboratorium dalam menunjukkan kompetensinya kepada lembaga akreditasi atau pihak ketiga. Dengan kata lain uji profisiensi merupakan suatu metoda untuk mengetahui kinerja laboratorium dengan cara uji banding antar laboratorium. Uji profisiensi memungkinkan laboratorium memonitor hasil ujinya dari waktu ke waktu. Tren hasil pengujian dalam suatu jangka waktu yang cukup lama dapat diketahui sehingga bila ada penyimpangan yang terjadi dapat segera dipikirkan tindakan perbaikannya[4]. Biasanya dalam penyelenggaraan uji profisiensi, penyelenggara mendistribusikan suatu material yang homogen ke masing-masing peserta. Material/contoh uji yang diujikan adalah yang semirip mungkin dengan yang biasanya dianalisis oleh masing-masing laboratorium sehingga dapat merepresentasikan kemampuan masing-masing laboratorium untuk bekerja di kondisi rutin. Peserta kemudian menganalisis material tersebut dengan kondisi tertentu dan melaporkan hasilnya kepada penyelenggara. Penyelenggara kemudian mengumpulkan seluruh hasil dari seluruh peserta dan menginformasikan hasil kepada seluruh peserta, biasanya dalam bentuk nilai yang menunjukkan korelasi/hubungan terhadap akurasi hasil [5]. Seluruh hasil pengujian pasti tidak akan terlepas dari adanya error atau galat. Error disini bukanlah suatu kesalahan yang disengaja melainkan kesalahan yang tak dapat dihindari baik pada prosedur pengujian di fisika maupun kimia. Pada pengujian kimia tentunya akan jauh lebih rumit dibandingkan dengan pengujian fisika. Umumnya akurasi yang diperoleh pada pengujian kimia untuk level konsentrasi yang sangat kecil akan rendah, sebagai contoh pada pengujian residu pestisida dalam makanan[5]. Hasil uji atas suatu contoh uji yang sama oleh dua atau lebih laboratorium belum tentu akan menghasilkan nilai yang sama. Sejauh mana perbedaan hasil tersebut dapat diperbandingkan atau dianggap sama atau tidak sama dapat diketahui dari evaluasi menggunakan statistik. Dengan mengikuti kegiatan uji profisiensi akan terlihat apakah hasil uji suatu laboratorium akurat, memuaskan atau dapat diterima. Adapun tujuan utama dilakukannya uji profisiensi adalah untuk menyediakan perangkat jaminan mutu bagi laboratorium – laboratorium dalam membandingkan kinerja suatu laboratorium terhadap laboratorium lain yang sejenis, sehingga dapat mengambil langkah perbaikan yang diperlukan bila ada ketidaksesuaian. Uji profisiensi ini didesain sebagai peringatan bahwa suatu laboratorium sudah harus memodifikasi prosedurnya[5]. Dari definisi di atas terdapat dua istilah yang sering dipergunakan yaitu uji profisiensi dan uji banding. Uji banding atau Interlaboratory comparison (ILC) adalah organisasi, kinerja serta evaluasi dari suatu hasil pengujian/kalibrasi dari suatu matriks atau contoh uji yang sama oleh dua laboratorium atau lebih dimana kondisi pengujian telah ditentukan sebelumnya. Uji banding antar laboratorium memiliki lingkup yang lebih luas dibandingkan dengan uji profisiensi, karena uji banding laboratorium dapat dipakai untuk maksud: 1. Menentukan dan memonitor kesinambungan unjuk kerja laboratorium dalam pengujian tertentu. 2. Mengidentifikasi masalah dalam berbagai laboratorium dan menginisiasi tindakan perbaikan yang diperlukan. 3. Menentukan unjuk kerja dari suatu metode pengujian (yang lama dan yang baru),sehingga diperoleh komparabilitas antar metode. 4. Menetapkan nilai pada bahan acuan (reference materials). Adapun beberapa kemungkinan tipe uji profisiensi yang dapat dilakukan dalam rangka akreditasi adalah uji profisiensi bilateral, proficiency testing schemes dan uji banding. Kaitannya dengan persyaratan ISO 17025 dan Metrologi Kimia Berdasarkan persyaratan ISO/IEC 17025 [1], suatu laboratorium harus memiliki prosedur quality control untuk memonitor validitas dari hasil uji dan kalibrasi yang dilakukan. Monitoring dapat meliputi keikutsertaan pada uji banding antar laboratorium atau program uji profisiensi dan juga dapat melalui penggunaan bahan acuan yang tersertifikasi atau dengan melakukan replikasi pengukuran menggunakan metoda analisa yang sama atau berbeda. Dengan demikian laboratorium dapat menyediakan bukti kompetensinya pada pelanggannya dan kepada lembaga akreditasi. Bagan penilaian terhadap suatu laboratorium oleh lembaga akreditasi menggunakan hasil uji profisiensi dapat dilihat pada gambar 1 [4]. Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade belakangan ini, telah berkembang suatu paradigma baru mengenai konsep metrologi kimia. Hal tersebut dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hasil pengukuran dan supaya hasil pengukuran dapat diterima dimanapun. Sebelumnya dua parameter jaminan kualitas hasil pada pengujian kimia telah diterapkan yaitu sistem manajemen kualitas dan akreditasi. Saat ini, prinsip dalam pengukuran atau yang dikenal sebagai metrologi telah mendapatkan perhatian lebih serius. Prinsip metrologi tidak berarti menggantikan aspek jaminan mutu melainkan hadir sebagai pelengkap dalam meningkatkan jaminan mutu hasil pengujian. Konsep metrologi ini pertama kali diterapkan dalam bidang fisika kemudian berkembang hingga saat ini diterapkan juga di bidang pengukuran kimia. Implementasi dari metrologi kimia sangat ditekankan dalam ISO/IEC 17025 seperti penekanan pentingnya pemilihan prosedur pengujian dengan menyertakan bukti hasil validasi metodanya, mendeskripsikan prosedur pengujian yang dilakukan, harus mampu membuktikan ketertelusuran hasil pengukuran, mengevaluasi nilai ketidakpastian analisis dan pemilihan serta penggunaan bahan acuan tersertifikasi atau bahan acuan yang sesuai untuk pengujian kimia yang dilakukan. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa hasil uji profisiensi yang diikuti oleh laboratorium pengujian dapat digunakan sebagai bukti untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa hasil ujinya reliabel sekaligus juga sebagai bahan instrospeksi bila masih harus meningkatkan kualitas hasil pengujian. Umumnya provider uji profisiensi merupakan laboratorium rujukan yang mendistribusikan sampel dengan nilai yang telah ditetapkan kepada peserta. Peserta kemudian menguji sampel tersebut, lalu oleh penyelenggara akan dievaluasi kedekatan hasil atau akurasi hasil pengujian dengan nilai sebenarnya (reference value) dan nilai ketidakpastian analisis yang dihasilkan. Dengan demikian dapat diketahui apakah prosedur pengujian suatu laboratorium sudah cukup baik, hasil yang diperoleh reliabel dan apakah hasil tersebut dapat diterima dimanapun oleh siapapun[7]. Lebih lengkapnya uji-profisiensi-laboratorium-dyah-styarini.pdf Penulis : Dyah Styarini

Baca

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran/Pengujian Dalam Pengukuran/Pengujian Kimia


