Berita

Hari Metrology Internasional


20 Mei 2010

Tahukah Anda 20 Mei sebagai Hari Metrologi Internasional?   Pada tanggal 20 Mei 1908, di Indonesia telah berdiri sebuah organisasi yaitu Boedi Oetomo yang memiliki tujuan untuk menciptakan kemajuan yang selaras (harmonis) bagi negara dan bangsa Indonesia, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan perdagangan, teknik dan industri, serta kebudayaan (kesenian dan ilmu pengetahuan) dan kemudian setiap tanggal 20 Mei dikenal sebagai hari kebangkitan nasional. Tahukah anda bahwa pada tanggal yang sama, 33 tahun sebelum Boedi Oetomo berdiri (tepatnya 20 Mei 1875) di Paris – Perancis telah berdiri sebuah organisasi tingkat dunia yaitu International Bureau of Weights and Measures (Bureau International des Poids et Mesures-BIPM) untuk bidang metrologi dan tanggal tersebut ditetapkan menjadi hari metrologi sedunia ? Seandainya saja bangsa Indonesia telah mengetahui tentang metrologi sejak tahun 1908, mungkin sekarang kita sudah bisa duduk sejajar dengan negara-negara adikuasa seperti Amerika, Jepang, dan beberapa negara Eropa lainnya. Namun tidak ada kata terlambat bagi ilmu pengetahuan, sekaranglah saatnya bagi kita untuk mengejar ketinggalan dalam ilmu metrologi. Penerbitan Warta Kimia Analitik Sebagian besar negara-negara di dunia memperingati hari Metrologi Internasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Kami pun demikian, ingin turut berpartisipasi memperingati hari yang bersejarah ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya metrologi, khususnya dalam bidang metrologi kimia. Untuk memperingati hari Metrologi Internasional 2010 ini, setelah sempat berhenti selama 2 tahun, Warta Kimia Analitik terbit kembali dengan mengambil tema “METROLOGI”. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih kepada PTB-Physikalisch Technische Bundesanstalt (Nasional Metrologi Institut Jerman) yang telah mendukung pendanaan sepenuhnya untuk merealisasikan penerbitan ini. Edisi spesial ini dipersembahkan untuk mengenang Bapak Alm. Prof. Dr. Sumardi yang telah berpulang pada bulan Maret 2010. Saya berharap semua artikel di dalamnya dapat menolong saudara sekalian, tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan di bidang metologi, tetapi juga memperluas wawasan sehingga dapat melakukan pengukuran dan analisis rutin yang benar dan tertelusur. Artikel Lengkap bisa dilihat disini

Baca

Sukun bagi Pembuluh Darah


11 Mei 2010

Sukun sudah lama dikenal di tengah masyarakat Indonesia. Buahnya biasa digoreng dibuat keripik, atau direbus sebagai makanan kecil. Namun, ternyata tanaman yang tumbuh di sekitar kita tersebut mempunyai khasiat ampuh bagi kesehatan, terutama bagi jantung dan pembuluh darah. Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Tjandrawati M Ozef, dan rekan-rekannya telah mengadakan serangkaian penelitian mengenai khasiat daun sukun. Hasil penelitian itu disampaikan Tjandrawati dalam sebuah seminar di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu. Penyakit jantung dan pembuluh darah kian menjadi permasalahan besar seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Pola diet tinggi lemak hewani kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan buruk merokok menjadi beberapa faktor risiko pemicu gangguan jantung dan pembuluh darah. Melihat kecenderungan tersebut, para peneliti LIPI menapis 42 tanaman yang dianggap berpengaruh terhadap sistem kardiovaskular. Pilihan meneliti lebih dalam jauh kepada sukun. Seluruh bagian tanaman sukun mengandung senyawa flavonoid. Sejumlah turunan flavon telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari bagian akar dan ranting tumbuhan tersebut sebelumnya. ”Tanaman itu mempunyai flavonoid yang khas,” ujarnya. Sukun (Artocarpus altilis) termasuk dalam famili Moraceae alias keluarga Mulberry atau lebih sering dikenal sebagai bread fruit. Tanaman tersebut tumbuh pada daerah tropis, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Tjandrawati mengungkapkan, masyarakat Indonesia secara tradisional menggunakan daun sukun untuk pengobatan penyakit hati, inflamasi, jantung, ginjal, sakit gigi, dan gatal-gatal. Masyarakat Taiwan secara tradisional menggunakan akar dan batangnya bagi pengobatan penyakit hati dan hipertensi. ”Masyarakat menggunakan sukun untuk pengobatan dengan merebus daunnya, tetapi masih kurang diketahui kandungan khusus yang bermanfaat besar, bagaimana cara penggunaannya, dan dosisnya,” ujarnya. Berangkat dari pengalaman empiris masyarakat tersebut, Tjandrawati tertarik meneliti lebih dalam mengenai potensi daun sukun. Melalui penelitian panjang sejak tahun 2004, tanaman sukun berhasil dibuktikan khasiatnya. Dalam penelitian itu, daun sukun dibuat menjadi ekstrak. Komponen hasil ekstraksi dengan etanol, yakni tiga senyawa flavonoid dan Beta-sitoserol tersebut yang kemudian diteliti khasiatnya. Studi khasiat terhadap daun sukun meliputi agregasi platelet (penggumpalan trombosit), viskositas darah (kekentalan darah) dan iskemia akut (kurangnya aliran darah pada jantung). Studi itu juga mencakup atherosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak) yang mencakup akumulasi lipid (lemak) pada aorta, dan kolesterol darah. Uji khasiat secara in vitro (dalam lingkungan buatan) maupun in vivo (dalam tubuh hidup) terhadap ekstrak tanaman tersebut menunjukkan hasil sangat baik. Studi in vivo, misalnya, menyimpulkan bahwa ekstrak etil asetat yang mengandung flavonoid dan Beta-sitoserol dengan perbandingan 100 mg/kg dan 20 mg/kg dapat menghambat agresi platelet, mengurangi viskositas darah, dan melindungi melindungi jantung dari iskemia yang akut. Selanjutnya, uji khasiat ekstrak etil asetat terhadap kadar kolesterol darah dan akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta pada tikus galur Wistar menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dosis 150 mg/ kg berat badan mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah secara signifikan. Sukun juga mampu menghambat akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta. ”Tidak terjadi penimbunan lemak,” ujar Tjandrawati. Daya racun Dalam penelitian itu diuji pula daya racun dari ekstrak daun sukun tersebut. Kabar baiknya, uji toksisitas subkronis yang dilakukan selama 90 hari pada tikus putih galur Sprague Dawley menyimpulkan bahwa pemberian ekstrak etil asetat daun sukun dengan dosis bervariasi, yakni dosis uji 83,33 mg/kg berat badan per hari, 166,65 mg/kg berat badan per hari, dan 333,35 mg/kg berat badan per hari tidak memengaruhi fungsi jantung, ginjal, hati ataupun profil darah. Uji toksisitas akut pada mencit ICR jantan dan betina menggunakan dosis tinggi total flavonoid 4,5 g/kg berat badan dan Beta-sitoserol 2,5 g/kg berat badan tidak menunjukkan penurunan berat badan, bahkan berat badan cenderung naik. Observasi terhadap perilaku hewan uji selama eksperimen seperti bagaimana hewan uji berjalan, makan, minum serta dan kecerahan mata dan bulu juga tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan. Tjandrawati mengatakan, dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis tinggi total flavonoid dan Beta-sitoserol pada mencit ICR tidak menunjukkan efek toksik ada hewan uji. Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Sugeng Broto mengatakan, prospek dari formula yang dikerjakan oleh LIPI tersebut sangat besar lantaran nantinya dapat diproduksi sebagai obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Kini, LIPI aktif meneliti sejumlah tanaman yang dipandang berkhasiat. Jika ingin dikembangkan menjadi fitofarmaka, masih dibutuhkan uji klinis. Ekstrak flavonoid dan Beta-sitoserol dari daun sukun itu sendiri kini telah dipatenkan. Oleh INDIRA PERMANASARI sumber :http://kesehatan.kompas.com/

