Kimia Bahan Alam

Kimia Bahan Alam

Anggota :

  1. Dr. Tjandrawat Mozef
  2. Jamilah, M.Si.
  3. Dr. Sri Hartati, M.Si.
  4. Dr. Rizna Triana Dewi, M.Si
  5. Dr. Sri Handayani, M.Farm.
  6. Dr. Sofa Fajriah, M.Si
  7. Marissa Angelina, M. Farm.  
  8. Drh. Indah Dewijanti D
  9. Andrianopsyah MJ Putra, M.Sc
  10. Tri Yuliani, S.Farm.M.Farm.
  11. Gian Primahana, M.Si

Latar Belakang Pentingnya Penelitian Bahan Baku Obat:

  • Indonesia sangat kaya akan keragaman bahan alamnya baik darat maupun laut, baik flora, fauna maupun mikroorganisme. Senyawa kimiawi yang terkandung di dalamnya baik berupa kandungan metabolit sekunder, makromolekul maupun genetik sangat potensial untuk beragam manfaat bagi umat manusia Indonesia khususnya, baik untuk kesehatan, pertanian, kosmetika, maupun pangan. Penelitian terkait masih sangat diperlukan dan terbuka luas.
  • Tanaman obat atau obat herbal telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia dan digunakan secara turun temurun untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Sejalan dengan itu industri terkait dengan obat herbal berkembang.Namun ironisnya industri masih bergantung pada bahan baku impor. Dukungan teknologi saat ini masih sangat dibutuhkan untuk menjamin keamanan, kemanfaatan dan kualitas produk obat herbal, termasuk teknologi terkait aspek standardisasi, formulasi dan teknologi pembuatan serta keamanan produk untuk menjamin kemandirian bahan baku obat/obat.
  • Penyakit menular maupun degeneratif masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Bahan Alam Indonesia merupakan sumber senyawa kimia dengan aktivitas biologis yang potensial. Tumbuhan dari hutan tropis maupun yang telah dibudidayakan serta mikroorganisme golongan jamur, aktinobakteria maupun miksobakteria merupakan sumber potensial senyawa metabolit sekunder dengan aktivitas biologis yang bermanfaat untuk penyakit infeksi maupun degeneratif.


Tujuan/ Fungsi/ Sasaran Keltian:

Tujuan: Discovery, penelitian dan pengembangan senyawa kimia potensial dari bahan alam baik darat maupun laut (tumbuhan, hewan, mikroorganisme) sebagai bahan baku obat/obat/obat herbal untuk penyakit infeksi dan degeneratif serta bahan kosmetik.

Fungsi: Pengembangan dan penguatan kompetensi dalam bidang kimia bahan alam, teknologi isolasi dan elusidasi metabolit sekunder/marker, profiling metabolit sekunder, bioprospecting, virtual skrining, bioproses, standardisasi, formulasi dan pengembangan sediaan serta farmakologi/toksisitas bahan alam.

Sasaran: Produk Obat Herbal Terstandar, Senyawa aktif/marker dari bahan alam, Sediaan berbasis bahan alam untuk pangan, kosmetika.

 

Kegiatan Penelitian Utama Kelti/ Sub Kelti disertai Deskripsi Singkat:

  1. Pengembangan obat antiinfeksi dari bioresources (actinomycetes dan myxobacteria): Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa aktif antiinfeksi (Staphylococcus aureus/MRSA, virus Hepatitis C) dari mikroorganisme tanah golongan actinomycetes dan myxobacteria
  2. Ekstrak melinjo (Gnetum gnemon) untuk antihiperurisemia: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak melinjo dengan kandungan senyawa aktif yang lebih tinggi melalui perbaikan proses ekstraksi dan nanoteknologi sebagai antihiperurisemia
  3. Biotransformasi quercitrin dengan Aspergillus sp:
  4. Pengembangan pangan fungsional dari rumput laut hijau sebagai imunomodulator:
  5. Teh Fungsional berbasis daun salam untuk penurunan resiko Diabetes

 

Potensi Pengguna Penelitian Keltian:

Industri Farmasi, BPOM, Kementrian Kesehatan, Kementrian Riset dan Pedidikan Tinggi, Perguruan Tinggi (Dalam dan Luar Negri), Lembaga Riset (Dalam dan Luar Negri), Pemerintah Daerah

 

Produk Unggulan Hasil Penelitian

  • Senyawa antibiotik dari Streptomyces misionensis (SHP1-2): Piericidin A1 dan Lyngbyatoxin A

 

 

  • Ekstrak daun sukun telah melalui penelitian klinis untuk membantu menurunkan kadar LDL darah, menurunkan kadar asam urat dan mengurangi inflamasi

 

  • Tablet Jamblang, dari ekstrak daun Jamblang teruji sebagai penurun gula darah secara in vivo dan tidak toksik, dan menghambat kerja enzim α-glukosidase secara in vitro

  • Lovastatin (anti-kolesterol) hasil metabolit dari fermentasi padat Aspergillus terreus 

 

  • Sulochrin dari Aspergillus terreus aktif sebagai inhibitor α-glukosidase dan anti virus hepatitis C berdasarkan uji in vitro

 

  • Senyawa Triterpen glikosida dari pegagan sebagai hepatoprotektor.

 

 

  • Ekstrak daun benda (Artocarpus elasticus) sebagai antikanker payudara

 

  • Xanthone dari kulit manggis sebagai antioksidan

ZONA INTEGRITAS