20 Mei 2010

Begitu banyak keputusan-keputusan penting diambil berdasarkan hasil pengujian kimia kuantitatif. Hasil-hasil tersebut digunakan, sebagai contoh, untuk menguji kesesuaian material terhadap spesifikasi tertentu atau terhadap suatu ambang batas yang telah ditetapkan, atau untuk mengestimasi nilai ekonomi dari suatu produk. Oleh karenanya suatu indikasi tentang kualitas hasil pengujian, terutama dalam penerapannya pada area penting seperti yang berhubungan dengan perdagangan internasional, kesehatan, keamanan pangan, dll. sangat diperlukan. Dewasa ini secara luas telah dipahami bahwa konsep ketidakpastian (uncertainty) merupakan bagian penting dari hasil suatu analisis kuantitatif. Tanpa pengetahuan tentang ketidakpastian pengukuran maka pernyataan suatu hasil pengujian belum dapat dikatakan lengkap [1]. Walaupun konsep ketidakpastian pengukuran telah lama dikenal oleh para kimiawan, namun baru pada tahun 1993 terbit suatu petunjuk formal untuk mengevaluasi dan mengekspresikan ketidakpastian dalam lingkup pengujian yang luas. Petunjuk tersebut ialah “Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement” yang diterbitkan dan disusun oleh ISO melalui kolaborasi dengan BIPM (Bureau International des Poids et Mesures, International Bureau of Weights and Measures), IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry), IUPAP (International Union of Pure and Applied Physic), dan OIML (Organisation Internationale de Métrologie Légale, International Organization of Legal Metrology)[2]. Dokumen ini kemudian seringkali dikenal dengan istilah ISO-GUM dan berlaku untuk semua area pengujian secara luas. Pada tahun 1995 EURACHEM kemudian menerbitkan dokumen yang menunjukkan bagaimana konsep estimasi ketidakpastian dalam ISO-GUM diterapkan dalam pengukuran/pengujian kimia[3]. Dokumen terakhir tersebut kemudian digunakan secara meluas dalam berbagai lingkup pengukuran/pengujian kimia. Dari asal katanya, kata ketidakpastian mempunyai beberapa arti yaitu “ragu-ragu”, “kekurangpercayaan” dan “derajat ketidakyakinan”. Namun definisi ketidakpastian secara metrologis telah didefinisikan oleh ISO (atau VIM, Vocabulaire international de Métrologie) sebagai berikut [4]: “non-negative parameter characterizing the dispersion of quantity values being attributed to a measurand, based on the information used” . Jadi ketidakpastian merupakan suatu parameter non-negative yang menggambarkan sebaran nilai kuantitatif suatu hasil pengujian (measurand), berdasarkan informasi yang digunakan. Namun bahasan tentang konsep ketidakpastian tidaklah utuh tanpa membahas juga tentang konsep traceability (ketertelusuran). Menurut ISO istilah traceability secara metrologis didefinisikan sebagai berikut[4]: “property of a measurement results whereby the result can be related to a reference through a documented unbroken chain of calibrations each contributing to the measurement uncertainty” Jadi ketertelusuran merupakan sifat dari pengukuran/pengujian, dimana hasil tersebut dapat dihubungkan ke suatu nilai acuan melalui mata rantai kalibrasi yang tidak terputus yang terdokumentasi, dimana masing-masing mata rantai berkontribusi terhadap ketidakpastian pengukuran/pengujian. Dapat dicermati bahwa definisi ini secara tegas menggambarkan keterkaitan antara ketidakpastian dengan ketertelusuran. Lebih lengkapnya estimasi-ketidakpastian-santo.pdf Penulis : Yohanes Susanto

Baca

Ketertelusuran Pengukuran


20 Mei 2010

PENDAHULUAN Ketertelusuran pengukuran dalam analisis kimia kini merupakan masalah yang sangat penting dalam kimia analitik. Sejak tahun 1990 dua organisasi dunia yaitu EURACHEM ( A Focus for Analytical Chemistry in Europe) ) dan CITAC ( Cooperation on International Traceability in Analitycal Chemistry ) telah didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan komparabilitas dan ketertelusuran pengukuran di dalam analisis kimia sehingga akan meningkatkan kehandalan dari hasil analisis yang dikeluarkan. Kehandalan hasil pengujian ini sangat penting karena hasil analisis sering dipergunakan untuk mengambil keputusan penting, misalnya dalam proses industri, pencemaran lingkungan, dan bidang kesehatan sehingga dapat mempengaruhi daya saing industri, masa depan berkelanjutan dari lingkungan serta kesehatan masyarakat. Komparabilitas yang berarti keberterimaan, hasil uji yang diperoleh dari bahan sama pada lokasi dan waktu yang berbeda-beda akan didapatkan apabila masing-masing hasil uji itu dapat dikaitkan (memiliki ketertelusuran) ke standar pengukuran yang diakui, yang berfungsi sebagai “reference point” yang sama. Ketertelusuran pengukuran ke satuan standar internasional yang diakui diperlukan oleh setiap negara untuk dapat berpartisipasi aktif dalam era perdagangan bebas. Ketertelusuran pengukuran juga telah tercantum dalam bagian 5.6 dari SNI 19-17025-2000 ”persyaratan umum kompetensi laboratorium penguji dan Kalibrasi” yang merupakan salah satu kriteria yang harus dipenuhi oleh laboratorium yang terakreditasi. DEFINISI : The International Vocabulary of Basic and General Terms in Metrologi (VIM) mendefinisikan ketertelusuran sebagai ”sifat dari hasil pengukuran atau nilai dari standar acuan yang dapat dihubungkan ke suatu standar yang sesuai, biasanya berupa standar nasional atau internasional melalui rantai perbandingan yang tidak terputus, yang masing masing rantai mempunyai nilai ketidakpastiannya”. Berdasarkan definisi tersebut diatas karakteristik ketertelusuran dapat diuraikan menjadi 3 elemen yaitu : 1. Keterkaitan ke standar yang sesuai. Standar yang sesuai disini dapat mencakup • SI( International System Of Unit/ Standar International satuan UIkuran ) • CRM (Certified Reference Materials /Bahan Acuan Bersertifikat ) • Reference method ( Metode Acuan ) 2. Rantai pembandingan yang tidak terputus. Ketertelusuran dimulai dengan rantai perbandingan yang tidak terputus berawal dari standar pengukuran nasional, Internasional ,atau standar pengukuran intrinsik. 3. Ketidakpastian pengukuran. Ketidakpastian pengukuran dari setiap langkah dalam rantai ketertelusuran harus dihitung menggunakan metode yang tepat dan harus dinyatakan pada setiap langkah sehingga ketidakpastian total dari seluruh rantai dapat diperhitungkan . Lebih lengkapnya ketertelusuran-nuryatini.pdf Penulis : Nuryatini