Baca

Presentasi Ristek - Kalbe Sciense Award


05 Mei 2010

Title: Presentasi Ristek - Kalbe Sciense AwardLocation: Pusat Penelitian Kimia, LIPI, Komplek Puspitek SerpongDescription: Dalam rangka memperingati Hari kebangkitan Teknologi Nasional yang ke-15 dan ulang tahun PT Kalbe Farma Tbk yang ke-44, PT Kalbe Farma Tbk bersama Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Ristek-Kalbe Science Awards (RKSA) 2010. Program ini merupakan ajang dua tahunan dan kali ini yang ke-2 dari RKSA tahun 2008 lalu. RKSA adalah program penghargaan yang diberikan kepada para Peneliti dan Hasil Penelitian yang terkait bidang lifesciences dan teknologi untuk kepentingan kesehatan masyarakat. Peneliti dan Penelitian yang terkait bidang di atas meliputi Bahan Obat/Sediaan Obat (bioteknologi, kimia medisinal, kimia bahan alam atau teknologi farmasi); Diagnostik/Metode Pengobatan; dan Pangan Fungsional (pangan yang terkait dengan kesehatan). Kami, dari PT Tempo Inti Media Tbk selaku penyelenggara kegiatan RKSA 2010, mengundang para peneliti di Pusat Penelitian Kimia LIPI untuk ikut berpartisipasi, dengan cara mendaftarkan peneliti atau karya penelitian dalam program RKSA 2010. Untuk itu kami meminta waktu untuk mempresentasikan program RKSA 2010, yang akan dilaksanakan pada: Hari : Rabu, 5 Mei 2010 Waktu : Jam 14.00 s/d selesai Tempat : Pusat Penelitian Kimia, LIPI, Komplek Puspitek Serpong Start Time: 14:00Date: 2010-05-05

Baca

Pelatihan Analisa Air


29 April 2010

Title: Pelatihan Analisa AirLocation: Pusat Penelitian Kimia - LIPI (Serpong)Start Time: 9:00Date: 2010-05-17End Time: 16:00

Baca

Program Uji Profisiensi Terintegrasi (PUPT) 2010


26 April 2010

Hasil analisis yang dilakukan oleh suatu laboratorium penguji merupakan langkah yang sangat penting karena terkait dengan proses pengambilan keputusan. Oleh karenanya diperlukan suatu mekanisme untuk memantau keabsahan data yang dihasilkan oleh laboratorium ybs. Uji profisiensi merupakan salah satu cara untuk memantau unjuk kerja laboratorium penguji. Didalam upaya untuk membantu laboratorium mengevaluasi hasil pengujiannya, Bidang Kimia Analitik & Standar Pusat Penelitian Kimia – LIPI akan menyelenggarakan Program Uji Profisiensi Terintegrasi (PUPT) 2010   Kegiatan Uji Profisiensi 1. Air Minum     Parameter Uji : Se,Ba, As,TDS,SO4     Biaya : Rp 1.500.000     Batas Akhir Pendaftaran : 7 Mei 2010    2.Serealia    Parameter Uji :    Kadar Air, Kadar Abu, Protein, Lemak, Karbohidrat,Ca, Fe, Zn    Biaya : Rp 500.000    Batas Akhir Pendaftaran :4 Juli 2010   3.Air Limbah    Parameter Uji : pH, Cr6+, Cu,Fe,NO3    Biaya : Rp 1.500.000    Batas Akhir Pendaftaran : 4 Juli 2010   4. Tepung Ikan     Parameter Uji : Trace Metal : (Pb, Cd)     Biaya : Rp 500.000     Batas Akhir pendaftaran ditentukan kemudian   Pembayaran : Pembayaran peserta dilakukan paling lambat 2 minggu setelah batas akhir pendaftaran ke Rekening PPKIMIA-LIPI Bank BNI Cabang ITB, Jl. Taman Sari No 80 Bandung Nama Rekening : Bendahara Penerima PNBP PPKimia-LIPI No. Rekening : 00 2867 3022 Bukti Pembayaran disertai identitas laboratorium peserta dikirim melalui faksimili (022) 2530031 atau email yo_susanto@yahoo.com   Informasi Lebih Lanjut hubungi : Y.Susanto / Titin R PPKimia-LIPI , Komplek LIPI Gd 50 Lt 2, Jl. Cisitu - Sangkuriang, Bandung 40135 Telp . (022) 2503051      Faks. (022) 2530031  Email : yo_susanto@yahoo.com   DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN: formulir-pendaftaran-up-2010              

Baca

Daun Sukun Pelindung Jantung


15 April 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Sukun, yang dalam bahasa Inggris disebut bread fruit, buahnya lebih banyak dikenal sebagai penganan yang digoreng atau dijadikan tepung sukun yang bisa dioleh menjadi mi atau roti. Padahal, tanaman sukun (Artocarpus altilis) sangat potensial untuk dikembangkan menjadi obat pencegah penyakit jantung. Secara tradisional, daun sukun telah dipakai untuk mengobati penyakit hati, inflamasi, jantung, dan ginjal. Sementara itu, di Taiwan, akar dan batang tanaman sukun dimanfaatkan untuk menyembuhkan sirosis (kanker hati). Upaya penelitian dan pengembangan sukun sebagai obat telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebelumnya, sukun lebih banyak diteliti untuk penyakit diabetes. Baru pada tahun 2004 sukun mulai dilirik untuk penyakit kardiovaskular. "Sukun memiliki flavonoid yang khas," kata Dr Tjandrawati Mozef, peneliti dari LIPI yang giat meneliti sukun untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Tjandra menjelaskan, uji khasiat terhadap ekstrak daun sukun menunjukkan efek penurunan kadar kolesterol darah dan akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta pada mencit di laboratorium. Studi in vitro juga menyimpulkan, ekstrak daun sukun efektif melindungi jantung dari serangan iskemik akut. Uji toksisitas menunjukkan tidak ditemukannya efek samping toksik pada hewan uji, tidak memengaruhi fungsi jantung, ginjal dan hati, maupun profil hematologi. "Kita tinggal melakukan uji klinis untuk pengembangan obat baru. Bila ini berhasil, diharapkan akan dihasilkan obat pencegah penyakit kardiovaskular yang lebih murah dan terjangkau masyarakat," kata Tjandrawati ketika menyampaikan penelitiannya dalam acara seminar yang diadakan Badan Litbang Kementerian Kesehatan di Jakarta sumber :http://kesehatan.kompas.com

Baca

LIPI: Sukun berkhasiat untuk jantung


14 April 2010

JAKARTA (Bisnis.com): Tanaman sukun (artocarpus altilis) ternyata berkhasiat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. “Sukun mengandung senyawa flavonoid yang khas dibanding tanaman lain,” kata Tjandrawati Mozef, peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dalam seminar kesehatan di Jakarta, hari ini. Dia menuturkan kekayaan alam Indonesia, khususnya tumbuhan, merupakan sumber senyawa bioaktif yang bisa dikembangkan menjadi obat, salah satunya adalah sukun. Penelitian yang dilakukan oleh LIPI sejak 2004 sampai sekarang menemukan bahwa sukun berkhasiat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. “Dengan adanya pengembangan sukun  ini, diharapkan bisa menjawab kebutuhan obat bagi masyarakat, terutama untuk penyakit kardiovaskuler, yang prevalensinya di Indonesia masih tinggi,” ujarnya, dan menambahkan harga obat masih mahal, katanya. Sebab, bahan baku obat 95% masih impor. Berdasarkan uji praklinis, katanya, dari ekstrak aktif etil asetat daun sukun memiliki aktivitas terhadap penyakit kardiovaskular. Ekstrak etil asetat daun sukun menghambat agregasi platelet, mengurangi viskositas darah dan melindungi jantung dari acute ischemia.  Di samping itu, juga menurunkan kadar kolesterol darah dan tumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Dia menuturkan sukun tumbuh pada daerah tropis, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja.  Di Indonesia, sukun sudah biasa digunakan oleh masyarakat pedesaan sebagai pengobatan alternatif. Caranya dengan meminum air rebusan sukun. Selain itu juga digunakan untuk mengobati penyakit hati, inflamasi, jantung, ginjal, sakit gigi, dan gatal-gatal. Sementara di Taiwan, masyarakat menggunakan akar dan batangnya untuk pengobatan penyakit hati, sirosis dan hipertensi. (ts) sumber : http://web.bisnis.com