Baca

Metrologi Kimia


20 Mei 2010

Pentingnya Infrastruktur Pengukuran Kimia Banyak keputusan yang berkaitan dengan masalah-masalah keaman-an, keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat lainnya harus di-ambil berdasarkan data hasil pengujian. Dalam hal ini mutlak diperlukan data hasil pengujian yang valid, yang dapat diandalkan oleh para penggunanya. Sebagai pihak pengguna, maka badan regulasi, baik nasional maupun inter-nasional amat berkepentingan atas validitas hasil pengujian tersebut, agar dapat meningkatkan konfidensi atas keputusan-keputusan yang diambilnya. Selain itu salah satu faktor penting untuk kemajuan suatu negara ada-lah pertumbuhan ekonominya. Perdagangan internasional amat diperlukan dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Namun terdapat penghambat yang besar untuk peningkatan perdagangan antar negara, salah satunya adalah Technical Barrier to Trade (TBT) atau hambatan teknis perdagangan. Disam-ping itu persaingan antar negara yang semakin meningkat dalam era perda-gangan bebas sekarang ini menuntut kualitas yang tinggi bagi produk-produk yang dipasarkan, artinya kualitas yang dapat diterima oleh pasar yaitu kuali-tas produk yang memenuhi regulasi dan standar internasional. Kualitas suatu produk dinyatakan dalam sertifikat pengujian produk tersebut. Disini diperlu-kan data yang valid yang berarti hasil uji di negara pengekspor komparabel (tidak berbeda) dengan di negara pengimpor. Tanpa pengujian yang valid ti-dak ada jaminan bahwa kualitas produk memenuhi regulasi/standar interna-sional dan hal ini dapat menghambat ekspor. Lemahnya infra-struktur metrologi yang diakui internasional merupa-kan akar penyebab hambatan teknis seperti diuraikan diatas, yang juga ber-arti menghambat perkembangan ekonomi negara. Dalam hal ini negara-negara berkembang merupakan kelompok yang paling dirugikan oleh adanya TBT, termasuk diantaranya Indonesia. Dilain pihak, membanjirnya produk manufacturing impor saat ini sudah mengancam kelangsungan hidup sebagian industri dalam negeri. Hal ini terjadi karena SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk produk terkait belum tersedia, yang artinya infrastruktur laboratorium pengujian untuk produk tersebut juga belum ada. SNI diperlukan untuk menangkal/membatasi masuknya produk-produk non standar berkua-litas rendah yang merugikan konsumen, merusak pasaran dan mematikan industri lokal. Lebih Lengkapnya wka-mic.pdf Penulis : Sumardi dan Julia Kantasubrata

Baca

Bahan Acuan (Reference Material)


20 Mei 2010

Pengantar Pada tanggal 20 Mei 1908, di Indonesia telah berdiri sebuah organisasi yaitu Boedi Oetomo yang memiliki tujuan untuk menciptakan kemajuan yang selaras (harmonis) bagi negara dan bangsa Indonesia, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan perdagangan, teknik dan industri, serta kebudayaan (kesenian dan ilmu pengetahuan) dan kemudian setiap tanggal 20 Mei dikenal sebagai hari kebangkitan nasional. Tahukah anda bahwa pada tanggal yang sama, 33 tahun sebelum Boedi Oetomo berdiri (tepatnya 20 Mei 1875) di Paris – Perancis telah berdiri sebuah organisasi tingkat dunia yaitu International Bureau of Weights and Measures (Bureau International des Poids et Mesures-BIPM) untuk bidang metrologi dan tanggal tersebut ditetapkan menjadi hari metrologi sedunia ? Seandainya saja bangsa Indonesia telah mengetahui tentang metrologi sejak tahun 1908, mungkin sekarang kita sudah bisa duduk sejajar dengan negara-negara adikuasa seperti Amerika, Jepang, dan beberapa negara Eropa lainnya. Namun tidak ada kata terlambat bagi ilmu pengetahuan, sekaranglah saatnya bagi kita untuk mengejar ketinggalan dalam ilmu metrologi. Pengertian Bahan acuan (Reference Material) Dalam tulisan ini dibahas salah satu istilah yang sering muncul dalam ilmu metrologi, yaitu reference material (RM) atau bahan acuan. Menurut International Vocabulary of Metrology – Basic and general concept and associated term (VIM), pengertian reference material adalah: ”material, sufficiently homogeneous and stable with reference to specified properties, which has been established to be fit for its intended use in measurement or in examination of nominal properties”. RM disini dapat diartikan sebagai bahan atau zat yang memiliki sifat-sifat tertentu yang cukup homogen dan stabil, yang telah ditetapkan untuk dapat digunakan dalam pengukuran atau dalam pengujian suatu contoh. Bahan acuan dapat digunakan untuk mengontrol presisi pengukuran walaupun bahan acuan tersebut tidak memiliki nilai acuan (assigned value), sedangkan untuk kalibrasi atau untuk mengontrol kebenaran pengukuran hanya bahan acuan yang memiliki nilai acuan yang dapat digunakan. Selain reference material, ada istilah certified reference material (CRM) atau bahan acuan bersertifikat yaitu: ”reference material, accompanied by documentation issued by an authoritative body and providing one or more specified property values with associated uncertainties and traceabilities, using valid procedures”(1). CRM disini dapat diartikan sebagai bahan yang satu atau lebih sifatnya telah diberi sertifikat dengan suatu prosedur teknis yang baku, yang disertai dengan ketidakpastian dan ketertelusurannya. Pengertian CRM menurut ISO REMCO (2005) adalah: “reference material yang salah satu atau lebih sifatnya sudah disertifikasi dengan prosedur metrologi yang absah, disertai sertifikat yang memuat nilai sifat, ketidakpastiannya, dan pernyataan ketertelusuran metrologinya(2). Kegunaan Bahan Acuan Bahan acuan memainkan peranan yang penting dalam memvalidasi akurasi data. Bahan acuan digunakan untuk beberapa tujuan yaitu: untuk memfasilitasi pengujian yang akurat dari keseluruhan sistem pengujian selama pengembangan atau penerapan suatu metode analitik (contohnya mulai dari ekstraksi hingga kuantisasi menggunakan analisis instrumental); untuk penentuan apakah suatu metode berada dalam kontrol selama penggunaan rutin; untuk penetapan ketertelusuran nilai acuan bagi sebuah in-house control material; atau sebagai sebuah sampel pembanding bagi penilaian antar laboratorium(3). Jadi dapat disimpulkan bahwa dari sudut pandang metrologi, bahan acuan berfungsi untuk menjamin ketertelusuran hasil pengujian, dalam hal ini ke Sistem Internasional (SI) atau kalau belum memungkinkan, ke bahan acuan sejenis yang lebih tinggi tingkatannya(2). Lebih Lengkapnya certified-reference-material.pdf Penulis : Fitri Dara

Baca

In memorian ( Prof Dr Sumardi)