Baca

Puslit Kimia LIPI dalam Pameran Lab Indonesia 2010


21 April 2010

Beberapa pengunjung pameran yang mengunjungi stan LIPI memberikan masukan yang berharga agar LIPI lebih profesional dalam melakukan pengujian. Menurut mereka efisiensi kinerja jasa analisa di LIPI masih perlu ditingkatkan untuk kepuasan pelanggan. “Semua masukan dari pengunjung sangat penting untuk memacu profesionalisme kami dalam bekerja”, ujar Sri Handayani, staff Subbid Kerjasama Puslit Kimia LIPI yang bertugas di stan pameran LIPI. Tercatat lebih dari 200 orang pengunjung yang mendatangi stan LIPI dalam Pameran Lab Indonesia 2010 yang berlangsung tanggal 14 sampai 16 April 2010 di Jakarta Convention Center.   Lab Indonesia 2010 merupakan pameran laboratorium internasional terbesar di Indonesia yang menampilkan informasi terbaru tentang perkembangan laboratorium, jasa analisis dan teknologi instrumentasi dengan standar internasional. Pameran yang diikuti oleh lebih dari 70 peserta  dari berbagai negara ini, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Korea, Jerman, China dan India mewakili produsen di berbagai bidang seperti bidang analitik, kalibrasi, teknologi proses kimia , lab uji, lab instrumen, lingkungan dan sistem pengendalian pencemaran, kesehatan dan peralatan kerja,  penanganan kimia, transportasi dan penyimpanan. Pameran ini juga memberikan kesempatan bagi perusahaan yang bergerak dibidang scientific equipment dan manufaktur untuk dapat menggelar peralatan dan teknologi yang telah dirancang khusus guna memenuhi kebutuhan profesional dan standar internasional dari para penggunanya, serta mengembangkan kontak bisnis dan jaringan dengan berbagai pihak seperti perusahaan manufaktur, institusi riset dan pengembangan, serta kalangan akademisi dan universitas, khususnya di Indonesia, dan di wilayah Asia Pasifik, Eropa dan Amerika pada umumnya.   Pada pameran internasional ini LIPI menampilkan informasi mengenai 3 Pusat Penelitian di LIPI yang terkait dengan kegiatan di atas, yaitu Pusat Penelitian Kimia (P2Kimia), Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, Metrologi (P2KIM), serta Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP).  Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam hal ini memberikan informasi tentang kegiatan penelitian yang dilakukan di P2Kimia serta penunjang kegiatan seperti layanan jasa analisis dan pembelajaran melalui brosur-brosur, standing banner dan penyajian sampel bahan acuan pangan yang sudah lengkap sertifikasinya. Beberapa pengunjung menanyakan hasil riset LIPI yang dapat dijual ke pasar internasional. Selama pameran berlangsung diskusi dengan pengunjung yang mengunjungi stan LIPI dari berbagai perusahaan/industri, instansi, akademisi dan perorangan yang berasal dari kalangan industri kimia, farmasi, pangan, bioteknologi, lingkungan, lab pengujian, palm oil, petroleum, konsultan, education & training, lab riset dan teknologi, perusahaan trading dan manufaktur, produsen karet dan plastik, praktisi kesehatan, dll.   Pada umumnya para pengunjung tertarik dengan layanan jasa analisis yang dapat diberikan LIPI, kalibrasi instrumen, pengujian alat-alat kesehatan, serta jasa pembelajaran di Pusat Penelitian Kimia LIPI seperti training kimia dan kalibrasi. “kegiatan pameran seperti ini sangat penting untuk menjembatani komunikasi secara langsung dengan para stakeholder dan juga para pengguna hasil riset LIPI”, ujar Sri.

Baca

Daun Sukun Bikin Jantung Panjang Umur


14 April 2010

"Daun ini juga bisa dijadikan obat tradisional untuk gangguan ginjal dan penyakit hati." VIVAnews - Kekayaan alam Indonesia khususnya tumbuhan merupakan sumber senyawa bioaktif yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat atau bahan baku obat. Salah satunya, daun sukun. Setelah dilakukan uji khasiat oleh Pusat Penelitian Kimia LIPI bersama dengan pakar peneliti lainnya, ternyata diketahui bahwa ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) mengandung flavonoid dan sitosterol yang berkhasiat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Menurut DR. Tjandrawati Mozef dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, uji khasiat baik secara in vitro ( menggunakan media) maupun in vivo (melibatkan sel hidup) terhadap ekstrak tanaman tersebut telah menunjukkan hasil sangat baik. Kesimpulannya, daun sukun bisa melindungi jantung, karena mampu menurunkan kadar kolesterol darah secara signifikan dan mampu menghambat akumulasi pada dinding pembuluh darah aorta. “Penelitian ini sudah kami lakukan sejak 2004, dan telah lulus uji preklinis. Tanaman ini pun sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi obat sintesis,” kata Tjandrawati saat ditemui di acara 'Seminar Sehari Upaya Preventif dan Promotif Mengatasi Gangguan Sirkulasi Darah' di Aula Litbang Kementrian Kesehatan, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Rabu 14 April 2010. Tak hanya berkhasiat mencegah penyakit kardiovaskuler, tetapi sukun juga merupakan obat tradisional yang mampu mengatasi masalah ginjal, penyakit hati, peradangan dan gatal-gatal. “Semua bagian dari tanaman ini mengandung flavonoid dan sitosterol dalam jumlah yang berbeda-beda. Tapi biasanya, banyak orang mengonsumsi air rebusan daun sukun untuk mendapatkan khasiatnya,” jelasnya lagi. Saat ini menurutnya, industri bahan baku obat Indonesia masih sangat lemah dimana 95 % obat masih didatangkan secara impor sehingga menyebabkan harga sejumlah obat relatif tinggi yang sulit dijangkau masyarakat. Akibatnya, banyak masyarakat beralih menggunakan tanaman obat tradisional. “ Dengan dilakukannya uji preklinis ini, bukan tidak mungkin, ekstrak daun sukun ke depannya akan dikembangkan menjadi obat herbal,” katanya. sumber : http://kosmo.vivanews.com

Baca

Pelatihan untuk pembuatan karbon aktif (activated carbon)


20 April 2010

Saya ingin bertanya apakah di Kimia LIPI ada pelatihan untuk pembuatan karbon aktif (activated carbon). Saya sedang berusaha untuk itu, terutama dari bahan arang tempurung kelapa (coco charcoal)? Jika ada, meskipun privat, saya ingin mendapatkan contact person peneliti dan biaya trainingnya. Terima kasih. moyudan@yahoo.com Ahmad Eko -- Terimakasih atas pertanyaannya. Di pelatihan reguler, tidak ada untuk pembuatan karbon aktif, tapi apabila bapa menginginkan pelatihan tersebut diatas, bapa bisa mengajukannya ke pihak kursus, min peserta 7 orang, silahkan email : rcchem_learning_centre@yahoo.com atau hubungi : Ibu Dewi/Ibu Yani 022 2507772, 2512957 admin

Baca

Praktek Kerja Lapangan di LIPI??


20 April 2010

Saya mau tanya apakah di LIPI memperbolehkan ada mahasiswa yang ingin Praktek Kerja Lapangan di LIPI?? kalau boleh, harus menghubungi siapa? terima kasih. yhoel.ia@gmail.com lia -- Untuk melakukan praktek kerja lapangan di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Silahkan menghungi bagian Tata Usaha dgn tlp (022) 2503051 admin

Baca

Fermentasi Kelapa Oleh Ragi Tempe


20 April 2010

saya sangat berminat untuk lebih jauh mengenai permentasi kelapa oleh ragi tempe, hal ini sebagai materi untuk bahan penyuluhan dan pembangunan sdm di pedesaan. kepada siapa saya harus kontak? saya sangat berminat untuk lebih jauh mengenai permentasi kelapa oleh ragi tempe, hal ini sebagai materi untuk bahan penyuluhan dan pembangunan sdm di pedesaan. kepada siapa saya harus kontak? sukmana_zeps@yahoo.com asep sukmana -- Mengenai fermentasi kelapa oleh ragi tempe, Silahkan hubungi Ibu Tami Idiyanti di pusat penelitian kimia Serpong tlp (021) 7560929 admin

Baca

National Symposium On Chemical and Process Engineering 2010 (4-5 August 2010)


12 Maret 2010

The Organizing Committee NATIONAL SYMPOSIUM ON CHEMICAL AND PROCESS ENGINEERING 2010 Topic “Towards sustainable process design and intensification for energy efficient process technology” Chemical Engineering Department Dipoengoro University Jl. Prof. Sudharto, Kampus UNDIP Tembalang Semarang 50239 INDONESIA Telp. :024-7460058/Fax.: 024-76480675 http://srkp.undip.ac.id/ Abstract Abstract can be written both in Indonesian or English on an one sided A4 paper using Times New Roman of 12 font, single space with maximum 250 words,. The abstract must contain the Title of article, Authors, Affiliation, Correspondence address (phone/fax/email). The abstract must be submitted to an email Address : srkp2010undip@gmail.com. Important dates • Deadline for abstract submission: May 30, 2010 • Author notification : June 15, 2010 • Final paper submission deadline: July 10, 2010 Keynote Speakers 1. Prof.H.J.Heeres(Groningen University-Netherlands) 2. Prof. Dr. Gade Pandu Rangaiah (National University of Singapore) 3. Dewan Energi Nasional 4. Industry Peserta Fee (US$) Industry/ Private/ University/Government Research institute 100 Postgraduate students 50 Undergraduate students 35 * Venue The symposium will be held at: Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Diponegoro University. Jl. Prof. Sudharto,SH-Tembalang, Semarang, Indonesia

Baca

Peneliti LIPI: Penyebab Rokok Meledak Ketidaksempurnaan Pengawasan


02 Februari 2010

Jakarta, Cybernews. Penyebab insiden meledaknya rokok yang dihisap Andi Susanto hingga kini belum diketahui. Puslabfor masih meneliti puntung rokok yang meledak dan sisa rokok yang belum sempat dihisap Andi, untuk menentukan kandungan material yang berpotensi menyebabkan ledakan. Ahli Kimia LIPI Ahmad Hanafi menduga, ada kekeliruan campuran dalam rokok sehingga menyebabkan terjadinya ledakan. Menurut dia, dalam puluhan ribu batang rokok yang diproduksi setiap hari, dimungkinkan terjadi penumpukan konsentrasi bahan-bahan tertentu yang berpotensi meledak. "Bila konsentrasinya cukup tinggi, ada kemungkinan meledak," ujarnya, Selasa (2/2). Bahan-bahan yang berpotensi meledak, menurut Hanafi, setidaknya ada empat macam; Ammonium nitrat, Iodine, Sodium Thiosulphate, dan Ammonium Hydroxide. Hanafi mengingatkan, produsen rokok seharusnya lebih memperketat quality control produknya, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. "Ketidaksempurnaan pengawasan dalam pencampuran bahan-bahan baku rokok berpotensi menimbulkan ledakan serupa," tegasnya. ( Farodlilah , MetroTV/ CN12 ) sumber :http://suaramerdeka.com/