20 Mei 2010

Dalam Rangka Hari Metrologi Internasional, Pusat Penelitian Kimia LIPI terkenang sosok penggiat metrologi kimia yaitu Prof Dr. Sumardi, berikut sekilas pandang mengenai beliau semasa hidupnya. Pembawaannya yang selalu tenang, terlalu tenang malah bagi sebagian orang, sederhana dan sabar adalah sosok yang akan selalu dikenang dari Bapak Prof. Dr. Sumardi. Kegigihannya dalam merintis metrologi kimia di Pusat Penelitian Kimia - LIPI tidak pernah dapat diberhentikan oleh kecaman, ejekan, maupun pendapat orang, bahwa metrologi kimia adalah sesuatu yang terlalu ambisius dan mustahil untuk diterapkan di Indonesia. Penunjukkan Pusat Penelitian Kimia sebagai Designated Institute untuk metrologi kimia mewakili Indonesia di dunia internasional telah membuktikan bahwa segala usaha dan kegigihan Bapak Sumardi telah memberikan hasil. Kegigihannya dalam membuka jalan telah memberikan lapangan pekerjaan bagi kami yang ditinggalkan. Sosok yang penuh kerja keras, berdedikasi tinggi terhadap bidang yang ditekuninya, dan tak pernah lelah membimbing serta memotivasi peneliti-peneliti muda bidang metrologi kimia. Ibarat perumpamaan, macan mati meninggalkan jejak belangnya dan ilmuwan mati meninggalkan ilmu yang diwariskan pada anak didiknya. Prof. Dr. H. Sumardi layak diberi gelar Bapak Metrologi Kimia Indonesia atas jasa-jasanya menjadi perintis dan berkontribusi penuh di bidang metrologi kimia di scope international, regional dan khususnya Indonesia (Harry Budiman, peneliti). Sikapnya yang tenang dan santai tidak dapat menutupi semangatnya untuk bekerja (bahkan hingga akhir hayatnya). Seseorang yang selalu dapat diandalkan dan dipercaya (Rosi Ketrin, peneliti). Bagaikan kura-kura, perlahan tapi pasti (Yohanes Susanto, peneliti). Seorang yang pendiam, tapi dalam “diam”nya banyak hal yang dia lakukan untuk membantu semua orang (Hadi Pamungkas, teknisi). Seorang yang sangat tekun, konsisten serta disiplin di bidangnya sehingga pengetahuan yang beliau miliki dalam bidang kimia analitik dan metrologi kimia khususnya sangat komprehensif. Kebapakan, bijaksana serta penuh pertimbangan matang dalam memberikan saran-saran serta nasihat (Dyah Setyarini, peneliti). Sangat konsisten dan mendalami profesinya dalam bidang Kimia analisis anorganik (logam). Tempat kami bertanya dan selalu memberikan jawaban yang memuaskan. Beliau bekerja sangat teliti, sehingga sering kali untuk pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan ketelitian tinggi, dikerjakannya sendiri tanpa minta bantuan orang lain (Nuryatini, peneliti). Ilmu-ilmu yang diajarkan dan konsistensinya dalam memperkenalkan Metrology in Chemistry telah mewarnai pikiran dan sikap hidup saya (Fitri Dara, peneliti). Dedikasi dan loyalitas Bapak dalam mengembangkan metrologi kimia adalah pilar yang berarti dalam IPTEK. Kami mengenang Bapak selalu (Anna Edy P., peneliti). Seorang peneliti yang perlu diteladani, tempat kami bertanya, pembimbing pada saat menjadi kandidat peneliti, dan tempat bertukar pikiran setelah jadi peneliti. Dalam kesehariannya selalu menolong semua orang dan membuat suasana lebih nyaman (Evita Boes, peneliti). Peneliti sejati, konsisten dengan bidang atau kegiatan penelitian yang ditekuni sehingga gelar professor sesuai dengan profesinya (Retno Yusiasih, peneliti). Sosok peneliti sejati, pribadi yang sederhana, seperti ilmu padi yang semakin lama semakin merunduk (Eka Mardika, teknisi). Sosok yang sangat sederhana dengan penampilan yang sangat bersahaja, tidak sombong dan terkesan cuek karena tidak suka berbasa-basi. Pengabdiannya di bidang penelitian patut dicontoh dan dilanjutkan oleh generasi-generasi muda (Eli Susilawati, teknisi). Seorang scientist sejati yang sampai sudah menjadi Prof riset pun beliau masih terjun ke lab, bahkan pada saat meninggal pun sedang bertugas (Tina Rosmalina, teknisi). Peneliti sejati yang rendah hati yang patut dijadikan panutan (Christine Elishian, peneliti) Seorang bapak dan seorang guru yang baik, dapat menuntun dalam soal pekerjaan laboratorium, meskipun dalam keadaan sibuk apapun, kita dapat bertanya soal apa saja dan beliau dapat menjawabnya, ibarat perpustakaan berjalan (Dedeh Maklupah, teknisi). Pembimbing dan guru saya, hingga saya menjadi penyelia. Saya merasa kehilangan untuk bertanya sebagai narasumber di bidang kimia analitik (Busro, teknisi). Sosok yang sangat bijaksana, beliau selalu memperhatikan nasib bawahannya walaupun tidak pernah ada hubungan kerja dan pribadi yang ramah selalu tersenyum dan menyapa walaupun berada di luar kantor. Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisiNya (Maya, teknisi). Baik, perhatian, tidak pernah marah. Selalu memberikan yang terbaik buat saya (Titin Rosidah, administrasi). Banyak memberikan ilmu kimia yang bermanfaat (M. Yusuf, teknisi). Baik hati dan tidak pernah marah. Walaupun marah, diperlihatkan secara halus. Tidak pernah lupa untuk memberikan hadiah lebaran (Sunarto, laboran). Walaupun baru beberapa kali bertemu dan hanya satu kali berbincang lama, namun sudah cukup bagi saya menggambarkan bahwa bapak adalah sosok yang sangat inspiratif dan low profile. Benar-benar sosok ilmuwan sejati (Eka Dian, peneliti). “Diskusi pakai sms saja ya, jangan telp saya masih di bandara suaranya kurang jelas" Teringat sebuah sms dari Prof Sumardi. Begitu low profile, siap berbagi ilmu setiap saat, sangat menghargai waktu dan penuh dedikasi, merupakan serangkaian keteladanan yang patut ditiru (Oman Zuas, peneliti). Tekun dan on-time adalah pelajaran yang didapatkan dari Bapak (Wahyuni, administrasi). Kepergian almarhum sungguh mengagetkan dan menyedihkan bagi kami semua. Beliau adalah asset yang tidak tergantikan, sosok peneliti yang luar biasa, tekun, teliti, dan pekerja keras sampai akhir hayatnya. Selamat jalan Pak Mardi, semoga kami dapat melanjutkan perjuangan Bapak di dunia kimia analitik dan sanggup mempertahankan prestasi yang telah bapak raih baik di lingkup nasional maupun internasional (Wuryani, peneliti). Selamat jalan Bapak Peneliti sejati. Terimakasih atas semua ilmu yang telah diberikan (Willy Cahya, teknisi). Terimakasih banyak atas peletakan dasar metrology untuk bidang Kimia Analitik dan Standar (Andreas, peneliti). Orang bijak mengatakan, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.” Hidup ini hanya sekali, satu kali untuk ‘berarti’ (Julia Kantasubrata, peneliti).