Baca

Seminar Nasional Green Chemistry 2010


25 Januari 2010

Seminar Nasional Kimia merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Departemen Pengembangan Ilmiah Himpunan Mahasiswa Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia. Seminar nasional kimia kali ini mengadopsi wawasan kimia lingkungan sehingga acaranya diberi nama Seminar Nasional GreenChemistry dengan tema ”Solusi Terkini Masalah Polutan Kehidupan Masyarakat Perkotaan”. Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah Mensosialisasikan GreenChemistry sebagai sarana untuk membangun kehidupan ramah lingkungan beserta aplikasinya dalam kehidupan perkotaan dan menjadi pemicu maupun pemacu dunia ristek, industri, beserta masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungan dengan menggunakan konsep GreenChemistry. Acaranya terdiri dari: 1.Seminar Sehari Mengenai : - Landasan Dasar Timbulnya Teori ‘GreenChemistry’ Pembicara : Dr. Asep Saefumillah Ph.d Dosen Kimia FMIPA Universitas Indonesia - Nanoteknologi: TiO2 sebagai Sarana Pengolahan Polusi Ramah Lingkungan Pembicara : Dr. Nurul Taufiqu Rochman Chairman Masyarakat Nanoteknologi Indonesia (MNI) - Recycling dan Reuse Sampah sebagai Pembangkit Listrik Pembicara : Dipl. Ing. Haznan Abimanyu, Ph.D. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kimia Bidang Penelitian, Energi, Katalis - Solar Sel Ekonomis Pembicara : Dr.Ing. Oo Abdul Rosyid.M.Sc Peneliti dalam Bidang Energi Terbarukan, Balai Besar Teknologi Energi-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (B2TE-BPPT) 2.Pameran Poster Penelitian Dalam Bidang Kimia. Pendaftaran dan Pengiriman Poster :` Kami memberikan kesempatan kepada peserta poster yang berkeinginan untuk mempublikasikan poster hasil penelitiannya melalui Seminar Nasional Green Chemistry. Kriteria Poster : 1. Ukuran poster maks A2 2. Penelitian sesuai tema/subtema acara 3. Poster berisikan judul penelitian, nama lengkap, teori dasar, hasil pengamatan, kesimpulan, dll. Pos : Kesekretariatan HMD Kimia Dept.Kimia FMIPA UI Kampus Baru Depok Gedung G, 16464. (dengan batas akhir penerimaan 23 januari 2010 atau poster dapat diserahkan langsung pada registrasi peserta). Waktu dan Tempat Senin, 25 Januari 2010 Auditorium Pusat Studi Jepang Kampus UI Depok Registrasi pkl 07.30 Investasi Pendaftaran Seminar Nasional Green Chemistry 2010 dibuka tanggal 14 Januari 2010, akan berakhir pada tanggal 24 Januari 2010 dikenakan tarif reguler Mahasiswa : Rp.50.000 Umum : Rp.60.000 Peserta Poster : Rp.65.000 On the spot : Reguler+Rp.5000 Pembayaran Transfer ke rekening BNI KCU UI Depok No Rek:0132731906 a.n. Retno Hapsari Himpunan Mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UI Gedung G, Lt.1 , Kampus Baru-UI, Depok 16424, Fax. (021) 7863432 e-mail: semnas_greenchemistry2010@yahoo.com Contact Person: Tiketing : Kurniyasari (085692450271) Poster : Zetryana (081314141216) sumber :http://www.jakartaspot.com

Baca

Tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011


19 Maret 2009

Kabar gembira buat semua pecinta kimia, karena dua tahun mendatang tepatnya tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 (International Year of Chemistry – IYC 2011 – Our Life , Our Future). Gagasan Tahun Internasional Kimia 2011 ini pertama kali dicanangkan pada bulan Agustus 2007 pada pertemuan umum The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) di Turin Italia. Gagasan ini ternyata disambut baik oleh dewan PBB dan pada pertemuan PBB bulan Desember 2008, IUPAC dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyetujui untuk merayakan tahun 2011 sebagai Tahun Internasional Kimia. Tahun 2011 juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun penghargaan Nobel Prize Kimia untuk Mme Maria Sklodowska Curie, yang berarti juga peringatan akan kontribusi wanita ke ilmu sains. Peranan kimia dalam kehidupan manusia begitu penting, seluruh materi baik padat, larutan dan gas tersusun dari berbagai unsur-unsur kimia dan bahkan seluruh proses kehidupan ditentukan oleh berbagai reaksi kimia. IUPAC dan UNESCO menyadari sudah saatnya untuk memperingati keberhasilan kimia dan sumbangannya bagi kehidupan manusia. “Tahun Internasional Kimia akan meningkatkan apresiasi global terhadap perkembangan ilmu kimia dalam kehidupan kita dan masa depan kita. Saya berharap peringatan ini dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia dan meningkatkan ketertarikan kaum muda akan ilmu sains serta memberikan masa depan yang cerah bagi masa depan kimia”, sambutan dari Ketua the International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC), Professor Jung-Il Jin pada pertemuan PBB. “Saya menyambut kesempatan untuk memperingati kimia sebagai salah satu dasar dari ilmu sains,” ujar Koichiro Matsuura, Direktur Umum UNESCO, “Meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia adalah suatu hal yang sangat penting dalam rangka menjawab tantangan pembangunan yang berkesinambungan. Adalah hal yang mutlak bahwa kimia berperan penting dalam membangun sumber alternatif energi dan menghidupi populasi dunia yang terus berkembang” tambahnya. Dalam memperingati Tahun Internasional Kimia 2011 akan direncanakan berbagai aktivitas dan event baik regional, nasional dan internasional yang didukung baik dari asosiasi kimia nasional, institusi edukasi, industri, pemerintahan dan organisasi non-pemerintahan. Aktivitas dan event ini berusaha memperkenalkan kepada publik luas tentang peranan kimia, memberikan solusi terhadap tantangan global, dan membangun generasi muda yang peduli terhadap sains. Situs chem-is-try.org juga akan turut aktif menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011 dengan berusaha bekerjasama dengan beberapa instansi yang peduli dengan sains. Jika kamu punya ide atau masukan untuk menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011, silahkan tulis pada bagian komentar artikel ini. Kami tunggu ide dan masukannya.Ditulis oleh Soetrisno pada 19-03-2009 Kata Kunci: International Year of Chemistry, iupac, IYC 2011, Marie Curie, Tahun Internasional Kimia, UNESCO Sumber :http://www.chem-is-try.org