Baca

KATA PEGANTAR


20 Mei 2010

Most of countries in the world are commemorating International Metrology Day of May 20th, every year. We too, want to contribute to this special day in order to raise the awareness of the important of metrology, especially in the field of analytical chemistry. Therefore, after 2 years stop, “Warta Kimia Analitik” is published with “METROLOGY” as a theme that is intended for commemorating International Metrology Day 2010. I want to thank PTB-Physikalisch Technische Bundesanstalt (Germany National Metrology Institute) for fully financial supporting for the realization. This special edition is dedicated to the late Prof. Dr. Sumardi who passed away unexpectedly in March, 2010. I hope all of the articles inside can help you, not only to give the knowledge about metrology, but also to broad the view to do the correct and traceable way for the practical application in routine analysis. Sebagian besar negara-negara di dunia memperingati hari Metrology Internasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Kami pun demikian, ingin turut berpartisipasi memperingati hari yang bersejarah ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya metrologi, khususnya dalam bidang metrologi kimia. Untuk memperingati hari Metrologi Internasional 2010 ini, setelah sempat berhenti selama 2 tahun, Warta Kimia Analitik terbit kembali dengan mengambil tema “METROLOGI”. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih kepada PTB-Physikalisch Technische Bundesanstalt (Nasional Metrologi Institut Jerman) yang telah mendukung pendanaan sepenuhnya untuk merealisasikan penerbitan ini. Edisi spesial ini dipersembahkan untuk mengenang Bapak Alm. Prof. Dr. Sumardi yang telah berpulang pada bulan Maret 2010. Saya berharap semua artikel di dalamnya dapat menolong saudara sekalian, tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan di bidang metologi, tetapi juga memperluas wawasan sehingga dapat melakukan pengukuran dan analisis rutin yang benar dan tertelusur. Salam Redaksi It is with great pleasure that I write a statement to Warta Kimia Analitik on the occasion of World Metrology Day 2010. The purpose of this day, is to raise awareness on the importance of metrology - in this case the importance of Metrology in Chemistry. Hopefully, the "revival" of Warta Kimia Analitik will be the beginning of a long tradition to inform interested parties about metrology and more. Since the commencement of the German development assistance about 40 years ago, the PTB International Technical Cooperation, has been active worldwide. In this time, not only was much achieved but also much was learned. The Technical Cooperation of today, orients itself on the requirements of the partner countries within the framework of a globalized world. To advance their economic, social and ecological development, partner countries must adapt their national quality infrastructure system to international agreements. in order to be able to participate in international trade, safeguard consumer, environmental and health protection, and enable a fair exchange of goods. The PTB, the National Metrology Institute of Germany, with 1 600 employees at the Braunschweig and Berlin sites, is a "global player" in the world of metrology. PTB is represented in all important international professional associations. This involvement entails the competence and obligation for PTB to adapt its consultancy and supporting measures to the international standards and best practices. The planned cooperation between the Research Center for Chemistry (RCChem) and the Physikalisch Technische Bundesanstalt (PTB) will focus on Metrology in Chemistry during the next years. The cooperation endeavors to build a foundation for a national infrastructure to ensure and strengthen the quality of Indonesia's chemical measurements results. The creation of knowledge is one of the essential components of technical cooperation projects. This publication will help to share RCChem's knowledge. With the globalization of trade and economy the reliability of measurement results of any kind is of increasing importance. Measurement results are directly and indirectly involved in almost every aspect of daily life, and play an essential role in cross-border exchanges of goods and services between Indonesia and its trading partners. This holds also for chemical measurements. Chemical measurement results, are often used as a basis for important decisions and agreements, for example in food safety and environmental protection. Having worked with RCChem for only a short while, I am impressed with the energy and dedication of those responsible for Metrology in Chemistry in Indonesia. For the future I hope that these efforts will continue and that all partners of RCChem will contribute with equal dedication. Working together, I am certain Indonesia will establish a strong Metrology in Chemistry. My knowledge of Bahasa Indonesia is limited, but perhaps this will become a form of "gotong royong"? Best wishes on the "restart" of Warta Kimia Analitik! Andrea Ulbrich - PTB Project Coordinator

Baca

Hari Metrology Internasional


20 Mei 2010

Tahukah Anda 20 Mei sebagai Hari Metrologi Internasional?   Pada tanggal 20 Mei 1908, di Indonesia telah berdiri sebuah organisasi yaitu Boedi Oetomo yang memiliki tujuan untuk menciptakan kemajuan yang selaras (harmonis) bagi negara dan bangsa Indonesia, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan perdagangan, teknik dan industri, serta kebudayaan (kesenian dan ilmu pengetahuan) dan kemudian setiap tanggal 20 Mei dikenal sebagai hari kebangkitan nasional. Tahukah anda bahwa pada tanggal yang sama, 33 tahun sebelum Boedi Oetomo berdiri (tepatnya 20 Mei 1875) di Paris – Perancis telah berdiri sebuah organisasi tingkat dunia yaitu International Bureau of Weights and Measures (Bureau International des Poids et Mesures-BIPM) untuk bidang metrologi dan tanggal tersebut ditetapkan menjadi hari metrologi sedunia ? Seandainya saja bangsa Indonesia telah mengetahui tentang metrologi sejak tahun 1908, mungkin sekarang kita sudah bisa duduk sejajar dengan negara-negara adikuasa seperti Amerika, Jepang, dan beberapa negara Eropa lainnya. Namun tidak ada kata terlambat bagi ilmu pengetahuan, sekaranglah saatnya bagi kita untuk mengejar ketinggalan dalam ilmu metrologi. Penerbitan Warta Kimia Analitik Sebagian besar negara-negara di dunia memperingati hari Metrologi Internasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Kami pun demikian, ingin turut berpartisipasi memperingati hari yang bersejarah ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya metrologi, khususnya dalam bidang metrologi kimia. Untuk memperingati hari Metrologi Internasional 2010 ini, setelah sempat berhenti selama 2 tahun, Warta Kimia Analitik terbit kembali dengan mengambil tema “METROLOGI”. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih kepada PTB-Physikalisch Technische Bundesanstalt (Nasional Metrologi Institut Jerman) yang telah mendukung pendanaan sepenuhnya untuk merealisasikan penerbitan ini. Edisi spesial ini dipersembahkan untuk mengenang Bapak Alm. Prof. Dr. Sumardi yang telah berpulang pada bulan Maret 2010. Saya berharap semua artikel di dalamnya dapat menolong saudara sekalian, tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan di bidang metologi, tetapi juga memperluas wawasan sehingga dapat melakukan pengukuran dan analisis rutin yang benar dan tertelusur. Artikel Lengkap bisa dilihat disini

Baca

Sukun bagi Pembuluh Darah


11 Mei 2010

Sukun sudah lama dikenal di tengah masyarakat Indonesia. Buahnya biasa digoreng dibuat keripik, atau direbus sebagai makanan kecil. Namun, ternyata tanaman yang tumbuh di sekitar kita tersebut mempunyai khasiat ampuh bagi kesehatan, terutama bagi jantung dan pembuluh darah. Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Tjandrawati M Ozef, dan rekan-rekannya telah mengadakan serangkaian penelitian mengenai khasiat daun sukun. Hasil penelitian itu disampaikan Tjandrawati dalam sebuah seminar di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu. Penyakit jantung dan pembuluh darah kian menjadi permasalahan besar seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Pola diet tinggi lemak hewani kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan buruk merokok menjadi beberapa faktor risiko pemicu gangguan jantung dan pembuluh darah. Melihat kecenderungan tersebut, para peneliti LIPI menapis 42 tanaman yang dianggap berpengaruh terhadap sistem kardiovaskular. Pilihan meneliti lebih dalam jauh kepada sukun. Seluruh bagian tanaman sukun mengandung senyawa flavonoid. Sejumlah turunan flavon telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari bagian akar dan ranting tumbuhan tersebut sebelumnya. ”Tanaman itu mempunyai flavonoid yang khas,” ujarnya. Sukun (Artocarpus altilis) termasuk dalam famili Moraceae alias keluarga Mulberry atau lebih sering dikenal sebagai bread fruit. Tanaman tersebut tumbuh pada daerah tropis, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Tjandrawati mengungkapkan, masyarakat Indonesia secara tradisional menggunakan daun sukun untuk pengobatan penyakit hati, inflamasi, jantung, ginjal, sakit gigi, dan gatal-gatal. Masyarakat Taiwan secara tradisional menggunakan akar dan batangnya bagi pengobatan penyakit hati dan hipertensi. ”Masyarakat menggunakan sukun untuk pengobatan dengan merebus daunnya, tetapi masih kurang diketahui kandungan khusus yang bermanfaat besar, bagaimana cara penggunaannya, dan dosisnya,” ujarnya. Berangkat dari pengalaman empiris masyarakat tersebut, Tjandrawati tertarik meneliti lebih dalam mengenai potensi daun sukun. Melalui penelitian panjang sejak tahun 2004, tanaman sukun berhasil dibuktikan khasiatnya. Dalam penelitian itu, daun sukun dibuat menjadi ekstrak. Komponen hasil ekstraksi dengan etanol, yakni tiga senyawa flavonoid dan Beta-sitoserol tersebut yang kemudian diteliti khasiatnya. Studi khasiat terhadap daun sukun meliputi agregasi platelet (penggumpalan trombosit), viskositas darah (kekentalan darah) dan iskemia akut (kurangnya aliran darah pada jantung). Studi itu juga mencakup atherosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak) yang mencakup akumulasi lipid (lemak) pada aorta, dan kolesterol darah. Uji khasiat secara in vitro (dalam lingkungan buatan) maupun in vivo (dalam tubuh hidup) terhadap ekstrak tanaman tersebut menunjukkan hasil sangat baik. Studi in vivo, misalnya, menyimpulkan bahwa ekstrak etil asetat yang mengandung flavonoid dan Beta-sitoserol dengan perbandingan 100 mg/kg dan 20 mg/kg dapat menghambat agresi platelet, mengurangi viskositas darah, dan melindungi melindungi jantung dari iskemia yang akut. Selanjutnya, uji khasiat ekstrak etil asetat terhadap kadar kolesterol darah dan akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta pada tikus galur Wistar menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dosis 150 mg/ kg berat badan mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah secara signifikan. Sukun juga mampu menghambat akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta. ”Tidak terjadi penimbunan lemak,” ujar Tjandrawati. Daya racun Dalam penelitian itu diuji pula daya racun dari ekstrak daun sukun tersebut. Kabar baiknya, uji toksisitas subkronis yang dilakukan selama 90 hari pada tikus putih galur Sprague Dawley menyimpulkan bahwa pemberian ekstrak etil asetat daun sukun dengan dosis bervariasi, yakni dosis uji 83,33 mg/kg berat badan per hari, 166,65 mg/kg berat badan per hari, dan 333,35 mg/kg berat badan per hari tidak memengaruhi fungsi jantung, ginjal, hati ataupun profil darah. Uji toksisitas akut pada mencit ICR jantan dan betina menggunakan dosis tinggi total flavonoid 4,5 g/kg berat badan dan Beta-sitoserol 2,5 g/kg berat badan tidak menunjukkan penurunan berat badan, bahkan berat badan cenderung naik. Observasi terhadap perilaku hewan uji selama eksperimen seperti bagaimana hewan uji berjalan, makan, minum serta dan kecerahan mata dan bulu juga tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan. Tjandrawati mengatakan, dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis tinggi total flavonoid dan Beta-sitoserol pada mencit ICR tidak menunjukkan efek toksik ada hewan uji. Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Sugeng Broto mengatakan, prospek dari formula yang dikerjakan oleh LIPI tersebut sangat besar lantaran nantinya dapat diproduksi sebagai obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Kini, LIPI aktif meneliti sejumlah tanaman yang dipandang berkhasiat. Jika ingin dikembangkan menjadi fitofarmaka, masih dibutuhkan uji klinis. Ekstrak flavonoid dan Beta-sitoserol dari daun sukun itu sendiri kini telah dipatenkan. Oleh INDIRA PERMANASARI sumber :http://kesehatan.kompas.com/

Baca

Presentasi Ristek - Kalbe Sciense Award


05 Mei 2010

Title: Presentasi Ristek - Kalbe Sciense AwardLocation: Pusat Penelitian Kimia, LIPI, Komplek Puspitek SerpongDescription: Dalam rangka memperingati Hari kebangkitan Teknologi Nasional yang ke-15 dan ulang tahun PT Kalbe Farma Tbk yang ke-44, PT Kalbe Farma Tbk bersama Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Ristek-Kalbe Science Awards (RKSA) 2010. Program ini merupakan ajang dua tahunan dan kali ini yang ke-2 dari RKSA tahun 2008 lalu. RKSA adalah program penghargaan yang diberikan kepada para Peneliti dan Hasil Penelitian yang terkait bidang lifesciences dan teknologi untuk kepentingan kesehatan masyarakat. Peneliti dan Penelitian yang terkait bidang di atas meliputi Bahan Obat/Sediaan Obat (bioteknologi, kimia medisinal, kimia bahan alam atau teknologi farmasi); Diagnostik/Metode Pengobatan; dan Pangan Fungsional (pangan yang terkait dengan kesehatan). Kami, dari PT Tempo Inti Media Tbk selaku penyelenggara kegiatan RKSA 2010, mengundang para peneliti di Pusat Penelitian Kimia LIPI untuk ikut berpartisipasi, dengan cara mendaftarkan peneliti atau karya penelitian dalam program RKSA 2010. Untuk itu kami meminta waktu untuk mempresentasikan program RKSA 2010, yang akan dilaksanakan pada: Hari : Rabu, 5 Mei 2010 Waktu : Jam 14.00 s/d selesai Tempat : Pusat Penelitian Kimia, LIPI, Komplek Puspitek Serpong Start Time: 14:00Date: 2010-05-05

Baca

Pelatihan Analisa Air


29 April 2010

Title: Pelatihan Analisa AirLocation: Pusat Penelitian Kimia - LIPI (Serpong)Start Time: 9:00Date: 2010-05-17End Time: 16:00

Baca

Program Uji Profisiensi Terintegrasi (PUPT) 2010


26 April 2010

Hasil analisis yang dilakukan oleh suatu laboratorium penguji merupakan langkah yang sangat penting karena terkait dengan proses pengambilan keputusan. Oleh karenanya diperlukan suatu mekanisme untuk memantau keabsahan data yang dihasilkan oleh laboratorium ybs. Uji profisiensi merupakan salah satu cara untuk memantau unjuk kerja laboratorium penguji. Didalam upaya untuk membantu laboratorium mengevaluasi hasil pengujiannya, Bidang Kimia Analitik & Standar Pusat Penelitian Kimia – LIPI akan menyelenggarakan Program Uji Profisiensi Terintegrasi (PUPT) 2010   Kegiatan Uji Profisiensi 1. Air Minum     Parameter Uji : Se,Ba, As,TDS,SO4     Biaya : Rp 1.500.000     Batas Akhir Pendaftaran : 7 Mei 2010    2.Serealia    Parameter Uji :    Kadar Air, Kadar Abu, Protein, Lemak, Karbohidrat,Ca, Fe, Zn    Biaya : Rp 500.000    Batas Akhir Pendaftaran :4 Juli 2010   3.Air Limbah    Parameter Uji : pH, Cr6+, Cu,Fe,NO3    Biaya : Rp 1.500.000    Batas Akhir Pendaftaran : 4 Juli 2010   4. Tepung Ikan     Parameter Uji : Trace Metal : (Pb, Cd)     Biaya : Rp 500.000     Batas Akhir pendaftaran ditentukan kemudian   Pembayaran : Pembayaran peserta dilakukan paling lambat 2 minggu setelah batas akhir pendaftaran ke Rekening PPKIMIA-LIPI Bank BNI Cabang ITB, Jl. Taman Sari No 80 Bandung Nama Rekening : Bendahara Penerima PNBP PPKimia-LIPI No. Rekening : 00 2867 3022 Bukti Pembayaran disertai identitas laboratorium peserta dikirim melalui faksimili (022) 2530031 atau email yo_susanto@yahoo.com   Informasi Lebih Lanjut hubungi : Y.Susanto / Titin R PPKimia-LIPI , Komplek LIPI Gd 50 Lt 2, Jl. Cisitu - Sangkuriang, Bandung 40135 Telp . (022) 2503051      Faks. (022) 2530031  Email : yo_susanto@yahoo.com   DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN: formulir-pendaftaran-up-2010              