Baca

KULIAH TAMU


25 Januari 2010

Title: KULIAH TAMULocation: Ruang Rapat Gd. 50 Lt. 2 Puslit Kimia LIPI Bandung Description: Tema : The Future of Agrotechnology Pembicara :Prof. Dr. Rainer Jonas dari HZI (GBF) Jerman,Start Time: 13:15Date: 2010-01-27

Baca

Kadar E coli harus 0 per 100 Mililiter Air


13 November 2009

Air merupakan sumber kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari faktor kesehatan. Konsumsi yang tidak memperhatikan higienitas akan menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia. Padahal, dalam satu hari, seorang manusia dianjurkan untuk mengkonsumsi minimal delapan gelas air putih. Banyak faktor yang bisa menyebabkan kurangnya higienitas air. Beberapa di antaranya adalah lokasi sumber air, apakah dekat dengan permukiman penduduk atau sulit dijangkau. Selain itu tergantung pula dengan proses angkut. Pada fase ini, pencemaran sangat mungkin terjadi akibat bersentuhan dengan tangan manusia dan gesekan selama perjalanan ke depot air. Setelah itu kualitas depot air itu sendiri, apakah pengelola cukup terlatih untuk menyajikan air yang steril dari kuman. Menurut peneliti teknologi lingkungan Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hari Rom Haryadi, sumber pencemaran bisa datang dari udara, lingkungan sekitar, dan tanah. Pencemaran sangat mungkin disebabkan oleh logam berat. Menurutnya, sebagian logam berat, seperti timah dan tembagabiasa terdapat dari sumber mata air, karena logam merupakan mineral yang berasal dari dalam Bumi. Namun dalam jumlah yang melebihi standar, beberapa jenis logam berat yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu, seperti merkuri bisa menyebabkan penyakit kanker dan mendapat keturunan yang abnormal. Selain logam berat, kuman pun menjadi sumber pencemar air minum. Mikroorganisme patogen yang terkandung dalam tinja manusia dapat menularkan beragam penyakit bila masuk tubuh manusia. Menurut Hari, dalam 1 gram tinja terkandung 1 miliar partikel virus infektif, yang mampu bertahan hidup selama beberapa minggu pada suhu di bawah 10 derajat celcius. “Terdapat empat mikroorganisme patogen yang terkandung dalam tinja yaitu virus, Protozoa, cacing, dan bakteri yang umumnya diwakili oleh jenis Escherichia coli (E coli),” ujar Hari. Walau empat mikroorganisme itu dinilai sebagai sumber pencemaran air minum, namun biasanya yang menjadi indikator utama adalah keberadaan bakteri E Coli. “Apabila tidak ditemukan E coli, maka air tersebut secara mikrobiologis dinyatakan tidak tercemar.” Jika masuk ke dalam tubuh, sebagian besar mikroorganisme patogen tersebut tidak memberikan gejala secara jelas. Setelah tinja memasuki badan air, E coli akan mengkontaminasi tubuh dan bahkan pada kondisi tertentu dapat mengalahkan mekanisme pertahanan tubuh dan tinggal di dalam pelvix ginjal dan hati. Sesuai Permenkes Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, dipersyaratkan bahwa kadar E coli dalam air minum adalah 0 per 100 mililiter (ml) air harus dipenuhi. ”Padahal secara kasat mata sangat sulit untuk menentukan apakah air minum sudah tercemar atau belum,” kata Hari. Pencemaran tingkat parah baru bisa dipantau lewat penglihatan jika fisik air berubah. Bila air tidak jernih, berwarna tertentu, ada kotoran melayang, dan berbau, maka bisa dikatagorikan sebagai air tidak layak minum.(not/L-4) sumber : http://www.koran-jakarta.com

Baca

Minyak Kelapa Sehat Tanpa Proses Pemanasan


21 Desember 2009

Sudah banyak diketahui minyak kelapa lebih sehat ketimbang minyak sawit karena rantai karbonnya lebih pendek yang membuatnya cepat menguraikan karbon menjadi energi sehingga tidak disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak ataupun kolesterol. Dalam 4 tahun terakhir tren penggunaan minyak kelapa makin meningkat seperti jenis Virgin Coconut Oil (VCO) alias minyak kelapa murni. VCO ini ada yang dimasak dengan api kecil, atau melakukan pemisahan dengan cara fermentasi. Peneliti LIPI pada Juli 2009 juga telah mempublikasikan pembuatan minyak kelapa sehat dengan proses fermentasi dengan ragi (inokulum) tempe. Ragi tempe dinilai paling sehat dengan ongkos yang murah. "Penemuan ini telah banyak digunakan untuk industri UKM karena biaya proses pengolahannya cukup murah. Minyak kelapa dengan fermentasi ragi tempe ini sudah menjadi public domain siapa pun bisa memakainya," kata Direktur Pusat Penelitian Kimia Prof. (Ris) Dr. Leonardus Broto Sugeng Kardono ketika dihubungi detikHealth. Minyak kelapa dengan fermentasi ragi tempe ini dibuat cukup mudah. Pertama memilih kelapa tua berumur 10-12 bulan lalu diparut dan diperas hingga menjadi santan. Santan lalu ditaburi ragi tempe tanpa perlu diaduk. Setelah itu santan yang telah ditaburi ragi tempe diinkubasi sekitar 16 jam dalam suhu kamar. Setelah proses fermentasi selesai terdapat tiga lapisan terpisah yakni air, minyak kelapa atau VCO dan lapisan solid protein. Kemudian masing-masing bagian dipisahkan secara mudah. Untuk setiap 100-120 liter santan kelapa diperlukan 200 gram ragi tempe yang akhirnya menghasilkan VCO 8-10 liter. "Semakin meniadakan proses pemanasan, minyak yang dihasilkan akan memiliki rantai karbon yang lebih sehat," kata Broto. Diakui Broto selama ini proses fermentasi minyak kelapa tidak begitu populer penggunaanya karena dianggap rumit dan harga enzimnya cukup mahal. Namun dengan penemuan fermentasi minyak kelapa dengan ragi tempe, LIPI berharap pengolahan industri kelapa lebih maksimal sesuai dengan standar yang berlaku karena pohon kelapa sangat banyak tersebar di Indonesia. Minyak kelapa yang dihasilkan ini selain untuk minyak goreng sehat digunakan juga untuk industri kosmetik dalam pembuatan sabun, pelembab, minyak urut, sabun cair non kimia. Produk minyak yang dihasilkan sangat khas beraroma kelapa dan karakteristiknya cocok untuk bahan pembantu kosmetika. Ketika ditambahkan pewangi sebagai minyak pelembab, campuran tersebut terlarut sempurna dan aroma bertahan lebih dari sebulan. Jika menggunakan pemanasan yang tinggi, pengolahan minyak memang lebih cepat prosesnya. Tapi akan lebih gampang merusak minyak akibat rantai karbonnya yang semula ganda menjadi tunggal yang ditakutkan bisa memicu zat karsinogenik.(ir/fah) sumber : http://health.detik.com

Baca

LIPI Bikin Material Hijau Tingkat Lanjut


30 November 2009

JAKARTA - Material hijau (green material) bukan cuma karena ia berasal dari bahan alam yang bisa diperbarui. Ada setidaknya lima kriteria lain untuk sebuah material bisa disebut hijau. Mereka adalah efisiensi pemakaian sumber daya, dampak lingkungan, dampaknya bagi kesehatan manusia, efisiensi energi dan konsumsi air, serta durasi kegunaan. "Jadi, misalnya, material itu hanya bisa digunakan selama dua tahun. Tapi yang dari bahan bakar fosil bisa 20 tahun, material itu belum bisa disebut hijau," kata Agus Haryono, peneliti kimia polimer di Pusat Penelitian Kimia di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dalam lokakarya peresmian Pusat Riset Lanjutan dan Multidisiplin (ICIAR) LIPI, Kamis sore lalu. Dalam lokakarya itu, Agus memaparkan, perkembangan riset di bidang green advanced material. Dengan 31 jumlah riset dan instrumen untuk karakterisasi semacam high energy milling, scanning electron microscopy, nucleic magnetic resonance, serta photolitography, Agus mengungkapkan, LIPI menjadi lokomotif riset di bidang ini di Tanah Air. Beberapa riset yang sedang dikerjakan Agus dan teman-temannya di bidang green advanced material ini adalah pembuatan polyurethane dan bioplasticizer dari minyak kelapa sawit. Khusus plasticizer, zat aditif yang membuat plastik melentur tapi viskositas leleh dan tensile strength berkurang, saat ini masih didominasi oleh dioctyl phthalate (DOP). Bahan yang satu ini dikenal karsinogenik, mencemari darah, dan beracun untuk alat reproduksi pria. Plastik yang bisa terurai secara biologis juga dikerjakan LIPI bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional dan Departemen Perindustrian. "Plastik itu memiliki kemampuan terurai secara biologis pada minggu kedelapan," ujar Agus. Seluruhnya ada empat peneliti LIPI yang berbicara dalam lokakarya itu. Selain Agus, mereka adalah Adi Santoso dari Pusat Penelitian Bioteknologi, yang mengungkap perkembangan riset di bidang bioteknologi-biomedika, serta Andika Widya Pramono dari Pusat Penelitian Metalurgi tentang advanced material untuk aplikasi medis. Satu lagi, Ikrar Nusa Bakti, mengulas tentang pertahanan strategis. WURAGIL sumber: http://www.korantempo.com/

Baca
ZONA INTEGRITAS