Baca

Daun Sukun Pelindung Jantung


15 April 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Sukun, yang dalam bahasa Inggris disebut bread fruit, buahnya lebih banyak dikenal sebagai penganan yang digoreng atau dijadikan tepung sukun yang bisa dioleh menjadi mi atau roti. Padahal, tanaman sukun (Artocarpus altilis) sangat potensial untuk dikembangkan menjadi obat pencegah penyakit jantung. Secara tradisional, daun sukun telah dipakai untuk mengobati penyakit hati, inflamasi, jantung, dan ginjal. Sementara itu, di Taiwan, akar dan batang tanaman sukun dimanfaatkan untuk menyembuhkan sirosis (kanker hati). Upaya penelitian dan pengembangan sukun sebagai obat telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebelumnya, sukun lebih banyak diteliti untuk penyakit diabetes. Baru pada tahun 2004 sukun mulai dilirik untuk penyakit kardiovaskular. "Sukun memiliki flavonoid yang khas," kata Dr Tjandrawati Mozef, peneliti dari LIPI yang giat meneliti sukun untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Tjandra menjelaskan, uji khasiat terhadap ekstrak daun sukun menunjukkan efek penurunan kadar kolesterol darah dan akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta pada mencit di laboratorium. Studi in vitro juga menyimpulkan, ekstrak daun sukun efektif melindungi jantung dari serangan iskemik akut. Uji toksisitas menunjukkan tidak ditemukannya efek samping toksik pada hewan uji, tidak memengaruhi fungsi jantung, ginjal dan hati, maupun profil hematologi. "Kita tinggal melakukan uji klinis untuk pengembangan obat baru. Bila ini berhasil, diharapkan akan dihasilkan obat pencegah penyakit kardiovaskular yang lebih murah dan terjangkau masyarakat," kata Tjandrawati ketika menyampaikan penelitiannya dalam acara seminar yang diadakan Badan Litbang Kementerian Kesehatan di Jakarta sumber :http://kesehatan.kompas.com

Baca

LIPI: Sukun berkhasiat untuk jantung


14 April 2010

JAKARTA (Bisnis.com): Tanaman sukun (artocarpus altilis) ternyata berkhasiat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. “Sukun mengandung senyawa flavonoid yang khas dibanding tanaman lain,” kata Tjandrawati Mozef, peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dalam seminar kesehatan di Jakarta, hari ini. Dia menuturkan kekayaan alam Indonesia, khususnya tumbuhan, merupakan sumber senyawa bioaktif yang bisa dikembangkan menjadi obat, salah satunya adalah sukun. Penelitian yang dilakukan oleh LIPI sejak 2004 sampai sekarang menemukan bahwa sukun berkhasiat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. “Dengan adanya pengembangan sukun  ini, diharapkan bisa menjawab kebutuhan obat bagi masyarakat, terutama untuk penyakit kardiovaskuler, yang prevalensinya di Indonesia masih tinggi,” ujarnya, dan menambahkan harga obat masih mahal, katanya. Sebab, bahan baku obat 95% masih impor. Berdasarkan uji praklinis, katanya, dari ekstrak aktif etil asetat daun sukun memiliki aktivitas terhadap penyakit kardiovaskular. Ekstrak etil asetat daun sukun menghambat agregasi platelet, mengurangi viskositas darah dan melindungi jantung dari acute ischemia.  Di samping itu, juga menurunkan kadar kolesterol darah dan tumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Dia menuturkan sukun tumbuh pada daerah tropis, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja.  Di Indonesia, sukun sudah biasa digunakan oleh masyarakat pedesaan sebagai pengobatan alternatif. Caranya dengan meminum air rebusan sukun. Selain itu juga digunakan untuk mengobati penyakit hati, inflamasi, jantung, ginjal, sakit gigi, dan gatal-gatal. Sementara di Taiwan, masyarakat menggunakan akar dan batangnya untuk pengobatan penyakit hati, sirosis dan hipertensi. (ts) sumber : http://web.bisnis.com

Baca

Puslit Kimia LIPI dalam Pameran Lab Indonesia 2010


21 April 2010

Beberapa pengunjung pameran yang mengunjungi stan LIPI memberikan masukan yang berharga agar LIPI lebih profesional dalam melakukan pengujian. Menurut mereka efisiensi kinerja jasa analisa di LIPI masih perlu ditingkatkan untuk kepuasan pelanggan. “Semua masukan dari pengunjung sangat penting untuk memacu profesionalisme kami dalam bekerja”, ujar Sri Handayani, staff Subbid Kerjasama Puslit Kimia LIPI yang bertugas di stan pameran LIPI. Tercatat lebih dari 200 orang pengunjung yang mendatangi stan LIPI dalam Pameran Lab Indonesia 2010 yang berlangsung tanggal 14 sampai 16 April 2010 di Jakarta Convention Center.   Lab Indonesia 2010 merupakan pameran laboratorium internasional terbesar di Indonesia yang menampilkan informasi terbaru tentang perkembangan laboratorium, jasa analisis dan teknologi instrumentasi dengan standar internasional. Pameran yang diikuti oleh lebih dari 70 peserta  dari berbagai negara ini, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Korea, Jerman, China dan India mewakili produsen di berbagai bidang seperti bidang analitik, kalibrasi, teknologi proses kimia , lab uji, lab instrumen, lingkungan dan sistem pengendalian pencemaran, kesehatan dan peralatan kerja,  penanganan kimia, transportasi dan penyimpanan. Pameran ini juga memberikan kesempatan bagi perusahaan yang bergerak dibidang scientific equipment dan manufaktur untuk dapat menggelar peralatan dan teknologi yang telah dirancang khusus guna memenuhi kebutuhan profesional dan standar internasional dari para penggunanya, serta mengembangkan kontak bisnis dan jaringan dengan berbagai pihak seperti perusahaan manufaktur, institusi riset dan pengembangan, serta kalangan akademisi dan universitas, khususnya di Indonesia, dan di wilayah Asia Pasifik, Eropa dan Amerika pada umumnya.   Pada pameran internasional ini LIPI menampilkan informasi mengenai 3 Pusat Penelitian di LIPI yang terkait dengan kegiatan di atas, yaitu Pusat Penelitian Kimia (P2Kimia), Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, Metrologi (P2KIM), serta Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP).  Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam hal ini memberikan informasi tentang kegiatan penelitian yang dilakukan di P2Kimia serta penunjang kegiatan seperti layanan jasa analisis dan pembelajaran melalui brosur-brosur, standing banner dan penyajian sampel bahan acuan pangan yang sudah lengkap sertifikasinya. Beberapa pengunjung menanyakan hasil riset LIPI yang dapat dijual ke pasar internasional. Selama pameran berlangsung diskusi dengan pengunjung yang mengunjungi stan LIPI dari berbagai perusahaan/industri, instansi, akademisi dan perorangan yang berasal dari kalangan industri kimia, farmasi, pangan, bioteknologi, lingkungan, lab pengujian, palm oil, petroleum, konsultan, education & training, lab riset dan teknologi, perusahaan trading dan manufaktur, produsen karet dan plastik, praktisi kesehatan, dll.   Pada umumnya para pengunjung tertarik dengan layanan jasa analisis yang dapat diberikan LIPI, kalibrasi instrumen, pengujian alat-alat kesehatan, serta jasa pembelajaran di Pusat Penelitian Kimia LIPI seperti training kimia dan kalibrasi. “kegiatan pameran seperti ini sangat penting untuk menjembatani komunikasi secara langsung dengan para stakeholder dan juga para pengguna hasil riset LIPI”, ujar Sri.

Baca

Daun Sukun Bikin Jantung Panjang Umur


14 April 2010

"Daun ini juga bisa dijadikan obat tradisional untuk gangguan ginjal dan penyakit hati." VIVAnews - Kekayaan alam Indonesia khususnya tumbuhan merupakan sumber senyawa bioaktif yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat atau bahan baku obat. Salah satunya, daun sukun. Setelah dilakukan uji khasiat oleh Pusat Penelitian Kimia LIPI bersama dengan pakar peneliti lainnya, ternyata diketahui bahwa ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) mengandung flavonoid dan sitosterol yang berkhasiat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Menurut DR. Tjandrawati Mozef dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, uji khasiat baik secara in vitro ( menggunakan media) maupun in vivo (melibatkan sel hidup) terhadap ekstrak tanaman tersebut telah menunjukkan hasil sangat baik. Kesimpulannya, daun sukun bisa melindungi jantung, karena mampu menurunkan kadar kolesterol darah secara signifikan dan mampu menghambat akumulasi pada dinding pembuluh darah aorta. “Penelitian ini sudah kami lakukan sejak 2004, dan telah lulus uji preklinis. Tanaman ini pun sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi obat sintesis,” kata Tjandrawati saat ditemui di acara 'Seminar Sehari Upaya Preventif dan Promotif Mengatasi Gangguan Sirkulasi Darah' di Aula Litbang Kementrian Kesehatan, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Rabu 14 April 2010. Tak hanya berkhasiat mencegah penyakit kardiovaskuler, tetapi sukun juga merupakan obat tradisional yang mampu mengatasi masalah ginjal, penyakit hati, peradangan dan gatal-gatal. “Semua bagian dari tanaman ini mengandung flavonoid dan sitosterol dalam jumlah yang berbeda-beda. Tapi biasanya, banyak orang mengonsumsi air rebusan daun sukun untuk mendapatkan khasiatnya,” jelasnya lagi. Saat ini menurutnya, industri bahan baku obat Indonesia masih sangat lemah dimana 95 % obat masih didatangkan secara impor sehingga menyebabkan harga sejumlah obat relatif tinggi yang sulit dijangkau masyarakat. Akibatnya, banyak masyarakat beralih menggunakan tanaman obat tradisional. “ Dengan dilakukannya uji preklinis ini, bukan tidak mungkin, ekstrak daun sukun ke depannya akan dikembangkan menjadi obat herbal,” katanya. sumber : http://kosmo.vivanews.com

Baca

Pelatihan untuk pembuatan karbon aktif (activated carbon)


20 April 2010

Saya ingin bertanya apakah di Kimia LIPI ada pelatihan untuk pembuatan karbon aktif (activated carbon). Saya sedang berusaha untuk itu, terutama dari bahan arang tempurung kelapa (coco charcoal)? Jika ada, meskipun privat, saya ingin mendapatkan contact person peneliti dan biaya trainingnya. Terima kasih. moyudan@yahoo.com Ahmad Eko -- Terimakasih atas pertanyaannya. Di pelatihan reguler, tidak ada untuk pembuatan karbon aktif, tapi apabila bapa menginginkan pelatihan tersebut diatas, bapa bisa mengajukannya ke pihak kursus, min peserta 7 orang, silahkan email : rcchem_learning_centre@yahoo.com atau hubungi : Ibu Dewi/Ibu Yani 022 2507772, 2512957 admin

Baca

Praktek Kerja Lapangan di LIPI??


20 April 2010

Saya mau tanya apakah di LIPI memperbolehkan ada mahasiswa yang ingin Praktek Kerja Lapangan di LIPI?? kalau boleh, harus menghubungi siapa? terima kasih. yhoel.ia@gmail.com lia -- Untuk melakukan praktek kerja lapangan di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Silahkan menghungi bagian Tata Usaha dgn tlp (022) 2503051 admin

Baca

Fermentasi Kelapa Oleh Ragi Tempe


20 April 2010

saya sangat berminat untuk lebih jauh mengenai permentasi kelapa oleh ragi tempe, hal ini sebagai materi untuk bahan penyuluhan dan pembangunan sdm di pedesaan. kepada siapa saya harus kontak? saya sangat berminat untuk lebih jauh mengenai permentasi kelapa oleh ragi tempe, hal ini sebagai materi untuk bahan penyuluhan dan pembangunan sdm di pedesaan. kepada siapa saya harus kontak? sukmana_zeps@yahoo.com asep sukmana -- Mengenai fermentasi kelapa oleh ragi tempe, Silahkan hubungi Ibu Tami Idiyanti di pusat penelitian kimia Serpong tlp (021) 7560929 admin

Baca

National Symposium On Chemical and Process Engineering 2010 (4-5 August 2010)


12 Maret 2010

The Organizing Committee NATIONAL SYMPOSIUM ON CHEMICAL AND PROCESS ENGINEERING 2010 Topic “Towards sustainable process design and intensification for energy efficient process technology” Chemical Engineering Department Dipoengoro University Jl. Prof. Sudharto, Kampus UNDIP Tembalang Semarang 50239 INDONESIA Telp. :024-7460058/Fax.: 024-76480675 http://srkp.undip.ac.id/ Abstract Abstract can be written both in Indonesian or English on an one sided A4 paper using Times New Roman of 12 font, single space with maximum 250 words,. The abstract must contain the Title of article, Authors, Affiliation, Correspondence address (phone/fax/email). The abstract must be submitted to an email Address : srkp2010undip@gmail.com. Important dates • Deadline for abstract submission: May 30, 2010 • Author notification : June 15, 2010 • Final paper submission deadline: July 10, 2010 Keynote Speakers 1. Prof.H.J.Heeres(Groningen University-Netherlands) 2. Prof. Dr. Gade Pandu Rangaiah (National University of Singapore) 3. Dewan Energi Nasional 4. Industry Peserta Fee (US$) Industry/ Private/ University/Government Research institute 100 Postgraduate students 50 Undergraduate students 35 * Venue The symposium will be held at: Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Diponegoro University. Jl. Prof. Sudharto,SH-Tembalang, Semarang, Indonesia

Baca
ZONA INTEGRITAS